Saturday, September 19, 2015

Fakta Dibalik Teh



Sebanyak 70% cairan tubuh manusia adalah air. Didalam kadar air ini terlarut semua hal penting bagi kelangsungan hidup organisme, seperti bermacam unsur nutrisi, informasi dll.

Pengangkutan zat gizi, juga pengeluaran zat buangan, semua melalui perantara air. Oleh karena itu, dengan hanya minum air yang baik, itu saja sudah memperlancar pengeluaran toksin, melancarkan peredaran darah, dan mendorong kinerja bakteri dalam usus dan enzim tubuh.

Teh, jus "pabrikan" dan minuman soda adalah air yang sudah dicampuri bermacam-macam zat lain. Saat masuk kedalam tubuh, zat-zat asing yang terlarut dalam minuman seperti itu harus disingkirkan terlebih dahulu.

Misal tanin dalam teh, dan kafein dalam kopi, setiap kali diminum ada toksin (racun) yang harus dinetralkan, sehingga menguras enzim. Kemudian kadar gula yang terlalu tinggi meningkatkan risiko diabetes, obesitas dan hiperglikemia (gula darah tinggi).
(Prof. Dr. Hiromi Shinya)

Kali ini, kita akan membahas mitos dan fakta seputar teh. Saya lampirkan juga kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang terkait tentang Teh sebenarnya bukan minuman kesehatan, malah menjadi berbahaya ketika rutin di konsumsi

Yuk baca dan simak perlahan, semoga membuka wawasan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan...


Mengapa saya selalu mengatakan minum teh itu berbahaya bagi kesehatan? Padahal sebenarnya ada beberapa manfaat dari minum teh #KibulanSehat

Polifenol adalah salah satu antioksidan penting yang sering disebut sebagai alasan mengapa teh wajib diminum utama teh hijau #KibulanSehat

Juga sifat -pada beberapa kasus- sensasi sistem cerna dari rasa nyaman hingga kemudahan buang air yang buatnya terkira sehat #KibulanSehat

Teh juga sering diminum sebagai ritual dan berlangsung secara repetitif setiap hari yang buat tubuh membangun ketergantungan #KibulanSehat

Repetisi buat tubuh memproduksi dopamin & endorfin yang terkait rasa nyaman serta ketagihan. Akhirnya tubuh cari sensasi sama #KibulanSehat

Kehilangan itu buat tubuh ‘merasa’ ada masalah, ia beri signal rasa tidak nyaman, kadang parah, bergantung tingkat kecanduan #KibulanSehat

Itu sebab banyak yg pasca meminum merasa tubuhnya tersegarkan! Dan banyak pihak tertipu mengira itu adalah sifat positif teh #KibulanSehat

Padahal sebenarnya ia sedang menumpuk masalah dalam tubuhnya. Itu satu sebab teh adalah ‘silent killer’ yang amat potensial #KibulanSehat

Polifenol teh saat terakumulasi dalam tubuh menjadi tanin yang mudah teroksidasi dan rusak dinding lendir (mukosa) lambung #KibulanSehat

Itu sebab Hiromi Shinya menemukan dari 300.000-an lebih manusia yg isi perutnya ‘diteropong’. Tidak ada peminum teh yang sehat #KibulanSehat

Semua menunjukkan kerusakan lambung dan usus yang pada tingkat parah menjadi pangkal timbulnya beragam penyakit berat tubuh #KibulanSehat

Satu hal lagi kenapa saya katakan teh itu hal buruk dalam kesehatan, karena kebiasaan minum teh sulit diukur dan dibatasi #KibulanSehat

Teh menjadi minuman paling umum pemuas dahaga. Padahal teh adalah ‘pengering cairan’ tubuh yang amat potensial (diuretikal) #KibulanSehat

Minum teh di waktu haus hanya penuhi kebutuhan cairan di level sensasi saja. Sejatinya tubuh ‘kehausan’, utama di tingkat sel #KibulanSehat

Efek pahit sepat dari tanin juga acap diakali dengan penambahan gula dalam jumlah banyak saat minum teh. Ini masalah lagi! #KibulanSehat

Pankreas tubuh akan kewalahan mengontrol kadar gula, akibat teh manis diminum secara banyak dan rutin setiap hari, lalu rusak #KibulanSehat

Teh diminum secara rutin saat santai, saat lelah, saat makan dan saat tubuh punya masalah. Ini bahaya laten yang dimiliki teh #KibulanSehat

Apalagi teh kemasan yang diproduksi dengan dalih praktis, kita tidak tahu apa saja efek merusak zat aditif yang ada disana? #KibulanSehat

Jadi bila rutin minum teh & mengira berbuat baik bagi kesehatan, tapi Anda penderita gangguan lambung dan acap sakit? Koreksi #KibulanSehat

Demikian kibulan siang ini. Suka sukur, gak suka unfollow! Gak follow, berisik? Coba jogging dulu, tapi di jalan tol, dan malam hari! Salam

#FoodCombining #Teh #KibulanSehat

Tuesday, September 15, 2015

Menopause, Anti Penuaan & Pola Hidup Sehat




Memenuhi beberapa permintaan untuk menulis tentang Menopause, bukan ahlinya, tapi saya coba paparkan sedikit dengan mengaitkan perihal "Anti Penuaan" juga pola hidup sehat tentunya sesuai tujuan utama grup ini (sehat berkualitas).

Dari buku Prof. Dr. Hiromi Shinya :
Menurut beliau, penyebab "anti penuaan" menjadi tren seperti sekarang, adalah bertambah banyaknya orang-orang yang gelisah dengan kecepatan penuaan yang tidak sesuai usia sesungguhnya.
Terutama saat dirinya mulai merasakan fisiknya melemah, orang akan mati-matian berusaha menghentikan "penuaan".

Macam-macam metode dilakukan, terutama banyak metode berbahaya dan tidak dianjurkan beliau, dari chemical peeling yang sebenarnya merusak fungsi penjaga kulit yang penting, dan malah berisiko mengundang masalah kulit yang lebih parah.

Satu lagi yang dianjurkan untuk dihindari, yaitu metode menyuntikkan hormon pertumbuhan manusia.

Hormon pertumbuhan merupakan hormon penting yang berhubungan dengan pembentukan tulang dan otot, metabolisme, dsb. Sejak usia dewasa, jumlah yang dihasilkan mulai berkurang. Hormon ini banyak dihasilkan pada usia belasan, pada usia 40an turun sekitar separuhnya, dan pada usia 80an berkurang hingga sekitar 1/20 masa puncaknya.

Penurunan hormon pertumbuhan membawa fenomena penuaan bagi tubuh. Kulit kendur, kemampuan fisik yang melemah, tumbuhnya uban, dan menurunnya seksualitas; semuanya datang dari berkurangnya hormon pertumbuhan.

Menyuntikkan hormon pertumbuhan untuk menghambat penuaan, justru mempercepat penuaan dalam tingkat sel.
Memang memasukkan hormon pertumbuhan dengan sengaja berarti membuat lingkungan yang serupa dengan masa pertumbuhan didalam tubuh. Tetapi tolong diingat bahwa pertumbuhan yang aktif sama dengan terburu-buru menuju proses penuaan.
Kekhawatiran terbesar yaitu menentang hukum alam.

Jika anda sungguh-sungguh menjalankan kehidupan yang sehat, tidak perlu repot-repot memperhatikan cara-cara anti penuaan. Karena metabolisme tubuh kita sesuai dengan ketentuan alam, kita tidak perlu melawan "penuaan".

Menopause juga termasuk "penuaan", dalam arti proses yang alami sesuai kodrat perempuan. Makhluk hidup telah diberikan "panjang usia yang alami", dan tubuh makhluk hidup berubah dengan kecepatan yang paling sesuai agar bisa hidup selama itu. Artinya, "penuaan" juga proses yang perlu untuk hidup maksimal memenuhi panjang usia itu.

Menopause secara klinis didefinisikan sebagai waktu dimana seorang perempuan tidak mengalami menstruasi lagi.
Dalam literatur populer, istilah ini digunakan untuk menyebut 5 tahun sebelum menstruasi berhenti (menopause).

Menopause terjadi karena hormon estrogen dan progesteron tidak lagi diproduksi, sehingga indung telur tidak lagi melepaskan sel telur.

Akibatnya, wanita tidak memiliki sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma dan tidak memiliki dinding rahim yang akan luruh menjadi darah menstruasi. Jadi perempuan yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi.

Usia menopause pada perempuan berkisar antara 40 - 50 tahun. Tetapi masing-masing orang tidak selalu sama. Hal ini tergantung kesehatan, gizi maupun "keturunan".

Banyak perempuan yang sudah menopause menghindari HUS. Hal ini disebabkan mukosa atau lapisan lendir yang melapisi vagina sudah menipis sehingga pada saat HUS mudah lecet dan menimbulkan rasa nyeri.
Menipisnya mukosa karena hormon estrogen sudah tidak diproduksi lagi. Tetapi rasa nyeri dapat dikurangi dengan memakai pelicin yang berbahan dasar air.

Ada macam-macam penyebab penuaan yang lebih cepat daripada usia sebenarnya. Seperti makanan, air, gaya hidup, hal-hal spiritual, dsb. Konsumsi protein hewani berlebihan, merokok, alkohol, stres, radikal bebas, zat aditif makanan & zat kimia pertanian, dll.

Kebiasaan buruk lainnya, Olahraga yang terlalu keras akan menguras enzim, dan malah menjadi racun bagi tubuh. Konsumsi jenis makanan/minuman yang sama setiap hari dan terus menerus. Terobsesi menerapkan satu hal saja, sebaik apapun itu, malah akan menyebabkan rusaknya keseimbangan secara keseluruhan.

Konsumsi berlebihan dan ketimpangan pada satu hal saja, sama buruknya dengan kekurangan hal yang diperlukan.

Untuk hidup sehat dan panjang umur adalah menerapkan secukupnya hal-hal yang baik untuk tubuh dan sesuai dengan hukum alam sambil memikirkan keseimbangan tubuh anda.

Hidup sehat merupakan metode anti penuaan paling sempurna. Tujuh Kunci Hidup Sehat Dokter Shinya :

1. Menu makanan yang baik
2. Air yang baik
3. Pembuangan yang teratur
4. Pernapasan yang baik
5. Olahraga secukupnya
6. Istirahat dan tidur yang cukup
7. Tertawa dan perasaan bahagia

Jadi, bagi yang telah memasuki usia 40 tahun dst, tidak perlu khawatir dengan semua proses yang akan terjadi, nikmati dengan slalu berpikir positif agar energi bertambah untuk kebahagiaan diri.
Apalagi yang telah mengenal FC, tinggal  disiplin dan konsisten melakukannya, Insya Allah gejala-gejala  pra menopause tidak akan menakutkan seperti mitos yang beredar. Malahan ketika memasuki usia 40an, seseorang telah sampai pada usia dewasa dimana seharusnya semakin bijaksana karena ditempa pengalaman & wawasan yang lebih banyak dan berwarna.

Salam sehat dan smoga bermanfaat buat yang membutuhkan

#FoodCombining #FoodCombiningItuGampang #AntiPenuaan #Menopause #GayaHidup

Dikutip dari buku Terapi Enzim, Hiromi Shinya, MD dan Modul Kesehatan Reproduksi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat

Gambar diambil dari berbagai sumber

Monday, September 7, 2015

Risiko Reproduksi dan Pola Makan Sehat

Minggu ini dapat kabar ada rekan yang meninggal dunia setelah melahirkan, dan ada rekan lain yang anaknya meninggal dunia setelah berbulan-bulan di RS & telah operasi. Kedua berita ini sangat berkaitan dengan risiko reproduksi.

Karena 2 kejadian tersebut saya jadi ingin bicara seputar risiko reproduksi dan bagaimana penanganannya.

Sebagai relawan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), 2 kasus ini bukan hal baru bagi saya. Selain itu, beberapa tahun silam, beberapa teman & rekan saya pun ada yang meninggal dunia setelah melahirkan. Kakak tertua saya sendiri mengalami proses risiko reproduksi yang berujung anaknya meninggal dunia

Mari kita bicara apa itu risiko reproduksi, terkhusus tentang kehamilan berisiko tinggi.

Saat terbaik bagi perempuan untuk hamil adalah antara usia 20 - 35 tahun.



Kehamilan dibawah usia 20 tahun berbahaya karena organ-organ reproduksi belum sempurna, hal ini nantinya akan menyulitkan proses kehamilan dan persalinan. (Keguguran, bayi lahir prematur, pendarahan, dsb)
Secara psikologis penting kesiapan mental & jiwa bereproduksi diusia belia, juga posisi tawar perempuan yang lemah bisa berdampak kepada janin nantinya.

Sedangkan kehamilan diatas usia 35 tahun juga berbahaya karena akan ada kecenderungan mengalami pendarahan setelah melahirkan, selain itu ada kemungkinan besar mendapatkan kualitas bayi yang kurang baik (kualitas sel telur sudah mulai berkurang) dan risiko kematian ibu & bayi. (Pendarahan, keguguran, bayi lahir prematur, dsb)

Selain itu, jarak yang terlalu dekat antar anak juga tidak kalah berisikonya, dimana organ-organ reproduksi yang masih proses pemulihan untuk mengembalikan fungsinya, dipaksa untuk bereproduksi kembali, ini bisa berakibat pendarahan, keguguran, bayi lahir prematur sd meninggal, dsb.
Secara psikologis pun, anak yang sebelumnya masih harus diberi kesempatan untuk tumbuh & berkembang dengan perhatian penuh.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap harinya dari berbagai belahan dunia dilaporkan setidaknya ada 800 perempuan meninggal akibat komplikasi selama kehamilan.

WHO mengatakan 99 persen kematian didapatkan pada negara sedang berkembang. Rasio kematian ibu di negara sedang berkembang 240 kematian per 100.000 kehamilan, sedangkan pada negara berkembang hanya didapatkan rasio kematian 16 kematian per 100.000 kehamilan.


Banyak perempuan yang meninggal, akibat komplikasi yang mereka dapat sebelum, selama dan pasca melahirkan.
Sekitar 80 persen kematian ibu disebabkan oleh beberapa hal seperti pendarahan berat setelah persalinan, infeksi (biasanya setelah persalinan), tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklamsi dan eklamsi), aborsi yang tidak aman.
Kesehatan ibu sangat berhubungan erat dengan kesehatan bayi. Lebih dari 3 juta bayi baru lahir meninggal tiap tahun dan 2.6 juta bayi lahir mati tiap tahunnya.

Melihat dampak risiko kehamilan tersebut, bukan berarti tidak ada jalan keluarnya.
Untuk pencegahan, sebaiknya tidak hamil diusia berbahaya tadi, terutama usia dibawah 20 tahun, karena selain risiko diatas tadi, masih banyak waktu juga untuk bereproduksi.

Bagi yang berusia diatas 35 tahun dan belum memiliki buah hati, akan lebih baik benar-benar mempersiapkan & menjaga diri selama kehamilan, persalinan dan pasca melahirkan.
Hal yang baik pada usia 35 tahun keatas, pemahaman dan gaya hidup biasanya relatif lebih baik daripada di usia 20-an. Seharusnya hal ini bisa membuat lebih mudah untuk menjaga kesehatan kehamilan di usia yang lebih tua.

Tetapi memang kenyataan, beberapa kehamilan ada yang tejadi tanpa persiapan matang, bahkan kehamilan tidak diinginkan (KTD). Sehingga usia yang sudah berisiko membahayakan ibu & anak, ditambah kurang "kepedulian" selama proses kehamilan.


Kehamilan dan Pola Makan Sehat

Dari banyak kasus yang pernah saya temui, termasuk kasus teman, rekan & saudara saya tadi, kebanyakan bersumber dari faktor internal, walau faktor eksternal tetap ikut terlibat.

Orang-orang Banjarmasin kebanyakan  tidak suka dengan sayuran, dan berpola makan buruk harian, sehingga memicu berbagai macam penyakit yang sudah terpendam duluan ditubuh "perempuan". Ini menambah daftar panjang risiko reproduksi diusia berbahaya.




Pun ketika akhirnya bisa melewati proses persalinan, tetapi ketika si Ibu tidak menghasilkan ASI, sehingga bayi yang sudah lahir prematur harus berjuang lebih keras untuk bertahan hidup.

Minimnya pengetahuan tentang bahaya sufor dan pembodohan iklan susu, membuat si bayi yang sudah separo nyawa harus meminum "racun" efek komersialisasi industri.

Lebih lengkap tentang susu sebenarnya bukan minuman kesehatan, bisa baca tulisan ini  :
http://deaedensor.blogspot.com/2015/03/rangkuman-tentang-susu-sebenarnya-bukan.html?m=1

Saya menyaksikan sendiri, bayi kakak saya yang lahir prematur dan kurang "berkualitas" harus minum sufor. Setelah beberapa hari kemudian akhirnya meninggal dunia.

Padahal kakak saya berjuang nyawa dengan kehamilan diusia berbahaya tersebut, sebelum melahirkan hipertensinya kumat parah, belum penyakit lainnya sehingga terjadi komplikasi yang membuat kakak sempat koma beberapa hari.

Sebagai pelaku Food Combining (FC), sekarang saya semakin paham apa yang terjadi dengan kakak saya puluhan tahun silam itu.

KTD karena lupa konsumsi alkon, usia yang sangat berisiko tinggi untuk kembali hamil, punya riwayat hipertensi dsb, pola makan buruk hariannya (pembenci sayur ; sama seperti saya dulu)

Bisa dibayangkan, jangankan membuat janin dan bayi sehat, untuk tubuhnya sendiripun sudah kekurangan banyak asupan gizi. Masih bersyukur, kakak cepat dibawa suaminya ke RS yang "berkualitas", penanganannya cepat sehingga tertolong. Berbeda dengan teman & rekan saya yang telat di bawa ke RS, dan kasus lainnya sudah sampai RS tetapi penanganan lamban sehingga pertolonganpun terlambat.

Beberapa pengalaman pelaku FC yang hamil diusia berbahaya, diatas 35an tahun, menjalaninya dengan mulus dan lancar sampai persalinan serta berlimpah ASI. Ibunya sehat membuat bayipun turut selamat dan sehat serta bonus punya bayi bersih mulus beda dengan anak-anak mereka sebelum berpola makan sehat FC.

Penjelasan lengkap Seputar Food Combining: http://deaedensor.blogspot.com/2015/02/seputar-food-combining.html?m=1


Anak adalah amanah dari Sang Pencipta, hasil buah cinta yang menjadi buah hati, bukan sekedar status sebagai penerus, maupun pengurus balas jasa ketika tua nanti

Hamil, melahirkan, menyusui memang kodrat perempuan, tidak bisa dipertukarkan karena ketentuan dari Tuhan. Karena itu perempuan mempunyai hak atas reproduksi sehat.

Persiapkan diri sepenuh hati, dengan mencari tau segala informasi yang benar secara fakta seputar reproduksi sehat. Tidak mudah kemakan mitos yang malah semakin menyesatkan jiwa & raga.

#FoodCombining #FoodCombiningItuGampang #KehamilanBerisikoTinggi #RisikoReproduksi

Dikutip dari beberapa modul terbitan PKBI Pusat, dan berbagai sumber lainnya



Friday, September 4, 2015

Gula



Kali ini bicara tentang gula, efek keseringan melihat orang memakai gula sangat berlebihan terkhusus kepada buah hati....

Menurut Prof. Dr. Hiromi Shinya, MD ;
Gula pasir itu merupakan makanan menakutkan yang menggerogoti hati dan badan manusia.

Jika terlalu banyak mengkonsumsi gula pasir, tubuh akan kehilangan kalsium karena gula pasir makanan bersifat asam.

Gula putih hampir-hampir tidak mengandung kalsium sehingga kalsium yang dibutuhkan disuplai dengan melarutkan kalsium gigi dan tulang dalam tubuh. Begitulah mekanismenya mengapa makan yang manis-manis menyebabkan gigi berlubang dan tulang melemah.

Selain itu, zat gula dalam gula pasir sangat cepat diserap tubuh sehingga meningkatkan gula darah secara drastis. Karena itu insulin dihasilkan dalam jumlah besar, dan anak-anak yang belum memiliki cukup fungsi Homeostasis mudah menjadi hipoglikemia (gula darah rendah).

Jika hipoglikemia berlanjut dihasilkan adrenalin guna meningkatkan gula darah, ini merupakan hormon yang dikeluarkan didalam darah dalam jumlah besar saat sedang merasa tinggi emosi, gugup atau sangat gembira. Jika terlalu banyak keluar, kendali otak jadi tidak berfungsi dengan baik, dan menyebabkan "ingin mengamuk".

Anak-anak yang makan penganan yang banyak mengandung gula, menjadi "kurang daya konsentrasi, kemampuan berpikirnya menurun dan mudah marah. Bisa jadi, anak-anak "yang mudah mengamuk" salah satu penyebabnya adalah konsumsi berlebihan gula yang dimurnikan.

Kembali saya lampirkan juga kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang masih terkait tentang Gula

Ini kulwit jadul yang dikasih mba Hesi Junaid. Semoga bisa membuka wawasan baru dan bermanfaat bagi yang membutuhkan

Yuk baca dan simak perlahan...

Manis itu identik dengan gula, dalam hukum fisiologis tubuh secara sederhana, gula = sesuatu yang mudah diproses menjadi energi .

Masalahnya hal itu hanya berlaku kalau gula masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan, lebih dari itu?


Ada baiknya kita kenali dulu proses dalam tubuh saat gula dikonsumsi. Glukosa adlh bentuk turunan 'hal manis' yg masuk tubuh.

Saat glukosa diserap tingkat gula darah akan naik, organ penting dlm tubuh bernama pankreas turun tangan bertindak menangani.

pankreas mengeluarkan hormon bernama insulin untuk mengikat glukosa tadi membawanya ke dalam sel untuk dibakar.

Hasil pembakaran tersebut adalah energi yang bisa segera dipakai oleh tubuh. Kalau ada sisa tdk terpakai, diubah sbg cadangan.

Cadangan itu disimpan dalam otot atau liver (glycogen) atau dlm lemak tubuh (triglyceride) yg se-waktu2 diperlukan bs dipakai.

Itu dasar pemikiran mengapa puasa dikaitkan dengan jargon, "berbukalah dgn yg manis" spy ada pasokan energi ekstra instan.

Sayangnya saat pasokan gula itu ada di atas ambang batas kebutuhan atau bahkan jauh melebihi, skenario itu tdk berlaku lagi.

Saat tubuh mengkonsumsi gula terlalu banyak, glukosa akan naik secara drastis. Otak segera perintahkan pankreas bereaksi.

Memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai. Namun apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, pankreas akan kelelahan.

Hilang kontrol terhadap jumlah insulin memadai yang seharusnya diproduksi (hyperinsulinaemia) pembakaran gula tdk sempurna.

Akibatnya energi instan yang diinginkan muncul menjadi tidak terpenuhi. Bahkan bisa berbalik menjadi bumerang bagi kesehatan.

Gula yg tak terpakai disimpan sbg trigliserida, sayangnya dlm jumlah melimpah dan membuat berat melambung drastis.

tau pankreas yg terus menerus bekerja keras, lelah hingga fungsinya rusak, berakibat insulin tdk lg terproduksi scr cukup.

Krn tubuh kehilangan kemampuan utk memproses gula sbg energi. Akhirnya dipakai cadangan glikogen dan trigliserida habis2an.

Di sisi lain, problem turunan dr kelebihan gula adlh limpahan lemak yg berlebihan tak tertampung yg berkeliaran dlm darah.

Memicu timbulnya molekul tdk sempurna yg biasa kita sebut sbg radikal bebas dalam jumlah di luar ambang batas tubuh.

Hal tersebut segera memicu beragam problem dlm tubuh, mulai dr mutasi sel abnormal, gagal organ hingga kehilangan penglihatan.

Hingga ke penyakit mematikan spt Multiple Sclerosis, Parkinson, Alzheimer, Lupus, Mental Disorder, Tumor Otak dll

Nah, berdasar pd paparan data spt demikian? Masih ada yg nekat memaksakan pengaplikasian jargon "berbuka dgn yg manis"

#FoodCombining #KibulanSehat #Gula

Gambar diambil dari berbagai sumber

Wednesday, August 26, 2015

Mitos dan Fakta Seputar Olahraga

Tulisan kali ini ngumpulin kulwit pakar #FoodCombining dan Master Yoga Indonesia Erikar Lebang seputar mitos dan fakta tentang olahraga.

Ada kulwit yang mengupas olahraga apa saja yang benar dan sehat untuk sepanjang usia.
Ada juga bagaimana mengkombinasikan antara olahraga dan pola makan-minum sehat, agar bukan sekedar tampilan fisik yang terlihat "sempurna" tapi didalam "penyakitan".
Hidup sehat berkualitas, bonus tubuh ideal.

Yuk baca perlahan dan simak baek-baek.


Kultwit 1.

Olahraga Terbaik Sepanjang Usia

Konsep sederhana agar faham latihan cardiovascular yang aman bagi sepanjang usia, saya sharing dikit

Dulu saya pernah membaca tulisan dan bahkan mentwitnya juga, tentang pemahaman olahraga dan permainan, tapi udah lama sih, sedikit yang baca

Prinsipnya, tulisan itu mengungkapkan, tidak semua aktivitas fisik layak dikategori sebagai olahraga. Banyak lebih cocok sebagai permainan

Kita sederhanakan, anggap definisi olahraga sebagai aktivitas fisik yang menyehatkan dan bisa dilakukan di segala lapis usia #KibulanSehat

Olahraga seharusnya mencakup aktivitas fisik yang melatih-memelihara fungsi muskuloskeletal, fisiologis dan bahkan psikologis #KibulanSehat

Aktivitas fisik tidak melulu terkait prestasi, target dan dilakukan di usia puncak seorang manusia, tapi sepanjang ia hidup #KibulanSehat

Dengan ini ragam aktivitas fisik yang umum diperlombakan di olimpiade, kebanyakan gugur memenuhi kriteria tersebut #KibulanSehat

Satu katalisator aktivitas fisik itu aman atau tidak dilakukan sepanjang usia? Adalah koordinasi kerja antara jantung-paru #KibulanSehat

Sebutlah ranah ini sebagai aktivitas kardiovaskular, dimana tubuh teraktifkan koordinasi kerja jantung-paru didurasi tertentu #KibulanSehat

Bagaimana amannya? Ada hitungan sederhana. Angka pokok 220 dikurangi usia Anda adalah detak jantung maksimal permenit #KibulanSehat

Katakanlah usia Anda 40 tahun! Berarti 220-40=180. Nah 180 adalah detak jantung maksimal Anda permenit saat berolahraga #KibulanSehat

Ini bukan berarti Anda harus mencapai detak jantung 180 permenit terus-terusan selama beraktifitas fisik. Bisa semaput! #KibulanSehat

Tapi angka 180 menjadi patokan Anda dengan menargetkan 60%-80% dari itu dalam durasi tertentu selama melakukan aktivitas fisik #KibulanSehat

Katakanlah Anda bersepeda. Pastikan detak jantung Anda terbangun perlahan hingga mencapai minimal 60% dari angka 180 permenit #KibulanSehat

Selama bersepeda, jaga konstan kayuhan Anda agar bisa menstimulasi kerja jantung-paru dalam kisaran minimal 60% dari 180 #KibulanSehat

Semakin tinggi persentase detak jantung Anda mendekati angka maksimal, makin tinggi intensitas latihan. Hati-hati menjaganya #KibulanSehat

Bila dada sesak, nafas tersengal-sengal tak terjaga, telinga mendadak seperti tersumbat, segera turunkan intensitas #KibulanSehat

Berarti tubuh belum siap atau tidak mampu menahan beban demikian. Yang paling aman buat pemula sekalipun, ada di kisaran 60% #KibulanSehat

Anda bisa menambah intensitas ini berangsur sesuai dengan jam terbang dan rutinitas latihan. Makin rutin tentu makin baik #KibulanSehat

Secara general golongkan saja pola berlatih kardiovaskuler ini dalam tahapan, 30 menit, 45 menit dan 60 menit latihan #KibulanSehat

Di tiap-tiap waktu latihan ini, Anda bisa menargetkan 60-80% dari angka maksimal yang dimiliki sesuai usia. Lakukan rutin #KibulanSehat

Ini seharusnya yang menjadi materi utama latihan fisik Anda untuk menjaga kesehatan sepanjang usia. Bukan yang lain #KibulanSehat

Itulah sebabnya banyak aktivitas fisik tidak dikategorikan sebagai olahraga tapi permainan, karena tidak penuhi syarat tadi #KibulanSehat

Basket, tennis, sepakbola, volley, badminton dan sejenisnya gagal dikategorikan sebagai aktivitas fisik sehat segala usia #KibulanSehat

Koordinasi kerja jantung-paru yang baik gagal terjadi di sana. Konsep aktivitas fisik dari jenis tadi penuh dengan fluktuasi #KibulanSehat

Di satu momen Anda terdiam, tidak lama kemudian bergerak aktif mengeluarkan ledakan tenaga besar, lalu terdiam lagi #KibulanSehat

Untuk itu jantung harus bekerja keras memompa darah, paru-paru sibuk mengisi oksigen, namun tanpa konsistensi, fluktuatif #KibulanSehat

Di usia emas prestasi, manusia mungkin mampu mengatasi kondisi demikian, lewat dari usia tersebut? Maut jelas mengintai! #KibulanSehat

Itulah sebab sering sekali kita mendengar kisah seseorang meninggal mendadak saat melakukan aktivitas fisik tertentu #KibulanSehat

Itu baru bicara di ranah koordinasi kerja jantung-paru, belum bicara muskuloskeletal terkait fungsi struktur otot-tulang-sendi #KibulanSehat

Bersepeda, berenang, berjalan cepat (bukan asal jogging), atau pergunakan alat bantu cardio adalah aktivitas yang relatif aman #KibulanSehat

Berolahraga itu basis utamanya adalah kesehatan. Tubuh sehat akan memberikan tampilan fisik ideal sendiri yang sesuai realita #KibulanSehat

Demikian kibulan malam ini. Suka? Sukur! Gak suka unfollow? Gak follow berisik? Sana ikut reli Paris-Dakkar gih! Gak mobil-motor, tapi lari!



Kultwit 2.

Bagaimana Pola Makan Sebelum Olahraga

Diskusi makan sehat yang menunjang kekuatan stamina dengan teteh @abu_tha membuat saya tergelitik menyampaikan ini dalam bentuk kultwit

Dia bertanya “makanan apa yang bisa membuat gue punya kekuatan yang cukup untuk melakukan olahraga dengan jarak jauh dan waktu yang lama?”

Sebenarnya ini kesalahan mendasar dari pola makan sehat yang umum. Kita hanya mencari ‘makanan ajaib’ yang bisa mendongkrak performa tubuh

Kita menganggap tubuh layaknya sebuah mobil, harus diisi oleh bahan bakar supaya bisa berjalan. Logika kita, bahan bakar apa yang canggih?

Supaya performanya tangguh dan larinya bisa sangat kencang. Jadi yang dicari adalah jenis bahan bakarnya. Melupakan hal yang lebih krusial

Kapasitas dan kebutuhan mobil itu sendiri. Mobilnya kelas 1000 cc, mau dikasih bahan bakar apapun, pasti sulit mengimbangi mobil 2000 cc

Kebutuhan mobil, kalau basis mesinnya adalah diesel, mau dikasih bahan bakar paling canggih sekalipun tapi bentuknya bukan solar? Mogok lah!

Tubuh manusia ya rada mirip-mirip gitu. Jangan cuma dipikir, makannya apa? Tapi mengacu dulu.. Tubuhnya butuh apa? Tubuh kerjanya bagaimana?

Saya ingat pernah bersepeda di satu daerah dengan teman. Karena terhitung liburan, kami sarapan bersama-sama dengan menu yang ada di hotel

Dia bingung melihat saya sarapan dengan beragam potongan buah. “Gak sakit perut?” dilanjut lagi “Mana kuat buat nanti gowes, jauh lho?”

Dia sih sarapan dengan makanan hotelan yang biasa, bubur, telur dan segelas air putih serta secangkir kopi. “Isi tangki penuh” katanya

Tapi apa lacur, selama perjalanan, dia selalu ada jauh di belakang saya, dari start hingga finish. Pun saat makan siang dia kelaparan sangat

Bagaimana dengan segala macam makanan yang dia katakan telah mengisi penuh ‘tangki’nya tadi? Kemana mereka pergi?

Atau teman saya yang lain, waktu kami bersepeda menempuh jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh tapi menanjak cukup curam dan tajam

Di tengah jalan teman saya ini, mulai terseok-seok dan tercecer, ia merasa lelah, pusing, mual dan ah, pokoknya menderita sekali

Ia berulang kali menghentikan sepedanya. Kami menemani saja. Beberapa memang juga tidak kuat, tapi tidak ada yang semenderita dia

Tak lama teman saya ini muntah-muntah, cukup lama ia mengeluarkan isi perutnya di selokan pinggir jalan. Kasian juga melihatnya

Anehnya pasca dia muntah, justru dia malah seperti mendapatkan tenaga baru dan segera bisa bersepeda lagi secara normal sampai finish

Benar aneh? Gak juga. Justru disitu inti kultwit saya ini

Iseng bertanya ke dia. “Tadi pagi sarapan?”|”Biasa aja sih, telur 1/2 mateng sama susu, segelas”|”Itu aja?”|”Roti sandwich makan di mobil”

*nyengir* “Wah banyak amat?”| “Kan mau nanjak, energi harus full dong!”.. Ya pantesan aja dia muntah hebat. Pencernaannya menderita

Ada beberapa faktor yang membuat manusia bisa sehat dan kuat. Tapi sisi paling mudah adalah menemukan asupan makanan-minuman yang tepat

Bukan sekedar makanan-minuman bersifat super, tapi lebih ke sisi, “cocok atau tidak dengan kebutuhan dan sistem kerja yang ada dalam tubuh?”

Kedua teman saya tadi memberikan contoh yang sempurna, mereka makan banyak-banyak dengan bahan makanan yang secara mitos dianggap menguatkan

Apa lacur? Yang satu gak punya energi konstan untuk bekerja dengan lancar sesuai harapan, yang satu harus muntah dulu baru kuat bisa normal

Jawabannya sederhana, makanan yang mereka anggap menguatkan itu justru membuat sistem cerna mereka menderita, peduli amat materinya apa?

Protein hewani tinggi dalam bentuk telur-susu, adalah mimpi buruk sistem cerna yang harus mensuplai energi saat tubuh sedang bekerja keras

Pun karbohidrat berbentuk bubur, karena ditelan tanpa kunyah, akibatnya ia masuk sistem cerna tak tercampur enzym amilase pada air liur

Setengah mati mendapati bahan makanan demikian. Tubuh pun jadi menderita. Saat berolahraga, sistem cerna bukannya mensuplai malah kebalikan

Energi tubuh seharusnya dipergunakan secara intens untuk berolahraga, sambil disuplai oleh hasil metabolisme sistem cerna, disini dirongrong

Sistem cerna yang direpotkan oleh bahan makanan berat malah menyedot energi tubuh. Jadilah saat berolahraga energi tidak seimbang dipakai

Itu sebabnya teman saya harus muntah dulu, baru tubuhnya menjadi lebih ringan dan bertenaga untuk melanjutkan perjalalanan. Bebannya dibuang

Konsumsi makanan yang menguatkan tubuh untuk melakukan aktivitas, seharusnya tidak duluan memprioritaskan apa yang dimakan? Terbalik

Tapi pelajari dulu cara tubuh sikapi makanan? Apa yang cocok dimakan?Bagaimana supaya yang dimakan, mensuplai energi, tidak malah jadi beban

Itu sebab konsep carbo loading atau protein loading yang sedang populer dilakukan, sering malah memberikan efek berbalik dari harapan

Karena acuannya lebih dahulu pada “apa yang harus dimakan supaya...” bukan “bagaimana cara dan apa yang harus dimakan makan supaya…”

Next time kita bicara, makan apa yang cocok untuk olahraga sesuai jam biologis tubuh dan bagaimana caranya?

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow, gak follow bawel? Mau olahraga tapi tetap kenyang? Treadmil aja dalam dapur restoran.



Kultwit 3.

Pasca Olahraga, Konsumsi Makanan Sehat (Buah dan Sayur Segar)


Aduh, prihatin bener dengar kalimat super duper tolol yang diucap seorang teman "Gue sih makan bebas aja, kan udah olahraga ini"

Yang mengucapkan kalimat ini seorang wanita muda, awal 30-an, cantik, tapi penyakit di tubuhnya segudang. Dia gak mewakili dirinya sendiri

Tapi pernyataan temannya yang rutin olahraga. Dia mau ikut rutin olahraga, untuk hilangkan penyakit, makanya dia pinjam kalimat temannya itu

Yang dia ragu, adalah temannya itu kendati rutin berolahraga, badannya terlihat ideal, tapi penyakitnya juga banyak! Dia bertanya pada saya

Harus berolahraga bagaimana? Supaya doktrin "kan udah olahraga, jadi bisa makan seenaknya" bisa berlaku. Saya menggelengkan kepala

Olahraga, apalagi keras, lalu mengkonsumsi makanan sembarangan = bunuh diri pelan-pelan. #Eh salah, itu bila dilakukan di usia muda ding

Kalau sudah tua? Olahraga keras dan makan seenaknya? Itu sama aja minta cepet-cepet dipulangin sama Tuhan! Kenapa? Agak rumit sebenarnya

Okay, tapi mari saya sederhanakan. Kan katanya saya jagoan ngibul sesuatu yang susah jadi mudah dimengerti

Ingat logika radikal bebas? "Molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya" Apa itu efeknya bagi tubuh?

Dalam jumlah normal, molekul rusak dari radikal bebas seperti mekanisme alam yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk membantu pergantian sel

Dalam jumlah yang sedikit diatas normal, radikal bebas mulai mengganggu, tapi tubuh ada penangkalnya, Superoxide Dismutases katalis pencegah

Masalahnya waktu SOD dibentuk tubuh, terjadi defisit cadangan enzim sebagai pendorong reaksi lain tubuh. Jadilah ketimpangan, tubuh abnormal

Kalau terjadi sesekali ok-lah. Kalau keseringan? Ya cari mati namanya. Ada lagi Gluthatione, antioksidan pamungkas juga. Tapi, ada tapinya

Diperlukan vitamin C dalam jumlah sangat besar untuk memungkinkan hal tersebut terjadi. Masalahnya jarang manusia konsumsi sebanyak itu

Konsumsi dalam konteks yang benar. Dengan kata lain mengambil dari bahan yang alami, buah-sayuran segar. Kalau pabrikan sih, gak bisa jamin

Nah bila radikal bebas mengekspose tubuh dalam jumlah besar, ini bencana luar biasa. Antioksidan yang diproduksi normal saja ada konsekuensi

Apalagi antioksidan yang dibuat masif, besar-besaran, pasti punya efek bumerang lebih buruk. Plus ditambah radikal bebasnya tetap menang

Radikal bebas yang mengambil terus menerus mengambil elektron dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi sel

Bila mutasi itu konstan terjadi, jadilah problem penurunan fungsi organ tubuh yang sangat merugikan kesehatan. Gagal organ, gagal sistem!

Belum lagi kalau kekacauan sel tubuh manusia itu juga terjadi bertahun-tahun, sel tubuh manusia rentan berubah sifat menjadi sel kanker

Hubungannya sama olahraga apa? Nah salah satu pemicu radikal bebas adalah oksigen! Dalam tubuh tidak semua oksigen diproses sempurna

Jelas olahraga butuh energi lebih. Untuk mengubah nutrisi ke energi, proses metabolisme itu membutuhkan kehadiran oksigen berjumlah banyak

Di satu sisi olahraga (yang benar) baik memelihara fungsi tubuh secara anatomis fisiologis. Di sisi lain, olahraga tingkatkan radikal bebas

Jadi bagaimana jalan keluarnya? Berolahragalah dalam takaran yang cukup, tidak berlebih dan tidak kurang. Dan, ini yang penting, makan benar

Paham sekarang kenapa pasca berolahraga dan makan sembarangan adalah tindakan bodoh? Kenapa, karena pasca olahraga tubuh sebenarnya lemah

Radikal bebas meningkat, aktivitas yang memerlukan enzim pendorong aksi metabolism pembentuk antioksidan sita banyak substansi penting tubuh

Anda malah memberi beban tambahan ekstra bila makanan yang masuk adalah makanan sembarangan. Tubuh sudah jatuh tertimpa tangga!

Kalau logikanya cuma supaya gak gemuk berlemak, memang olahraga mungkin bisa jadi jalan keluar. Tapi apa guna? Luar bagus, dalem bobrok?

Bantulah tubuh pasca berolahraga dengan makanan yang benar. Makanlah makanan yang segar memiliki nilai antioksidan tinggi dan kaya enzim

Buah, sayuran segar dan air putih berkualitas. Seharusnya jadi senjata utama asupan makanan pasca berolahraga. Sayang tidak banyak diketahui

Pasca olahraga kita malah akrab dengan makanan-minuman kaya oksidasi, digoreng, dibakar, diproses, apalagi beberapa berembel sehat

Gak heran, muncul anggapan, kalau sudah berolahraga masih kena penyakit, "wah berarti faktor genetik tuh", yah Tuhan lagi disalahin!

Sekarang ubah mind set Anda, setiap berolahraga, jangan merasa sudah memberi tubuh benefit, jadi bisa makan sengaco mungkin. Kebalik!

Pasca berolahraga, justru tubuh berada dalam kondisi rentan. Makanlah sebaik mungkin. Makanan sehat itu gak mahal kok. Buah-sayur segar!

Minuman air putih yang berkualitas dan kaya mineral. Indonesia surganya makanan model begitu. Murah dan kenyang! Jangan buat alasan lagi!

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Olahraga sambil makan enak? Coba makan enak sambil diuber anjing gila!




Kultwit 4.

Kaitan Olahraga "Bersepeda", Serangan Jantung  dan Gaya Hidup

Ditelpon teman seputar kasus pesepeda kolaps di satu destinasi populer yang terkenal sebagai daerah tanjakan. Masalah jantung kata dia

Beritanya sih gak seberapa mengejutkan, karena kebetulan yang jadi topik dia itu, malah temen akrab saya sendiri. Tapi komennya bikin sebel

"Kok sudah main sepeda, masih bisa kena penyakit jantung? Bukannya kalau bersepeda jantung pasti kuat dan aman?" Pengen gue jitak ini anak

"Memangnya kalau orang beli dan memainkan gitar, dia otomatis jadi sejago Eric Clapton? Atau paling gak @ariabaron kalau lokal?" Enak aja

Ya sama aja kayak beli dan bermain sepeda, apa serta merta jantungnya sehat dan kebal dari serangan penyakit? Lagi, enak aja!

Bersepeda memang merupakan salah satu olahraga penunjang kesehatan terutama jantung yang terbaik. Tapi, dengan catatan, kalau dilaku benar

Olahraga yang baik menunjang kesehatan, sepanjang usia, harus masuk dalam level yang biasa kita sebut dengan Cardiovascular Activities

Tentang apa itu aktivitas cardiovascular? Baca kultwit 1.

Juga mencakup cara berolahraga yang aman bagi kesehatan, berapapun usianya, baca baik-baik makanya!

Tapi logika dasar kerja jantung, yang gak nempel di kepala teman saya ini, sampai dia bisa berpendapat main sepeda itu dijamin jantung sehat

Salah satu fungsi utama jantung adalah memompa darah agar tersebat merata ke seluruh penjuru tubuh. Itu sih anak Taman Kanak-Kanak juga tahu

Tapi bagaimana mekanismenya? Nah ini, temen saya yang ahli kesehatan aja pernah keringet dingin, waktu lagi buat seminar, ditanya demikian

Sebenarnya logika sederhannya begini, anggaplah jantung sebagai pompa air yang bertugas menyedot dan dan mendorong air di rumah

Bedanya, kalau di rumah, pompa menyedot air dari tanah, lalu didistribusikan ke seluruh penjuru via pipa & keran. Kalau jantung lebih rumit

Sumber airnya, dalam hal ini darah, lebih terbatas. Ia harus disirkulasikan dengan cermat. Karena produksinya juga gak banyak-banyak amat

Darah membawa oksigen. Anggaplah secara gampang oksigen sebagai sumber energi bagi tubuh manusia. Tugas jantung mensirkulasikan energi itu

Untuk itu koordinasi yang baik antara kerja jantung & paru-paru dibutuhkan. Pertama, jantung memompakan darah ke paru untuk diisikan oksigen

Darah jadi segar, karena sekarang penuh oksigen, ia segera kembali ke jantung, untuk segera dipompakan kembali ke seluruh penjuru tubuh

Nah bedanya dengan pompa air di rumah, begitu air disedot, dikirim ke keran yang membuka, ya habis perkara. Selesai! Jantung gak begitu

Jantung harus memompa dengan kekuatan yang cukup dan kecepatan tepat, agar sampai ke tujuan yang dituju dan masih bisa kembali lagi ke dia

Dan dikembalikan lagi ke paru-paru untuk diisi oksigen. Begitu terus kerjanya sepanjang waktu, supaya kita bisa hidup normal

Nah rumit kan? Bayangkan seluruh penjuru kita, dari ujung jempol kaki sampai puncak ubun-ubun kepala harus selalu dialiri darah

Pe-er bagi jantung bertambah saat kita harus melakukan aktivitas fisik yang berat, berolahraga misalnya, berarti kebutuhan energi bertambah

Darah yang diisi oleh paru harus lebih banyak, oksigen pun demikian, intensitas kerja jantung-paru meningkat. Dipompa pun harus lebih cepat

Agar tubuh bisa kuat dan tetap sehat saat melakukan aktivitas fisik berat itu. Benar, sangkaan Anda, olahraga bisa jadi contoh disini

Jadi olahraga teratur diperlukan untuk memelihara kesehatan jantung. Tapi olahraganya harus benar. Baca lagi link kultwit tadi supaya jelas

Tapi di sisi lain pun harus diingat, berdasar penjelasan tadi, kita harus memelihara kondisi jantung supaya kerjanya benar. Gak cuma dilatih

Makanan harus benar, agar nutrisi bagi jantung terjaga baik. Media yang didorong jantung, darah, harus berkualitas prima. Jangan jelek

Bayangkan kalau pompa air di rumah Anda harus mendorong air yang tercampur lumpur, apalagi kalau kental, terus menerus, apa gak jebol?

Nah jantung juga begitu. Kekentalan darah harus pas, gak boleh terlalu kental, gak boleh terlalu encer. Di sisi pembuluh darah harus dijaga

Bayangkan kalau pipa pompa air di rumah itu berkarat dan bocor atau tersumbat di sana-sini. Kerjanya terganggu, lama-lama pasti jebol juga

Saat pembuluh darah Anda getas, mudah pecah (bocor), dipenuhi sumbatan disana-sini, apa gak setengah mati jantung Anda memompa darah?

Belum lagi fakta sederhana yang banyak dilupa orang, jantung gak cuma perlu memompa darah, dia sendiri pun perlu darah! Kalau kurang? Mogok

Yang paling umum terjadi, pola makan buruk membuat saluran darah penyuplai jantung, koroner, tersumbat. Jantung yang kerja keras, kelabakan

Bisa bayangkan kerja lembur, sampai jam 12 malam, tapi cuma dikasih makan pas jam makan siang saja? Nah bayangkan itu terjadi di jantung!

Sudah ada bayangan sekarang bagaimana kerja jantung menunjang fungsi tubuh? Bagaimana supaya dia bisa sehat? Kenapa dia bisa malfungsi?

Semoga pasca membaca ini, statement gebleg kayak temen saya tadi gak keluar lagi. "Main sepeda = jantung sehat! Dijamin!" Enak aja

Problem kesehatan makin rumit dari hari ke hari, karena pemahaman sederhana seperti yang saya tuturkan tadi umumnya sumir di orang awam

Jangankan orang awam, yang ahli kesehatan aja, memberikan penjelasan fisiologis mendasar tapi aplikatif sering terbata-bata, bingung sendiri

Semoga analogi level anak sekolah dasar yang saya berikan bisa membuat pemahaman kerja dan perawatan jantung lewat olahraga lebih baik

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow! Gak follow bawel? Jantung gak kuat mompa? Tranplantasi aja, tapi gantinya pompa aer!


Kultwit 5.

Kenapa Gula Darah Naik Walau Suka Olahraga?!


Semalem diskusi dengan teman seputar masalah gula yang dideritanya, tergelitik untuk menyampaikan disini, itung-itung edukasi buat sesama


Teman komplain, dia diingatkan jaga makan dan minum obat, bila gak mau gula darahnya tinggi terus hingga nanti dia perlu suntik insulin


Dia bilang, kenapa tubuhnya menyikapi naiknya gula darah terlalu berlebihan? "Kenapa harus insulin tergesa-gesa keluar, kan gue perlu gula?"


"Gue perlu tenaga besar, makanya makanan gue harus banyak gula. Sayang badan gue terlalu over protektif dalam mengeluarkan insulin!" Idih


Situ okeh? Mekanisme perlindungan Tuhan disalahin? Lagian ge-er amat nganggep dirinya punya tubuh sepesial, beda dari manusia laen. Oy sama!


Semua manusia di dunia, mau di Gedung Putih, US sampe di bedeng pasar becek Zimbabwe, kalau gulanya naik, pasti organ pankreasnya bereaksi


Pankreas keluarkan insulin, menekan turun lonjakan gula darah dengan menyerapkannya dalam sel tubuh. Tapi ini semacam jaring pengaman


Pankreas keluarkan insulin, menekan turun lonjakan gula darah dengan menyerapkannya dalam sel tubuh. Tapi ini semacam jaring pengaman


Gak boleh keseringan dan kebanyakan. Bila ya, pankreasnya kelelahan dan fungsi insulin menurun. Tubuh capek keluarkan insulin, eh gak ngefek


Gula darahnya masih tinggi, membuat kerusakan sana-sini. Padahal tubuhnya sudah keburu lelah. Eh, temen saya masih ngeyel aja


"Tapi kan gue suka olahraga, gapapa gula tinggi, energi banyak keluar" Halah, dasar atlet gagal. Gula dalam darah gak melulu identik energi


Gula darah berlebih malah punya sifat racun bagi tubuh. Dia merusak cadangan protein tubuh dan merubahnya menjadi zat merusak, sakarifikasi


Salah satu efek merusak sakarifikasi adalah menghentikan kerja radikal bebas dalam membuang tumpukan sampah tubuh. Jadilah racun perusak


Tumpukan racun disebarkan darah ke seluruh penjuru tubuh. Itu sebab tinggi gula identik dengan penyakit degeneratif, penurunan fungsi tubuh


Stroke, kebutaan karena katarak dan glaukoma, darah tinggi, jantung dan lainnya. Atau tentu saja problem kesehatan identik gula, diabetes


Jadi jangan ge-er banyak aktivitas fisik, bisa seenaknya makan gula. Gak semua identik diproduksi jadi energi. Lagian seberapa kenceng sik?


Atlit aja, pasca latihannya kendor, sering bermasalah dengan gula. Apalagi amatiran yang program latihannya minim skema, dapet salam


Ya udah, gitu deh. Tau diri sama gula. Jangan ge-er suka olahraga bisa makan seenak jidat. Nanti kalau menderita Tuhan disalahin


#Olahraga #Sport #MitosdanFaktaOlahraga #Sehat #healty #healtylife #lifestyle #GayaHidup 

Tuesday, August 25, 2015

Asam Urat, Kolesterol vs Gaya Hidup




Ada beberapa pertanyaan tentang asam urat yang dilarang konsumsi sayuran. Juga ada yang minta link kulwit tentang asam urat...

Bagi pelaku FC tentu paham, kenapa seseorang bisa "sakit" ? Karena pola makan buruk hariannya, apa yang dimasukkan ketubuh lebih banyak makanan dan minuman pembentuk ph asam. Blom lagi hal lain semisal ga pernah olahraga, sering begadang, bawaannya "sensi" kurang bahagia dg kehidupan, dsb...

Padahal yang terbaik buat tubuh adalah makanan dan minuman pembentuk ph basa (sayuran segar, buah-buahan segar & air putih berkualitas). Ketika apa yang masuk ketubuh kita adalah sesuatu yang bener dan sehat, itu juga akan berdampak dg pikiran & perasaan. Tentunya lebih bahagia juga bisa mengontrol bermacam-macam jenis emosi lainnya...

Nah, sebelum ketakutan dg sayuran segar, mending cek dan ricek dulu bagaimana gaya hidupnya  (pola makan). Rasanya eneg deh setiap masalah kesehatan yang jadi tertuduh kembali sayuran lagi, difitnah lagi. :(

Penting juga bagi kita memilah dan memilih informasi kesehatan bukan hanya berdasarkan "katanya", liat yang kasih info bagaimana kondisi kesehatannya, berkualitas ato tidak, agar kita ga tersesat akibat kegalauan hal yang bersifat mitos.

Terkait hal ini, saya coba cari beberapa kulwit yang berkaitan, kemudian saya rangkaikan beberapa kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang seputar hal tersebut.

Yuk, baca perlahan... bagi yang membutuhkan dan membawa manfaat silakan share thread ini...

Ada banyak fenomena lucu seputar kesehatan. Takut pada satu hal (yg sebenarnya baik) dan santai saja dengan hal lain (yg sebenarnya buruk)

Takut dengan sepiring karedok karena ada bumbu kacangnya atau “ah sayurnya mentah, takut ah” tapi santai saja mengkonsumsi sepiring spaghetti bolognaise

Takut mengkonsumsi segelas jus buah segar karena bisa sakit perut, tapi santai saja menegak segelas besar susu sapi

Ketakutan konsumsi sayuran segar karena nanti terkena problem asam urat, tapi sosis sapi ukuran besar tanpa takut ‘dihajar’

Sejatinya ketakutan tidak mendasar itu malah membawa seseorang dari sesuatu yang baik menuju ke hal yang buruk bagi kesehatan

Makanya jangan malas belajar. Jangan mau dikibuli (dlm arti sesungguhnya *nyengir*) oleh mitos atau salah paham tidak mendasar

“Pak, jangan pake jeroan ya, saya gak mau kena kolesterol! Daging aja”

Geli mendengar seorang ibu mengomando tukang sop kaki “Pak, jangan pake jeroan ya, saya gak mau kena kolesterol! Daging aja”

Yah, bu.. Kalau takut kolesterol sih kok nekat makan sop kaki? Itu kan sama jalan di tanah becek tapi kakinya gak mau kotor

Kalau nekat makan hidangan semacam sop kaki ya beranilah dengan resiko yang menghadang. Jangan setengah-setengah

Lagipula menghindari jeroan dan makan sop kaki yang isinya daging, tidak menghindarkan si ibu dari ancaman kolesterol (jahat)

Si ibu salah kebet, yang dihindari itu purin, penyebab asam urat, bukan kolesterol. Jeroan mengandung purin 100-1000 mg/100 gr

Daging (sapi) memang lebih rendah purin dibanding jeroan. Tapi kalau kolesterol? Ya sama! Selama si ibu malas makan buah-sayur

Dinding pembuluh darahnya akan tipis dan mudah pecah, membuat LDL (kolesterol jahat) protein hewani dipergunakan untuk melapisi

Lebih baik si ibu memilih isi sop kaki itu sebebas dia mau. Asal diingat, makan sebulan sekali dan ditemani sayuran mentah

Atau kalau mau makan seminggu sekali juga bisa. Yang penting ingat, limpahan buah dan sayur hariannya harus tinggi. Agar aman!

Kulwit lainnya...

Berikutnya, ‘kibulan’ sayur dan buah. FC berkonsentrasi mengonsumsi banyak buah dan sayur segar tanpa dimasak.

Sayuran adalah pembentuk PH darah basa yang sangat positif bagi tubuh. Memasaknya berarti menghilangkan kandungan enzim & air.

Enzim adalah energi kosmik dan inti kehidupan yang menjadi katalisator seluruh aktivitas dalam metabolism tubuh.

Enzim tidak hanya diproduksi oleh tubuh juga terkandung dalam buah dan sayuran yang mirip dg apa yg ada dlm tubuh manusia.

Sayur dalam keadaan mentah-segar mengandung penuh enzim yang diperlukan tubuh.

Makanan tanpa enzim tidak hanya diperlakukan sebagai benda asing pengganggu juga dianggap musuh yang harus dilawan.

Sel darah putih merupakan pasukan yang mempertahankan diri dari serangan ‘benda asing’.

Mengonsumsi makanan ‘musuh’ secara terus-menerus akan berpotensi membuat tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan.

Bila sel darah putih berlebihan, maka alih-alih menjadi pertahanan malah berubah menyerang sistem pertahanan tubuh (leukositis).

Makanan tanpa enzim juga memberatkan sistem cerna tubuh yang akan mengurangi kemampuan hidup manusia secara menyeluruh.

Mengonsumsi sayur dan buah mentah menghemat banyak cadangan enzim tubuh sehingga kualitas kesehatan & hidup terjaga.

Vegetarian yang mengonsumsi makanan masak-non-enzim tentu tidak sesuai dengan konsep pola makan sehat.

Mengonsumsi sayuran dapat dilakukan juga dengan menjus. Nutrisi sayuran menjadi lebih mudah terkonsentrasi, ditelan & diserap tubuh.

Bagi penderita asam urat, dapat mengonsumsi sayuran berwarna untuk sementara spt wortel, paprika, kubis, bit bahkan cabai.

Setelah membaik, dapat mengonsumsi sayuran hijau seperti biasa, memakan sayuran mentah.

Gangguan asam urat adalah saat kadar asam urat (gout) dalam darah telah melewati ambang batas norma (7mg%).

Kondisi ini ditandai dengan keluhan rasa sakit pada sendi lutut dan kaki, bengkak serta nyeri.

Penumpukan kristal asam urat trjd krn metabolisme makanan mengandung kadar purin sgt tinggi dikonsumsi terus menerus& jangka panjang.

Asam urat adalah produk akhir proses asupan purin. Mengonsumsi purin dalam jumlah normal tidak menjadi masalah.

Pada tubuh, ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadar asam urat. Dlm keadaan normal, kelebihan kadar dibuang lwt air seni.

Bila jmlhnya di atas ambang batas toleransi maka ginjal tak mampu mengontrol asam urat, menumpuk pd sendi & jaringan tubuh lainnya.

Makanan yang identik dg purin adalah makanan umum manusia modern seprti makanan prosesan (ikan kalengan, kaldu blok, dll).

Jeroan, protein hewani dan jenis yang diproses dengan ragi seperti roti, ‘cake’ dan bir juga biang keladi asam urat.

Jadi biang keladi asam urat bukan sayuran walaupun bbrp sayuran mengandung purin namun berkadar jauh di bwh makanan prosesan.

Menghindari sayuran segar justru lebih memperparah asam urat. Hindari protein hewani, junkfood & sayuran dimasak.

Penderita asam urat malah perlu mengonsumsi air putih minimal 2,5 liter/hari untuk membantu kinerja ginjal.

#FoodCombining #KibulanSehat #AsamUrat #Kolesterol


Kulwit kedua :


Asam Urat vs Pola Makan Sehat

Banyak orang yang terjerumus dalam kepercayaan umum tentang kesehatan yang keliru, melihat suatu penyakit hanya pada satu sisi dan tidak memperhatikan bahkan terlewat pada keseluruhan apa yang menjadi penyebab sebenarnya...

Sehingga bukan mengatasi masalah, tetapi menambah masalah...

Kulwit tadi malam tentang Asam Urat yang kembali dibahas pakar Food Combining Erikar Lebang

Yuk simak dan baca perlahan, smoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan...

Mau ngomongin tentang asam urat nih..

Pernah merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian sendi? Kadang (walau jarang) disertai mual, nyeri perut, urine berdarah

Bisa jadi itulah yang selama ini sering dibicarakan sebagai ‘penyakit asam urat’ atau nama lainnya yang lebih pas adalah gout

Sejatinya asam urat itu bagian normal darah dan urine. Bentuk turunan metabolisme senyawa purin. Yang didapat dari makanan dan proses tubuh

Yang masalah adalah saat kadar asam urat tubuh ada di atas normal. Kemampuan buang tubuh jauh lebih sedikit dibanding produksi yang ada

Sisanya menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal tajam natrium. Sering terkumpul merusak areal lembut persendian, sinovium

Sendi yang sakit hingga sulit bergerak, susah melangkah kadang bengkak. Bisa juga telapak kaki serta tumit berasa ada batu kecil kalau jalan

Mengganggu? Ya tentu. Tapi gak cuma itu bisa merembet kembali ke masalah yang lebih serius, urine berdarah sampai seperti ada pasir dan batu

Ya udah

Kita bahas salah kaprah problem asam urat. Karena biang keladi adalah purin. Masalah utama lalu dilarikan pada “makanan apa yang sarat itu?”

Protein dari makanan merupakan sumber purin paling tinggi. Mau hewani ataupun nabati. Masalahnya protein hewani adalah makanan favorit

Beberapa prosesan protein hewani juga buat kadar purin menjadi lebih tinggi, dikalengkan, diasinkan semisal. Ini sering luput dari perhatian
Yah salahin yang lain aja deh

Jadilah beberapa jenis sayuran berwarna hijau; bayam, kangkung, asparagus, brokoli. Kembang kol juga tauge lebih sering diharamkan penderita

Makanya gak aneh bila penderita asam urat seperti ada di nowhere’s land. Penyakitnya gak sembuh, makin parah. Kenapa? Salah nembak sasaran

Bukannya mengkoreksi gaya hidup yang membuat mereka punya masalah asam urat, malah sering sekali hindari makanan yang sebenarnya bermanfaat

Karena protein hewani enak, lebih gampang menghindari makanan yang memang gak disuka dari awal, sayuran! Protein hewani jalan teruslah

Konyolnya protein nabati yang sejatinya lebih mudah diterima dan diproses tubuh pun kadang diemohi dengan alasan sama. “Bikin asam urat”

Saya punya teman hobi banget makan sate-sop kambing sarat protein hewani dan jeroan. Paling anti makan sayur, “takut asam urat gue kambuh”
Emang bener gak pernah kambuh?
Dari Hongkong!

Seringan kambuhnya daripada sehat. Pergi sama dia sama kayak jalan sama siput. Lelet!

Yang lebih krusial dari masalah asam urat sebenarnya “kenapa sistem pembuangan tubuh terganggu?”. Disini ginjal dan urin adalah elemen vital

Muncul pertanyaan, kenapa performa dia bermasalah? Nah disini masuk perawatan gaya hidup yang sering banget alpa diperhatikan orang

Misal kenapa penderita asam urat sering sekali identik dengan yang hobi minum kopi-teh? Sederhana jawabannya. Mengacu pada sifat diuretiknya

Diuretik atau membuang cairan tubuh, membuat cadangan cairan tubuh peminum kopi dan teh selalu ada dalam kondisi minus. Mudah dehidrasi

Jadi saat dibutuhkan oleh ginjal dan materi urin untuk atur sirkulasi prosesan purin, ya bermasalah.
Kan cadangan airnya kurang?

Ini fakta yang sulit diterima pecinta kopi-teh karena kandungan purin dua elemen ini sebenarnya rendah. Tapi ini masalah sistem terintegrasi

Alkohol? Jangan diomongin lah. Daya diuretiknya lebih dahsyat, beberapa produk alkohol seperti bir kadar purinnya tinggi. Ya mampus aja deh

Yang lebih menyedihkan sebenarnya penderita asam urat menghindari makan sayur, mereka dirugikan berlipat-lipat ganda ketimbang diuntungkan

Beberapa sayur memang berpurin. Tapi bila paham fungsi positif sayur yang kaya antioksidan cegah radikal bebas (perusak sel) gak akan takut

Asam urat sejatinya adalah salah satu bentuk antioksidan yang simpelnya bertugas menjaga agar sel yang rusak ada dalam batas normal

Fungsi antioksidan ini lebih identik ada pada sayuran, terutama segar, ketimbang protein hewani. Salah satunya karena proses jelang santap

Makanya pelaku pola makan sehat seperti‪#‎Foodcombining‬‪#‎RawFood‬‪#‎DietAlkali‬ yang banyak makan sayur gak pernah punya masalah asam urat

Malahan mereka yang tadinya punya masalah asam urat jadi terbebas, saat mereka mengadopsi pola makan sehat tersebut. Seru kan?
Gampang

Demikian kibulan ini. Suka sukur. Gak suka unfollow. Gak follow bawel? Asam urat hobi daging? Ya udah operasi bionic aja, biar sendinya besi

Tulisan dan gambar diambil dari berbagai sumber

Thursday, August 20, 2015

Diabetes vs Gaya Hidup



Bicara Diabetes, jadi ingat beberapa kenalan yang ortunya terkena Diabetes, tapi dia diberi informasi bahwa diabetes bukan penyakit turunan, jadi dia yang harus jaga makanannya.

Informasi sudah lumayan tapi sayangnya ga "menyeluruh", yang berdampak salah persepsi. Dia mengurangi konsumsi nasi dan gula, juga mengganti gula putih dg gula "rendah kalori" (kemakan iklan deh), kalo minum teh ga pake gula (padahal teh juga ga sehat). Yang ada dia dapet "sakit lain" sering pusing sakit kepala tekanan darah tinggi. Ada lagi yang lain, ganti beras putih dengan merah, tapi pola makan ga berubah ya minim manfaat akhirnya...
mirip dengan isi kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang berikut ini...

Yuk baca perlahan...

Hari ini ditanya teman tentang fenomena gula darahnya yang meroket dalam beberapa waktu terakhir. Dan diperingatkan oleh lingkungan sekitar


Kebetulan keluarganya memang divonis sebagai "keturunan diabetes". Nah, kebetulan teman ini diberitahu oleh rekan lain tentang saya


Dia diberitahu, bahwa saya selama ini mengedukasi tentang konsep "sehat itu masalah pribadi bukan masalah keturunan/genetika", dia penasaran


Ini sih tipikal banget pola makan yang kaya dengan elemen perusak kestabilan tubuh. Salah satunya biang kerok gula darah yang melulu meroke


Diledek saya bertubi-tubi, perlahan dia mulai menyadari, doktrin diabetes itu penyakit turunan adalah ide yang bodoh serta tidak realistis


Dia lalu tanyakan pada saya tentang logika pemakaian obat untuk menjaga tingginya kadar gula darah dalam tubuhnya. Wah, alamat diledek lagi


Dia rupanya mendapat informasi, doktrinisasi kalau saya bilang, "bila diabetes sudah menyerang penekan gula darah adalah obat seumur hidup"


Saya berikan saja logika sederhana pada dia, "Kalau di rumah elu bolak-balik kemalingan karena pagernya gak ada, jadi polisi rutin ke rumah"


"Pilh opsi mana? Rutin datengin polisi ke rumah tiap kemalingan atau pasang pager?" Dia ketawa, "Ya pasang pager lah", "Kenapa?" tanya saya


"Bisa dikeplak polisi gue kalau kemalingan melulu, dan lama-lama ya bangkrut lah". Nah, logika sama dengan orang diabetes bergantung obat


Sebagai cucu dari nenek yang dua-duanya meninggal karena diabetes, saya kenyang mendengar keluh kesah orang yang divonis minum obat terus


Obat penurun gula darah punya banyak efek samping mulai dari yang ringan seperti sakit perut berkepanjangan, sesak nafas, sampai liver rusak


Ini sama dengan logika, bukannya masang pagar yang melindungi rumah, kita lebih senang mendatangkan polisi untuk urusan kemalingan


Bukannya mengkoreksi pola makan yang menyebabkan gula darah mudah meroket, kita malah lebih bergantung pada konsumsi obat-obatan


Teman saya agak mengernyitkan dahi saat bicara masalah perubahan pola makan, dia mengaku, "saya sudah gak makan gula dan kurangi nasi lho"


But the truth is, dia sebenarnya tidak berhenti 'makan gula', tapi mengkonversi beberapa bagian dari konsumsi gulanya dengan gula diet


Ini sih sama aja mindahin diri kita dari kandang macan laper ke kandang buaya lagi dipaksa diet. Lari dari masalah lain, ketemu masalah baru


Walau sering 'dingelesi' oleh produsennya dengan kalimat, "belum ada bukti valid ilmiah" pemakaian rutin gula artifisial sangat berbahaya

Unsur pengganti rasa manis dalam gula artifisial seringkali adalah unsur kimiawi yang sangat berbahaya bagi otak dan sistem syaraf tubuh


Teman saya segera mengiyakan kalimat ini, "Wah pantes gue jadi lebih sering pusing dan migren akhir-akhir ini". Nah, itu udah ngalamin!


Terus ke sisi dia sudah mengurangi nasi. Secara logika konsep dia untuk mengurangi sebenarnya cuma jadi urusan porsi yang semu belaka


Logiknya begini, kalau biasanya saya sekali makan porsinya dua piring nasi putih, mulai sekarang cuma satu piring! Masih laper? Makan roti


Meh!

Sama aja bohong!


Gak tau siapa yang mengedukasi teman saya ini, kalau nasi putih itu gak bagus untuk diabetes, lalu saat pindah makan roti, dikira aman?


Itu sama dengan pilihan antara mau bunuh diri dengan pisau komando atau pisau dapur. Beda wujud, tapi sama-sama bisa bikin mampus!


"Iya, biarpun roti gandum juga, rata-rata jenis favorit yang empuk dan enak itu, komposisi aslinya cuma roti biasa dikasih gandum dikit"


Problem penyakit yang disebabkan oleh diabetes soalnya gak main-main, bukan dalam wilayah 'mati mendadak' kayak sakit jantung semisal


Penyakit yang diderita akibat masalah terkait gula darah itu, rata-rata tergolong MPP, bukan masa persiapan pensiun, tapi Mampus Pelan-Pelan


Dari mulai disfungsi ereksi, luka sulit sembuh, lumpuh hingga kebutaan yang gradual. Bagi yang tadinya sombong akan kebugaran? Menyakitkan!


Konsumsi obat penurun gula darah tanpa mengubah pola makan kalau menurut pengamatan Dr. Okamoto, yang sering menangani masalah gaya hidup


Sejatinya secara jangka panjang tetap tidak mampu mencegah kenaikan kadar gula darah dan Hemoglobin A1c, hal yang identik penderita diabetes


Mengubah pola makan, gaya hidup total adalah satu-satunya cara mengatasi masalah degeneratif seperti diabetes ini. Bukan dengan minum obat!


Perubahan pola makan bukan melulu terkait doktrin hal-hal yang anak kecil juga tau, "kurangi gula", "jangan gendut-gendut", "jangan rakus"


Mengkonsumsi makanan minim guna seperti nasi putih, makanan diproses lama, makanan-minuman pabrikan, contoh rutinitas yang harus distop


Kebiasaan mengkonsumsi kopi atau teh atau minuman energi sebagai alat untuk mendongkrak performa tubuh juga rentan merusak kesehatan


Karena seringkali tubuh dipaksa menggunakan jalan darurat menaikkan kadar gula darah secara mendadak untuk mendapatkan energi sesaat


Konsumsi makanan yang nilai alaminya tinggi, seperti buah dan sayuran segar. Biji-bijian yang diolah sendiri dalam wujud bersahabat ke tubuh


Beras hitam, merah dan cokelat semisal. Intinya menyesuaikan pola hidup kita dengan alam, karena memang Tuhan mendisain tubuh kita begitu


Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow, gak follow bawel? Hobi manis? Siram aja satpam kumisan galak pake gula cair trus jilatin


#FoodCombining #KibulanSehat #Diabetes