berpikir positif akan membuat hidup semakin bersemangat, dengan pola makan-minum sehat akan membuat jiwa dan raga semakin positif, terus belajar dan menggali semakin dalam agar semakin berwawasan dan berpengetahuan.
Tuesday, December 15, 2015
Dibalik Bahaya Asal Diet
Dibalik Bahaya Asal Diet
Tubuh kita ini telah didesain begitu sempurna oleh Sang Pencipta
Fakta bahwa tubuh kita memiliki kemampuan luar biasa dan satu-satunya sistem penyembuhan saat penyakit menyerang
Dan tubuh sehat yang telah dijaga pola makan sehatnya, secara alami akan mencari dan menyesuaikan berat idealnya
Kembali saya lampirkan kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang membahas hal terkait
Yuk baca dan simak perlahan, smoga bermanfaat bagi yang membutuhkan
Pernah ada observasi menemukan dari semua wanita penderita kanker yang dijadikan responden.. Semua, ya semua, pernah ikut program langsing
Gak otomatis menuduh bahwa program diet asal langsing itu membuat orang kena kanker. Tapi kalau arahnya cenderung kesana, apa masih nekat?
Jangan tanya definisi dietnya apa? Diet melangsingkan tubuh secara desperate pasti akan merusak tatanan harmoni tubuh. Secara desperate ya
Tapi even diet kalori pun, yang katanya terukur, rentan ada dalam kondisi rusak harmoni tubuh dalam jangka panjang. Karena logika dasarnya
Logika dasarnya adalah mengurangi pasokan kalori tubuh. Dengan harapan kelebihan gula dan lemaknya berkurang, tubuh berangsur normal
Ujung-ujungnya sih membuat orang kelaparan jangka panjang juga. Kadang malah masih dibarengi dehidrasi, dengan pemanfaatan teh hijau semisal
Karena katalisator utamanya adalah turun berat. Makanya mau diet apapun, termasuk diet kalori resmi, ukuran sukses atau tidak? Berat turun!
Peduli setan, beratnya turun karena dehidrasi, kulit mengeriput, muka pucat, tekanan darah tidak stabil dan indikator tubuh tidak sehat lain
Yang penting “Beratnya Turun!”
Sedihnya lagi, diet desperate langsing itu rata-rata gak ada yang bertahan lama. Gak sampai hitungan tahun, bulan, sudah gendut lagi
Timbul tekat untuk mengulangi kisah sukses lama itu, diulang lagi diet asal turun berat itu. Ada yang gak sanggup, dia cari diet model lain
Berarti tubuh akan alami siklus penyiksaan yang sama lagi. Metabolisme, harmoninya dipermainkan lagi. Begitu terus, karena gak stabil kurus
Kenapa penyakit bisa muncul belakangan? Pake logika aja. Karet yang bolak-balik ditarik-ulur, pasti akan rusak, mengendur. Ya sama!
Sel tubuh yang bolak-balik dipaksa dehidrasi, rentan berubah jadi sel tidak sehat. Walau didaur ulang tubuh, sel barunya gak bisa sempurna
Ya jangan heran, kalau suatu saat sel itu berubah sifat jadi radikal, dan ganas. Beralih wujud ke sel kanker. Masih banyak lagi alasan lain
Makan benar itu sejatinya membuat tubuh sehat. Tubuh sehat gak akan membuat kita gembrot atau ceking, normal saja. Ingat, normal!
Berotot seperti patung Daud pahatan Michael Angelo itu sulit dikategorikan normal, saat metabolisme pria sudah masuk kategori 30-40’an
Atau perut ultra rata seperti super model Tyra Banks di usia 20-an, juga gak bisa dikategorikan normal bagi wanita usia 30-an
Jadi tampilan normal saja, yang pasti fungsi tubuh semua sempurna dan baik. Percaya deh, kegemukan, kekurusan, fungsi tubuh pasti tidak baik
Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow! Gak follow bawel? Desperate langsing? Sedot lemak aja gih.. Pake Vacuum Cleaner!
#FoodCombining #FoodCombiningItuGampang #Diet
Kulwit 2
Sehat berkualitas bukan berbasis hal semu, "langsing"
Masih dan akan slalu ada yang salah paham dengan pola makan sehat #FoodCombining apabila belom mempelajarinya secara menyeluruh.
Ini salah satu efek dari banyaknya pola makan yang bertebaran tetapi tujuannya kebanyakan untuk memperoleh "tubuh langsing" lalu bilang kalo tubuh langsing bonusnya sehat. (Diboongin iklan)
Beda sekali dengan #FoodCombining, dimana tujuan utamanya adalah sehat berkualitas, kemudian tubuh yang sehat akan menyembuhkan sakitnya sendiri dan tubuh yang sehat juga akan mencari berat idealnya sendiri.
Makanya, pelaku FC yang "sakit" akibat bablas cheating biasanya akan lebih kencang menjalankan FC nya kembali, bukan "ngobat" apalagi berhenti FC dulu... (Salah kaprah pemahaman)
Balik lagi sering-sering baca, pelajari dan pahami FC, agar ga mudah kesaru klaim iklan-iklan "produk kesehatan" maupun informasi yang cuma berdasarkan "katanya" padahal cuma mitos semata.
Kembali saya lampirkan kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang seputar hal terkait.
Yuk simak perlahan, smoga bermanfaat bagi yang membutuhkan...
Pola makan sehat seharusnya punya definisi, juklak dan hasil yang jelas, tubuh yang sehat secara menyeluruh. Tidak hanya parsial saja"
Banyak sekali pola makan diklaim sehat, tapi parameternya hanya hal parsial, semu & berlaku temporer. Yang paling sering dipakai, "Langsing"
Kalau berat badan turun, langsung dicap sehat dan dietnya sukses. Yang diihat pun hanya momen dimana tubuhnya langsing itu tadi"
Apalagi rata-rata pelaku yang melangsing itu langsung testimoni dimana-mana, "badannya lebih enteng, lebih percaya diri.." dan lainnya"
Yang luput dari perhatian adalah, beberapa saat setelah langsing, pelaku biasanya berat tubuhnya meroket lagi, atau terserang penyakit berat"
Bahkan saat melangsing itu sendiri pun, banyak ciri fisik terlewat. Kulit mengering, menggelap, vitalitas menurun, mudah sakit dan lainnya"
Konsep pola makan sehat semacam ini kembali berlaku parsial, hanya berfungsi untuk yang berat tubuhnya diatas normal. Yang berseberangan?"
Mereka yang beratnya di bawah normal, kemudian merasa bahwa pola makan sehat bukan untuk mereka. Lah, beratnya aja udah irit? Mau turun?"
Padahal mereka yang bertubuh kurus juga punya masalah kesehatan fisik signifikan, yang umum tekanan darah rendah, daya tahan tubuh lemah"
Anemia juga acap ditemui, bahkan dalam beberapa kasus problem klasik obesitas juga mereka miliki, kolesterol dan tekanan darah tinggi"
Jadi pola makan sehat itu berlaku gak adil dong? Terjadi kecurangan bersifat massive, sistemik dan terstruktur? #eh salah, sambil nonton sih"
Ini yang menjadi indikator, banyak sekali pola makan diklaim sehat, padahal sebenarnya mereka tidak mewakili sehat dalam artian yang sejati"
Belum lagi kalau mengklaim sebagai pola makan sehat, tapi segera diembeli oleh suplemen atau produk kesehatan yang berharga selangit"
Sehat belum tentu, jadi kere sudah pasti"
Apa sehat hanya berlaku bagi yang kelebihan berat badan dan memiliki uang cukup banyak? Jawaban sederhananya tentu saja, tidak!"
Kalau percaya sama Tuhan, hidup sehat itu sangat mudah dan murah. Kerennya Tuhan sudah menciptakan sistem yang begitu rapi dan mudah diikuti"
Kalau kita mengikuti itu dengan cermat, mematuhi juklak yang dibuat, sehat sudah bisa dipastikan, karena kita selaras dengan yang diciptakan"
Mereka yang rutin mengkonsumsi produk buatan Tuhan sedekat mungkin dengan kondisi alamiahnya, mudah sekali menjadi sehat"
Tuhan mendisain sistem cerna manusia harmoni dengan buatan alami ciptaannya. Sementara untuk buatan pabrik, sistem cerna kita gak nyambung"
Setelah itu levelnya baru masuk di wilayah, ciptaan Tuhan mana yang sesuai dengan sistem cerna manusia? Itulah yang menjadi menu utama kita"
Buah dan tumbuhan segar jadi prioritas utama. Biji-bijian, protein hewani menyusul di belakang. Minumlah hanya air putih berkualitas"
Sesuaikan dengan kapasitas kerja sistem cerna kita. Mengunyah dengan baik, makan dengan tertib, pilah unsur yang sesuai kerja sistem cerna"
Rumit? Sebenarnya tidak juga. Nenek moyang kita melakukan hal sama dari dulu. Kuno? Gak juga, genetika mereka dan kita, gak beda, sama saja"
Usia kita kan banyak yang lebih panjang dari nenek moyang kita. Ada benarnya juga. Tapi banyak diantara kita yang usia panjangnya semu"
Kini banyak yang habiskan beberapa saat masa terakhir hidupnya dengan mempergunakan obat, alat bantu hidup, bahkan tergolek tidak berdaya"
Intinya pola hidup sehat seharusnya mewakili kehidupan kita secara lebih hakiki. Lebih berkualitas dalam menjalani hidup"
Bukan berbasis hal semu, langsing, atau sekedar kehilangan masalah kesehatan sesaat. Kalau nanti di waktu depan sakit lagi, atau jadi rutin"
Rutin sih sakit?"
Jadi kalau ada klaim pola makan sehat, cek kondisi, apakah berlangsung awet atau cuma semu? Kalau pun melangsing, cek apakah sehat tidak?"
Kalau yang beratnya kurang, mestinya begitu mengadopsi pola makan sehat, berat mereka malah naik ke normal. Atau paling gak jadi lebih sehat"
Dan.. Nah ini yang paling penting, hidup Anda akan menjadi sehat berkualitas. Setidaknya hingga nanti kontraknya dari Tuhan selesai."
Berkualitas: gak penyakitan, gak cepat terlihat tua, selalu penuh vitalitas & moodnya selalu terjaga. Gak delusional, bermasalah mental #Eh"
Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Bermasalah kelebihan berat? Sedot aja lemaknya.. Pake vacuum cleaner!"
#FoodCombiningItuGampang #KibulanSehat #SehatBerkualitas #Langsing
Kulwit 3
Pelajari tubuh dengan baik karna Sehat Bukan Asal Gemuk atau Kurus
Menjalankan pola makan sehat Food Combining ini, harus siap lahir batin.. juga tidak sekedar ikut-ikutan tanpa nyari tau dulu ilmunya...
Harus Siap terkaget-kaget mendapati penyakit pada kabur + bonus plus2nya...
Harus Siap lagi, bakal sering ditegur sekitar, karna dianggap aneh dsb...
Saya sendiri jenis orang yang cuek, walau sekitar rempong abis.
Paling sering dibilang lagi diet ya, ich... ga nikmatin hidup kamu... dsb
Jawabnya tergantung mood, dari ga direspon atau cuma kasih senyum, atau nyahut seasalnya atau dijelaskan... tergantung...
Kembali, sehat itu pilihan, berawal dari pola pikir yang terbuka dan mencari tau fakta, tidak terbawa mitos menyesatkan...
Seperti biasa, saya lampirkan kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang seputar hal terkait
Yuk baca dan simak, smoga bisa membuka wawasan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan
Sedih dapet pertanyaan, lebih mirip statement, yang bilang kalau memperhatikan makanan itu sama dengan mengurangi asupan gizi dalam tubuh
"Duh, gimana ya mau coba #Foodcombining, saya makan sembarang begini aja jadinya kurus, gimana kalau makannya dijaga?" Miris dengernya
Ini memperlihatkan dunia kesehatan kita memang punya kegagapan dalam mempelajari fakta bahwa makanan dan tubuh punya aturan main sendiri
Makan tidak seperti menabung uang di celengan, makin banyak dimasukan makin penuh. Logika bodoh? Memang! Sayang ilmunya berlakunya begitu
Pemahaman yang umum berlaku, makan sehat sama dengan diet kalori, makanan dihitung berdasar nilai tertentu, mirip orang menabung di celengan
Kalau makan berkalori tinggi, tubuh akan gemuk. Makan dengan kalori direndahkan, tubuh akan kurus. Tubuh gemuk identik penyakit, kurus nggak
Sederhana? Sayangnya gak sesederhana itu. Tubuh tidak seperti celengan, ada hukum yang berlaku dan memberbedakan mereka. Tidak mutlak sama
Pernah ketemu dengan orang yang sudah makan banyak-banyak tapi tubuhnya tetap kurus? Badannya langsing, tapi saat dicek, penuh penyakit?
Atau sudah makan sesedikit mungkin, diirit-irit, diet kalori ketat, tapi tetap saja gemuk? Ada juga yang tubuhnya gak langsing, tapi sehat
Semua fakta di lapangan ini berlaku mutlak dan benar terjadi. Bahkan lebih banyak dari sekedar fenomena umum diet ala celangan, diet kalori
Berapa banyak sih yang diet kalori ketat, terus bisa sehat dalam jangka waktu lama? Jarang sekali, kalau tidak bisa dibilang sangat jarang
Atau ada gak orang yang divonis sakit tertentu, lalu menjalani diet kalori, kemudian sembuh sehat seperti sediakalah. Lagi, jarang sangat
Yang terjadi, orang berdiet kalori, mayoritas menyerah dan kembali ke pola makan lama. Kalo yang sakit, diet sebentar, lalu andalkan obat
Kalau dari sisi dunia kesehatannya sendiri, seperti pernah saya cerita, rekan saya yang ahli kesehatan pernah jujur bicara pada saya
"Gue paling repot dan mati gaya, kalau di ruang praktek muncul orang yang badannya langsing tapi penyakitnya banyak" Basis dia ahli gizi
Kenapa? Karena logika pola makan celengan yang dia kuasai, jelas gak masuk dalam kategori solusi bagi orang langsing penyakitan tersebut
Kenapa dia tertarik mempelajari ilmu kesehatan makanan seperti #Foodcombining, karena ada pola pikir baru terbuka bagi dia
Pola pikir yang mencerahkan dan bisa menjadi jawaban atas masalah yang selama ini selalu dia temukan. Tubuh sehat karena (pola) makan benar
Bahwa tubuh tidak bisa didikte harus mengurangi atau menambah makan, dipaksa makan sesuatu karena dianggap memiliki kandungan tertentu
Tapi hormati tubuh, dengan lebih dulu mengenali apa yang dibutuhkan? Bagaimana cara tubuh bekerja. Baru kemudian dicarikan makanan yang pas
Baru dipelajari cara makan yang pas dengan sistem tubuh. Lalu dipilah-pilah jenis makanan yang tepat. Yang tidak melulu apa kandungannya?
Buat apa tinggi kalsium, dianggap berguna bagi tulang. Kalau pada kenyataannya wujud makanan itu dianggap sampah dan bikin tubuh susah?
Atau makanan yang dipandang sebelah mata, tapi ternyata saat masuk ke tubuh justru lebih berguna dan efektif dimanfaatkan. Disini seninya
Maka itu percuma makan menganalogikan tubuh seperti celengan. Karena sejatinya untuk dapat tubuh sehat tidak berlaku hukum demikian
Makan banyak tidak otomatis berarti tubuh gemuk, makan sedikit tidak otomatis berarti tubuh langsing. Pun kurus tidak berarti identik sehat
Kalau melakukan #Foodcombining, makan tetap bisa kenyang. Tapi tubuh tidak melar dan pun tetap sehat. Penyakit juga banyak yang bisa hilang
Makan #RawFood bisa jadi konsumsi makanannya dianggap remeh dan tidak bergizi seperti pemakan daging. Tapi kualitas kesehatan? Lebih baik
Makanya pelajari tubuh dengan baik, tambah pengetahuan, kalau mau sehat Bukan asal gemuk atau kurus!
Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Masih diet ala celengan, hari gini? Ya udah, telen tuh koin seribuan
#FoodCombining #FoodCombiningItuGampang #KibulanSehat#DietCelengan
Gambar diambil dari berbagai sumber
Friday, December 11, 2015
Permasalahan dan Pengelolaan Sampah
Setiap hari berbagai macam sampah
dihasilkan, baik dari rumah tangga, alam maupun industri. Ketika sampah yang
dihasilkan tidak dikelola dengan baik, maka berbagai macam masalah akan
terjadi. Dari pencemaran lingkungan (udara, air, tanah, dsb), sumber berbagai
macam penyakit (manusia, hewan & tumbuhan), menyebabkan bencana
(tersumbatnya aliran air dan banjir). Ketika sampah dikelola dengan baik, maka
akan membawa banyak manfaat bagi kita.
Pengertian dan Perbedaan Sampah
Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia,
maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan kealam dalam bentuk
padat, cair ataupun gas. (Wikipedia)
Sampah sendiri dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik :
Sampah organik yaitu yang mudah mengalami pembusukan atau pelapukan. Sampah
ini dapat di urai oleh bakteri secara alami dan berlangsungnya cepat. Seperti,
sisa makanan, sayuran, daun kering, dan sebagainya.
Sampah Anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk dan sulit
untuk di urai oleh bakteri, sehingga membutuhkan waktu yang lama hingga ratusan
tahun untuk dapat di uraikan. Biasanya berasal dari sampah industri
seperti plastik, botol minuman mineral,
besi, kaca, Kain, kaleng, ban bekas, dan sebagainya.
Dampak Sampah
1.
Permasalahan kesehatan dapat timbul ketika sampah tidak dikelola
dengan baik, antara lain :
·
Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan
cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat
dapat bercampur air minum.
·
Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever)
dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang
bagus.
·
Penyakit jamur (kulit) dapat juga menyebar.
·
Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai
makanan, salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh
cacing pita (taenia), cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang
ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
·
Penyakit ISPA, Asma dan permasalah pernapasan
lainnya akibat polusi dari pembakaran sampah.
·
Dan sebagainya.
2.
Pencemaran Lingkungan, banyak
masyarakat yang mengira membakar sampah adalah cara praktis dan irit, tetapi
cara ini sebenarnya sangat membahayakan lingkungan dan berpengaruh besar pada
kesehatan.
Hal itu
dikarenakan ada banyak sekali jenis polutan yang dihasilkan oleh asap pembakaran
sampah yang nantinya dapat mempengaruhi sistem pernapasan baik anak kecil
maupun orang dewasa. Dan berikut adalah tujuh jenis polutan berbahaya yang
terkandung dalam asap pembakaran sampah :
a. Dioxin,
merupakan salah satu jenis polutan dengan presentase terbanyak yang terdapat
pada asap pembakaran yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel
dalam tubuh yang nantinya menimbulkan berbagai macam efek. Di antaranya
berkaitan dengan perkembangan sistem reproduksi, sistem kekebalan tubuh, sistem
hormon, bahkan dapat menyebabkan kanker.
b. Particle
Pollution, Polutan ini biasanya juga dikenal dengan nama Particulate Matter
(PM) yang berupa partikel kecil yang dihasilkan pada proses pembakaran terbuka.
Partikel kecil ini tentunya dapat dengan mudah terhirup dan menuju paru-paru
manusia yang dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan. Di antaranya
adalah asma, bronkitis, detak jantung tak beraturan, bahkan sampai serangan
jantung.
c. Polycyclic
Aromatic Hydrocarbons, atau yang biasa dikenal dengan PAH merupakan sekelompok
bahan kimia yang biasanya ditemukan pada asap pembakaran. PAH biasanya
terbentuk dari pembakaran yang tidak sempurna dari beberapa barang dan biasanya
bersifat carcinogenic atau menyebabkan kanker.
d. Volatile
Organic Compound, Polutan yang biasanya dikenal dengan istilah VOCs ini juga
dihasilkan oleh proses pembakaran terbuka yang juga sangat berbahaya bagi
manusia. VOCs ini nantinya dapat memberi dampak negatif pada sistem pernapasan,
jantung, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, sakit kepala, mual, sampai
merusak kinerja hati, ginjal, dan sistem syaraf pusat.
e. Karbon
monoksida, atau CO juga memberikan
dampak negatif untuk kesehatan manusia. Beberapa di antaranya adalah sakit
kepala, rasa mudah lelah, mual-mual, dan juga muntah-muntah.
f.
Hexachlorobenzene, Polutan ini biasanya dikenal
dengan nama HCB yang merupakan salah satu racun pada lingkungan. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan pada binatang, semakin banyak jumlah HCB yang
terhirup maka semakin besar juga dampak negatifnya, meliputi kanker, kerusakan
hati dan ginjal, mudah lelah dan iritasi pada kulit.
g. Abu,
Selain zat-zat kimia pada asap pembakaran, abu sisa pembakaran juga mengandung
beberapa senyawa berbahaya seperti mercury, lead, chromium, dan arsenic.
Senyawa tadi nantinya dapat menjadi racun saat masuk dalam tubuh manusia dan
menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah kardiovaskular, kerusakan ginjal,
serta kerusakan otak.
Dampak
lingkungan lainnya adalah pencemaran air dan tanah, cairan rembesan sampah yang
masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme
termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini
mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang di
buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti
metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi dapat
meledak.
Air yang
digunakan untuk pertanian pun tidak disterilkan, sehingga terpolusi oleh
bahan-bahan kimia pertanian, polusi sungai dan hasil buangan manusia. Air yang
seharusnya mengekskresikan racun dari tanaman itu sendiri terpolusi, tanpa
dapat dihindari racun pun terakumulasi di dalam tanaman.
Di Jepang
telah di laporkan 40rb penduduknya meninggal setelah mengkonsumsi ikan yang tercemar atau terkontaminasi raksa
(Hg) yang beracun jika di konsumsi manusia. Raksa ini berasal dari sampah atau
limbah industri battrey yang di buang di laut.
Akibat ulah
tangan manusia yang mencemari air, berakibat fatal bukan hanya terhadap hewan
dan tumbuhan tetapi nyawa manusia sendiri.
3.
Kehidupan Sosial dan Ekonomi, dampak
dari sampah pada kehidupan antara sesama manusia adalah ketika kita lewat
tumpukan sampah di pinggir jalan yang sangat bau, kita menjadi terganggu dan
menutup hidung, ini menandakan bahwa kita merasa terganggu dengan orang yang
membuang sampah sembarangan. Contoh lagi sampah udara dari orang yang merokok
di tempat umum seperti bis umum, kereta, kapal dan ruangan untuk umum, mereka
yang tidak merokok akan sangat terganggu dan membuat hubungan sosaial
terganggu.
Pengelolaan
sampah yang tidak memadai juga menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan
masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan pengobatan.
Pencemaran
sungai yang akhirnya tidak sehat untuk digunakan baik untuk mandi dan mencuci
apalagi untuk minum. Akhirnya mengeluarkan biaya tambahan untuk pengadaan atau
pembelian air bersih.
Infrastruktur
lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti
tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan
sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya
dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan
diperbaiki.
Maka dari itu di perlukan sikap
yang baik dari setiap manusia dan kesadarannya untuk membuang sampah pada
tempatnya dan mengelola kembali sebaik mungkin agar dampak yang di timbulkan
menjadi sedikit. Menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan jangan gunakan
peralatan yang tidak bisa di daur ulang.
Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah adalah
pengumpulan, pengangkutan, pemprosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari
material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang
dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi
dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, kebersihan, keindahan dan kenyamanan. Pengelolaan sampah
juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam yang biasanya dapat mengalami
kerusakan karena banyaknya sampah, atau untuk menghemat penggunaan sumber daya
alam apabila sampah yang ada di daur ulang. Pengelolaan sampah bisa melibatkan
zat padat, cair, gas, maupun radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk
masing-masing jenis zat.
Praktik pengelolaan sampah
berbeda-beda antara negara maju dan negara berkembang, berbeda juga antara
daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga antara daerah perumahan
dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman
dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah
daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya
ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.
Tujuan Pengelolaan
Sampah
Pengelolaan sampah merupakan
proses yang diperlukan dengan tujuan
antara lain, mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis,
mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan
hidup.
Metode Pengelolaan Sampah
Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak
hal, di antaranya tipe zat sampah, tanah yang digunakan untuk mengolah dan
ketersediaan area serta faktor lainnya.
1.
Metode Pembuangan
Penimbunan darat, Pembuangan sampah pada
penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah
metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang
tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang-lubang dalam. Sebuah
lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi
tempat penimbunan sampah yang higienis dan murah. Sedangkan penimbunan darat
yang tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai
masalah lingkungan, di antaranya angin berbau sampah, menarik berkumpulnya
Hama, dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas
methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di Bandung kandungan
gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)
Kendaraan pemadat sampah penimbunan darat,
Karakteristik desain dari penimbunan darat yang modern di antaranya adalah
metode pengumpulan akhir sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis
plastik. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya,
dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan sampah
mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengambil gas yang
terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan
dibakar di menara pembakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk
membangkitkan listrik.
2.
Metode Daur Ulang
Proses
pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan
kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara daur ulang, pertama
adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari
bahan yang bisa dibakar untuk membangkitkan listrik.
Metode ini
adalah aktivitas paling populer dari daur ulang, yaitu mengumpulkan dan
menggunakan kembali sampah yang dibuang, contohnya botol bekas pakai yang
dikumpulkan untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah
yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau
dari sampah yang sudah tercampur.
Material
sampah (organik), seperti zat tanaman, sisa makanan atau kertas, bisa diolah
dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah
pengkomposan. Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk dan gas
methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.
Teknologi Pengomposan
Pengertian
Kompos Pengomposan (Composting) adalah sistem pengolahan sampah organik dengan
bantuan mikroorganisme sehingga membentuk pupuk organis (pupuk kompos).
Mengolah sampah menjadi kompos (pupuk organik) dapat dilakukan dengan berbagai
cara, mulai yang sederhana hingga memerlukan mesin (skala industri atau
komersial). Membuat kompos dapat dilakukan dengan metode aerob dan anaerob.
Pada pengomposan secara aerob, proses dekomposisi bahan baku menjadi kompos
akan berlangsung optimal jika ada oksigen. Sementara pada pengomposan anearob
dekomposisi bahan baku menjadi kompos tidak memerlukan oksigen.
Disisi lain
pengomposan juga berarti menghasilkan sumber daya baru dari sampah yaitu kompos
yang kaya akan unsur hara mikro. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk
mengurangi timbunan sampah adalah menciptakan metode yang ramah lingkungan dan
mudah untuk bisa dilakukan di tingkat kawasan atau rumah tangga, salah satunya
adalah dengan membuat kompos di tingkat rumah tangga atau Kawasan.
Pengomposan skala rumah tangga muncul
sebagai akibat tingginya tuntutan untuk menanggulangi problem sampah setiap
harinya. Hal ini merupakan upaya yang murah dan mudah serta hasilnya
bermanfaat.
Pembakaran/pengkremasian (Pemulihan
energi, Sampah menjadi energi
(Waste-to-energy))
Pembakaran
adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan
pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi bisa disebut “Perlakuan
panas”. Kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu. Pengkremasian
dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bisa
dilakukan untuk sampah padat , cair maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai
cara yang praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya
sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah metode yang kontroversial
karena menghasilkan polusi udara.
Pengkremasian
biasa dilakukan di negara seperti Jepang dimana tanah begitu terbatas, karena
fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat. Sampah menjadi
energi (Waste-to-energy=WtE) atau energi dari sampah (energy-from-waste = EfW)
adalah terminologi untuk menjelaskan sampah yang dibakar dalam tungku dan
boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik. Pembakaran pada alat kremasi
tidaklah selalu sempurna, ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang
keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan
dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran.
Dilain pihak, pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan
listrik, contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota
Bandung.
3.
Metode penghindaran dan pengurangan
Sebuah metode
yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk,
atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan
termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak,
mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti
tas belanja katun menggantikan tas plastik), mengajak konsumen untuk
menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tisu), dan
mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang
sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).
4.
Pemanfaatan Ulang atau Daur Ulang (Recycling)
Cara ini
digunakan agar membuat sampah yang ada menjadi memiliki nilai ekonomis setelah
dikelola. Sampah yang biasanya dikelola dengan cara daur ulang adalah
sampah-sampah anorganik.
Penyesuaian
Pengelolan Sampah yang Tepat
Dari beberapa cara/metode
pengelolaan sampah tersebut, perlu dipikirkan secara matang kelebihan dan
kekurangannya sebelum diaplikasikan kedalam setiap kegiatan pengelolaan sampah,
karena setiap cara pengelolaan sampah tergantung dari beberapa faktor yang dipertimbangkan,
entah itu dari sisi biaya, ketersediaan lahan dan sebagainya.
Dalam pengelolaan sampah terdapat
beberapa hal yang dapat mempengaruhi, diantaranya adalah sebagai berikut :
·
Distribusi serta kepadatan penduduk;
·
Rencana penggunaan lahan (land use);
·
Kebiasaan masyarakat setempat;
·
Karakteristik lingkungan fisik, sosial serta
ekonomi;
·
Karakteristik dari sampah tersebut;
·
Kebijakan atau peraturan dari wilayah setempat;
·
Ketersediaan sarana seperti sarana pengumpulan,
pengangkutan dan pengolahan maupun sarana pembuangan;
·
Lokasi tempat pembuangan akhir;
·
Ketersediaan dana;
·
Klimatologi (studi mengenai iklim, kondisi cuaca
yang dirata-ratakan selama periode waktu yang panjang).
Aspek Pengelolaan
Sampah
Sistem Pengelolaan sampah adalah proses yang meliputi lima
aspek, yaitu :
1.
Aspek hukum, dalam upaya mewujudkan pengelolaan
sampah terpadu, dibutuhkan regulasi yang mengaturnya. Baik dalam lingkup yang
luas seperti negara, maupun lingkup yang sederhana seperti rumah tangga.
2.
Aspek kelembagaan, harus jelas siapa yang
membuat peraturan (regulator) dan siapa yang melaksanakan peraturan (operator).
3.
Aspek pendanaan, pengadaan teknologi serta
pelaksanaan pengelolaan sampah pada akhirnya membutuhkan pendanaan yang memadai.
Paradigma yang harus dirubah oleh kita
semua sesungguhnya kebersihan adalah investasi.
4.
Aspek sosial budaya, aspek ini berkaitan erat
dengan aspek pendanaan. Saat ini masyarakat masih enggan untuk membayar mahal
untuk pengelolaan sampah, ini berhubungan dengan kultur atau budaya masyarakat
Indonesia yang pada umumnya lebih mengutamakan memperindah ruang tamu dan
halaman depan, ketimbang wc atau kamar mandi atau tempat sampah yang jorok dan
tidak terawat dan rapi.
5.
Aspek teknologi dan teknis operasional, seperti
composting, incinerator, atau konsep sanitary landfill untuk TPA, dan
sebagainya. Aspek teknis operasional pengelolaan sampah meliputi
kegiatan-kegiatan pewadahan sampah, pengumpulan dan pengangkutan sampah,
pengangkutan sampah, pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir. Keterkaitan
antar sub sistem dalam pengelolaan sampah. Tata cara pengelolaan sampah
bersifat integral dan terpadu secara berantai dengan urutan yang
berkesinambungan yaitu: penampungan / pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan,
pembuangan/pengolahan.
·
Penampungan Sampah dan Pewadahan, proses awal
dalam penampungan sampah terkait langsung dengan sumber sampah adalah
penampungan. Penampungan sampah adalah suatu cara penampungan sebelum
dikumpulkan, dipindahkan, diangkut dan dibuang ke TPA. Tujuannya adalah
menghindari agar sampah tidak berserakan sehingga tidak mengganggu lingkungan
(SNI 19-2454-2002). Bahan wadah yang dipersyaratkan sesuai Standart Nasional
Indonesia adalah tidak mudah rusak, ekonomis, mudah diperoleh dan dibuat oleh
masyarakat dan mudah dikosongkan, persyaratan bahan wadah adalah awet dan tahan
air, mudah diperbaiki, ringan dan mudah diangkat serta ekonomis, mudah
diperoleh atau dibuat oleh masyarakat.
·
Pengumpulan Sampah, yaitu cara atau proses
pengambilan sampah mulai dari tempat penampungan/pewadahan sampai ketempat
pembuangan sementara. Pola pengumpulan sampah pada dasarnya dikelompokkan dalam
dua kelompok yaitu : pola individual dan pola komunal (SNI 19-2454-2002)
sebagai berikut
-Pola
Individual, Proses pengumpulan sampah dimulai dari sumber sampah kemudian
diangkut ketempat pembuangan sementara/TPS sebelum dibuang ke TPA.
-Pola Komunal, Pengumpulan
sampah dilakukan oleh penghasil sampah ketempat penampungan sampah komunal yang
telah disediakan/ ke truk sampah yang menangani titik pengumpulan kemudian
diangkut ke TPA tanpa proses pemindahan.
·
Pemindahan Sampah, adalah memindahkan sampah
hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkutan untuk dibawa ke tempat pembuangan
akhir. Tempat yang digunakan untuk pemindahan sampah adalah depo pemindahan
sampah yang dilengkapi dengan container pengangkut (SNI 19-2454- 2002).
·
Pengangkutan Sampah, adalah kegiatan
pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan di tempat penampungan sementara atau
dari tempat sumber sampah ke tempat pembuangan akhir. Berhasil tidaknya
penanganan sampah juga tergantung pada sistem pengangkutan yang diterapkan.
Pengangkutan sampah yang ideal adalah dengan truck container tertentu yang
dilengkapi alat pengepres (SNI 19-2454-2002)
·
Pembuangan Akhir Sampah, (TPA) adalah sarana
fisik untuk berlangsungnya kegiatan pembuangan akhir sampah. Tempat
menyingkirkan sampah kota sehingga aman (SK SNI T-11-1991-03). Pembuangan akhir
merupakan tempat yang disediakan untuk membuang sampah dari semua hasil
pengangkutan sampah untuk diolah lebih lanjut. Prinsip pembuangan akhir adalah memusnahkan
sampah domestik di suatu lokasi pembuangan akhir. Jadi tempat pembuangan akhir
merupakan tempat pengolahan sampah.
Menurut SNI 19-2454-2002 tentang
teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan, secara umum teknologi
pengolahan sampah dibedakan menjadi 3 (tiga) metode yaitu : Open Dumping,
Sanitary Landfill, Controlled Landfill.
Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga Berbasis Masyarakat
Pasal 16 Undang-undang Lingkungan
Hidup No.23 Tahun 1997, yaitu berbunyi tanggung jawab pengelolaan lingkungan
ada pada masyarakat sebagai produsen timbulan limbah sejalan dengan hal
tersebut, masyarakat sebagai produsen timbulan sampah diharapkan terlibat
secara total dalam lima sub sistem pengelolaan sampah, yang meliputi sub sistem
kelembagaan, sub sistem teknis operasional, sub sistem finansial, sub sistem
hukum dan peraturan serta sub sistem peran serta masyarakat.
Pengorganisasian tentang
pemberdayaan masyarakat dan stakeholder menjadi fasilitator terhadap kegiatan
ditingkat komunitas/masyarakat dikawasan lokasi perencanaan. Tahap ini dibagi
menjadi 4 kegiatan : melakukan identifikasi lokasi, melakukan sosialisasi pada
masyarakat dengan cara memperkenalkan program pengelolaan sampah, pembentukan
organisasi, melakukan pelatihan pengelolaan sampah terpadu.
Kegiatan Penyusunan Program
Sampah 3R (reuse, reduce, recycle) adalah proses penyusunan rencana pengelolaan
sampah terpadu berbasis masyarakat dengan pola 3R adalah: membuat identifikasi
permasalahan dan menentukan rumusan permasalahan serta menentukan kebutuhan
yang dilakukan dengan metode penyerapan aspirasi masyarakat dan melakukan
survei kampung sendiri dan menyusun analisis permasalahan untuk menentukan skala
perioritas kebutuhan serta menentukan potensi sumber daya setempat.
Kegiatan Menyusun Indentifikasi
Kebutuhan peralatan Prasarana dan Sarana persampahan 3R (reuse, reduce,
recycle) yaitu menentukan jenis dan jumlah peralatan yang dibutuhkan dalam
pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat, pewadahan, pengangkutan
dan alat pengolahan sampah untuk menjadi kompos.
Ada beberapa keberhasilan
pengelolaan sampah di Indonesia antara lain, pengelolaan sampah mandiri di Desa
Sukunan Kabupaten Sleman Yogyakarta, pengelolaan sampah terpadu di kabupaten
Sragen Jawa Tengah, pengelolaan kompos di kelurahan Cibangkong Bandung Jawa
Barat, Menggerakkan sumber daya manusia yang sadar lingkungan di kabupaten
Bangli Bali, Pengelolaan sampah mandiri Keranjang Takakura di Surabaya, dan
sebagainya.
Pengelolaan Sampah di Surabaya
Pengelolaan sampah mandiri di
Surabaya banyak menggunakan keranjang ” Sakti ” Takakura. Yang menarik dari
keranjang Takakura adalah bentuknya yang praktis , bersih dan tidak berbau,
sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini di sebut masyarakat
sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat
baik.
Keranjang Takakura dirancang
untuk mengolah sampah organik di rumah tangga. Sampah organik setelah
dipisahkan dari sampah lainnya, diolah dengan memasukkan sampah organik
tersebut ke dalam keranjang sakti Takakura. Bakteri yang terdapat dalam stater
kit pada keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa
menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan. Inilah keunggulan pengomposan
dengan kranjang Takakura. Karena itulah keranjang Takakura disukai oleh ibu-ibu
rumah tangga.
Keranjang kompos Takakura adalah
hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji Takakura dari Jepang. Mr Takakura
melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah
organik. Selama kurang lebih setahun Mr. Takakura bekerja mengolah sampah
dengan membiakkan bakteri tertentu yang ” memakan ” sampah organik tanpa
menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Dalam melaksanakan penelitian,
Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat
beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak
berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah kemudian
dipakai stater kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura
menemukan keranjang yang disebut ” Takakura Home Method ” yang di lingkungan
masyarakat lebih dikenal dengan keranjang sakti Takakura.
Pengelolaan Sampah di Permata
Cimahi
Pengelolaan sampah rumah tangga
berbasis masyarakat yang dilakukan di sebuah kawasan di Permata Cimahi telah
memakai peralatan yang disebut ”insinerator”. Insinerator adalah alat pembakar
sampah yang rendah kadar polusi asapnya. Masyarakat di area ini mengelola
sampahnya dengan bantuan insinerator. Warga tak lagi terbebani biaya angkut
sampah atau mencium bau busuk dan menyaksikan gunungan sampah. Tiap warga
tinggal menyimpan sampah yang dikemas kantong plastik di depan pagar rumah.
Petugas sampah akan mengangkutnya dengan grobak, lantas mengirimkannya ke
tempat pembuangan yang telah ditentukan. Di tempat pembuangan, seorang petugas
akan memasukkannya ke bak insinerator. Sampah itu dibakar. Sampah pun tak
mengusik ketenangan dan kenyamanan hidup warga.
Penyelesaian sampah seperti itu
memerlukan managemen pengolahan sampah yang tepat. Sampah bukan merupakan
persoalan pemerintah semata, tetapi menjadi masalah kita semua. Untuk itu perlu
kesadaran dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.( sumber : http://www.pusdakota.org
).
Partisipasi memiliki pengertian
yaitu keterlibatan masyarakat dalam proses penentuan arah strategi dan
kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah, keterlibatan memikul tanggung
jawab dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan secara adil dan merata, dan faktor-faktor
yang mempengaruhi peran serta masyarakat terdiri dari 3 hal yaitu : Keadaan
sosial masyarakat, Kegiatan program pembangunan dan Keadaan alam sekitar.
Sosialisasi
Penyadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah.
Fenomena persampahan tampaknya
bukan hal yang sederhana, karena sepanjang ada kehidupan manusia permasalahan
tersebut akan selalu timbul. Walaupun kebijakan persampahan telah tersedia,
ditambah dengan bentuk kelembagaannya, tampaknya belum merupakan jaminan mantapnya
pengelolaan sampah secara terpadu berkelanjutan apabila kesadaran masyarakat
tidak dibangun. Hal tersebut mengingat bahwa keberhasilan penanganan sampah
sangat ditentukan oleh ”niat kesungguhan masyarakat” yang secara sadar peduli
untuk menanganinya.
Atas dasar itulah pentingnya sosialisasi penyadaran
masyarakat baik melalui jalur formal maupun informal yang antara lain meliputi
hal-hal sebagai berikut:
·
Penyadaran formal, diberikan kepada generasi
muda di sekolah (PAUD, TK, SD, SLTP, dan SLTA)
·
Penyadaran informal, diberikan kepada masyarakat
dalam kaitannya penanganan sampah berbasis kesehatan lingkungan, untuk itu
perlunya: penyadaran masyarakat, untuk menghargai terhadap alam lingkungannya,
agar tidak lagi membuang limbah domestik ke bukan tempatnya, dan masyarakat
hendaknya mulai sadar dan berkiprah untuk memilah-milah sampah berdasarkan
jenisnya, guna menghindari sumber-sumber penyakit menular, sebagai akibat dari
limbah domestik yang cepat membusuk.
Pemilihan jenis metodologi yang tepat perlu dipertimbangkan beberapa hal,
diantaranya sebagai berikut :
·
Proses yang digunakan haruslah ramah lingkungan;
·
Biaya investasi tidak terlalu tinggi;
·
Biaya operasional dan perawatan pembuatan kompos
cukup murah;
·
Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir
Manfaat Pengelolaan
Sampah Mandiri
Pengelolaan sampah secara mandiri
yang dilakukan oleh masyarakat Desa memberikan beberapa manfaat antara lain:
Meningkatnya
nilai-nilai sosial
Meningkatknya nilai-nilai sosial
ditandai dengan meningkatnya nilai-nilai pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan
tentunya menjadi sebuah tujuan utama adanya pengelolaan sampah secara mandiri.
Masyarakat akan dilatih untuk menentukan program-program rencana kegiatan bagi
pembangunan di desanya tanpa ketergantungan dari pihak-pihak lain. Adanya
kemandirian tersebut membuat masyarakat lebih memahami apa yang mereka butuhkan
dan bersama-sama memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk membangun desa
tempat tinggal mereka agar selalu bersih dan ramah lingkungan.
Meningkatnya nilai-nilai
ekonomi
Sampah-sampah yang sudah didaur
ulang oleh masyarakat menjadi berbagai kerajinan bisa dijual dan tentunya akan
memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat Desa. Walaupun jumlah keuntungan
dari penjualan barang daur ulang tersebut tidak signifikan, setidaknya itu
dapat terus momotivasi masyarakat untuk berkreasi dan peduli dengan
lingkunganya. Wisata edukasi yang masyarakat Desa tawarkan pada wisatawan pun
menjadi sebuah pendapatan tambahan bagi masyarakat. Nama Desa akan terus dikenal
dan akan selalu mengundang wisatawan untuk datang menikmati sajian wisata
edukasi bertema ekologi.
Meningkatnya
nilai-nilai ekologi
Sumbangan terbesar yang bisa
diberikan oleh masyarakat Desa adalah peningkatan nilai-nilai ekologi di
kawasan tersebut. Konsensus yang telah dibentuk oleh masyarakat memberikan
sebuah pola hidup ramah lingkungan dengan cara peduli dan mau secara langsung
terlibat dalam aksi-aksi pengelolaan limbah. Masyarakat Desa dengan nyata
memberikan contoh bahwa limbah-limbah anorganik yang dikatakan sebagai limbah
yang tidak dapat di daur ulang secara alami ternyata bisa dimanfaatkan sebagai
sebuah kerajinan. Kegiatan ini membuat sampah-sampah di lingkungan sekitar Desa
berkurang .
Diambil dari berbagai sumber
Sunday, November 15, 2015
Mencegah Jauh Lebih Baik Daripada Mengobati
Apakah diri anda seorang yang sehat? Menurut dugaan saya tidak banyak yang dapat menjawab dengan “ya”, karena, tidak sakit tidaklah sama dengan sehat. Dalam ilmu kedokteran timur, ada sebuah istilah “Penyakit Dorman”, ini menggambarkan kondisi seseorang belum jatuh sakit, tetapi juga tidak sepenuhnya sehat.
Bahkan orang-orang yang menganggap diri mereka sehat sering terganggu oleh masalah seperti konstipasi kronis atau diare, insomnia, serta leher dan bahu kaku. Gejala tersebut adalah sinyal SOS yang dikirimkan oleh tubuh anda, jika mengentengkan hal tersebut, anda mengambil risiko kondisi tersebut berkembang menjadi suatu penyakit serius.
Sehat atau tidaknya seseorang, bergantung pada apa yang dimakan dan bagaimana cara hidup orang tersebut. Akumulasi harian hal-hal seperti makanan, air, olahraga, tidur, kerja, dan stress.
Gaya hidup panjang dan sehat ini, bukan berpatok pada produk-produk industri kesehatan dan kebugaran yang ramai dipasarkan dan diiklankan media massa.
Apabila anda percaya hal tersebut, berarti anda tidak sungguh mengerti apa yang benar baik bagi tubuh, karena itu semua manipulasi media.
Orang-orang yang menderita penyakit gaya hidup, biasanya merokok, mengonsumsi alkohol, banyak makan protein hewani dan hampir tidak pernah mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, serta mengonsumsi produk hasil susu, yoghurt, mentega, dsb terutama sejak usia belia.
Mengapa hal-hal yang merusak lambung dan usus secara luas dianggap baik bagi kesehatan? Karena, sebagian besar orang cenderung hanya melihat satu aspek, atau satu efek, makanan atau minuman tersebut, dan bukan keseluruhan gambarnya. (Therapy)
Banyak orang terjerumus dalam kepercayaan umum mengenai kesehatan yang salah, karena ilmu kedokteran masa kini tidak memperhatikan tubuh manusia secara keseluruhan, perawatan kesehatan sudah sepenuhnya terspesialisasi. Saat memilih makanan dan minuman, pertimbangkanlah secara menyeluruh, baik atau buruk tidak dapat diputuskan hanya dengan melihat dari satu bahan yang terkandung dalamnya (Food Therapy).
Mungkin sangat sedikit orang penuh energi yang mau mendengarkan saran saya, mungkin karena sudah kebiasaan jadi sulit berhenti. Namun, alasannya mungkin juga karena mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi dalam perut mereka sendiri, sehingga perubahan yang terjadi didalam saluran pencernaan tidak dipedulikan, dikemudian hari, setelah jatuh sakit baru menyesal. Berbeda ketika bagian luar tubuh menampakkan perubahan fisik, kita cenderung menanggapi dengan serius. Kebotakan, keriput, lemak, atau kulit kendur membuat resah dan menghabiskan waktu dan uang untuk mengatasi kondisi tersebut.
Semua obat, baik yang memakai resep maupun tidak, pada dasarnya berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang, termasuk obat-obatan herbal. Baik produk kimia maupun herbal tidak mengubah kenyataan bahwa obat-obatan asing bagi tubuh.
Obat-obatan tidak dapat menyembuhkan penyakit hingga mendasar, satu-satunya cara mendasar terletak pada gaya hidup kita sehari-hari.
Untuk membentuk satu tumor diperlukan beberapa ratus juta sel, oleh karena itu diperlukan lebih dari waktu sebentar untuk membentuk sebuah tumor. Kanker adalah sebuah penyakit gaya hidup. Sel-sel ini bagaikan sekumpulan bom waktu yang ditanam di seluruh tubuh anda, faktor seperti karakteristik keturunan dan lingkungan tempat tinggal menentukan bom mana yang akan meledak pertama. Bagi yang mengonsumsi banyak makanan mengandung zat-zat kimia pertanian dan bahan tambahan makanan, hati- mengontrol proses detoksifikasi – mungkin lokasi pertama bom meledak. Bagi yang suka makan tidak teratur dan sering minum teh atau antasida, bom dalam lambung mungkin meledak terlebih dahulu.
Kanker bukanlah sebuah penyakit terlokalisasi yang hanya menyerang satu bagian tubuh, tapi mempengaruhi tubuh keseluruhan.
Untuk memahami mengapa seseorang jatuh sakit, penting untuk memahami keseluruhan sejarah kebiasaan makan orang tersebut – dengan kata lain, kapan makannya, apa yang dimakan, dan berapa sering memakannya.
Banyak orang berkeluh kesah tentang mengapa mereka sakit, jatuh sakit bukanlah hukuman Tuhan. Dalam sebagian besar kejadian, penyakit tidak ditentukan oleh genetika, hampir semua adalah akibat dari kebiasaan-kebiasaan yang telah terakumulasi selama beberapa waktu.
Empat puluh tahun telah berlalu sejak saya menjadi seorang spesialis endoskopi gastrointestinal (lambung dan usus). Sepanjang masa itu, saya bekerja sama dengan para pasien untuk menemukan cara menjalani hidup yang sehat.
Kesehatan jangka panjang adalah hasil dari tingkah laku dan kebiasaan yang sehat. Memperbaiki gaya hidup sehari-hari jauh lebih penting daripada mengandalkan keampuhan operasi atau obat-obatan.
Tidak satupun pasien saya pernah menderita kanker lagi. Karena mereka dengan serius memiliki keyakinan dalam mendukung tubuh mereka, dengan menjalankan diet gaya hidup sehat setiap harinya. Diet dan gaya hidup keajaiban enzim, mampu melaporkan hasil klinis tingkat muncul kembalinya kanker sebesar 0%.
Agar anda dapat menjalankan hidup berumur panjang dan sehat, janganlah disesatkan oleh suara-suara yang datang dari luar, condongkanlah kepala anda dan dengarkanlah suara-suara dalam tubuh anda sendiri.
Anda adalah apa yang anda makan. Penyakit, hidup dan kesehatan adalah hasil dari yang dimakan sehari-hari.
Masa Hidup manusia lebih singkat dari masa hidup virus. Marilah menjalaninya dalam keadaan sehat, bahagia dan penuh vitalitas. Betapa sayangnya kehilangan hidup pendek dan berharga dengan rasa benci dan takut, makan sembarangan, dan menderita dalam kesehatan yang buruk dan tenaga yang lemah.
Prof. Dr. Hiromi Shinya (di kutip dari buku The Miracle of Enzym)
Friday, October 16, 2015
Kebakaran Lahan = Penyakit Kronis
Salah satu permasalahan yang slalu terjadi setiap tahun di Kecamatan dampinganku (khususnya) dan Kalsel pada umumnya adalah kebakaran hutan/lahan yang berdampak salah satunya kabut asap, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan berbagai "penyakit"
Kerusakan Alam tersebut tidak bisa diatasi secara instant, karena proses merusaknya juga telah lama... Asap tersebut hanya "Akibat" dari Sebab yg Kronis...
PENYEBAB :
"Pembukaan lahan" kemudian melakukan land clearing, pembersihan lahan dg budaya lama "mereka" adalah dengan membakar, ini salah satu penyebab utama...
Semestinya hal tersebut tidak dilakukan lagi karena...
Lahan gambut menjadi rusak saat kebakaran, lahan gambut bisa menyimpan "sekam" api dikedalaman lahannya hingga bertahun-tahun
Lahan Gambut akan sangat sulit dipadamkan apinya, krn secara fisik di lahan atasnya bisa padam bahkan tergenang air, namun di bawahnya banyak api...
Dari lahan gambut ini saja tanpa perlu dibakar, saat musim kemarau tiba akan bisa menimbulkan api sendiri dari dalam sekamnya..
Pada musim penghujan keadaan ini hampir tidak ada masalah, karena bara tersembunyi di bawah permukaan tanah. Tetapi tidak pada musim kemarau, sehingga pemicu sedikit saja, akan berakibat besar...
DAMPAK
Kebakaran hutan dan lahan berdampak luas terhadap kerusakan lingkungan dan dampak sosial ekonomi, seperti :
Kerusakan tanaman hutan dan pepohonan, vegetasi lain dan satwa liar yang ada sebagai akibat kebakaran yang dapat menyebabkan hilangnya sumber daya genetika ( pembawa sifat keturunan) dari pepohonan, tanaman, vegetasi dan satwa liar tersebut.
Bio-fisik, adalah rusaknya sifat fisik tanah akibat hilangnya humus dan bahan-bahan organik tanah yang menyebabkan tanah menjadi terbuka terhadap panas matahari dan aliran air permukaan. Hal ini menyebabkan tanah mudah erosi dan tingkat air tanah menurun.
Kebakaran yang terjadi secara berulang dikawasan yang sama dapat menghabiskan lapisan organik serta mematikan mikroorganisme yang sangat berguna bagi kesuburan tanah.
Selain itu,
Kebakaran yang terjadi kawasan lereng didaerah hulu sungai yang berulang, berakibat menurunnya mutu kawasan yaitu menyebabkan erosi tanah dan banjir yang berdampak pada pendangkalan terhadap saluran air, sungai, danau dan bendungan.
Dampak lain dari kebakaran adalah rusaknya lingkungan, yaitu menyebabkan adanya gangguan cuaca sebagai akibat asap kebakaran yang mengganggu lapisan atmosfir
PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN
Kerusakan yang dilakukan sudah puluhan tahun berakibat sangat kronis, cara mengatasinya tidaklah gampang, perlu usaha yang lumayan panjang...
Karena sebenarnya masalah ini berawal dari pembukaan lahan, tetapi sebagai masyarakat biasa kita tidak dapat menghentikan "pemberian iji-ijin" perusahan tersebut...
Salah satu yang bisa dilakukan oleh masyarakat mulai sekarang adalah melakukan perencanaan Konservasi lahan-lahan yg rusak terutama gambut, hasilnya mungkin akan cukup lama...
Tetapi lebih berguna dari cuma sekedar "mengeluh"...
Kunci mengatasi kebakaran hutan dan lahan ada di perendaman (rewetting), pembuatan embung salah satu cara...
Embung akan digunakan sebagai salah satu sumber air alternatif yang digunakan untuk memadamkan api jika kebakaran lahan kembali terjadi.
Pembangunan sekat kanal dan embung air dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Sekat akan menjaga kadar air di lahan gambut, atau membuatnya tetap basah, sementara embung dapat menjadi sumber air saat melakukan pemadaman.
Pembangunan sekat kanal berisi air sangat diperlukan sehingga rembesan air dapat memadamkan api di lahan gambut.
Tujuan pembuatan embung ini adalah untuk menampung selama musim hujan dan persedian air selama musim kemarau. “Kalau musim hujan bisa ditampung dan kalau musim kemarau mempunyai persedian air untuk mengatasi krisis bahan baku air bersih
Dikutip dari berbagai sumber
Analogi :
Kalau saya sederhanakan, permasalahan ini adalah ibarat penyakit parah... semacam KANKER...
Sebagai pelaku pola makan sehat Food Combining, saya melihat penyebabnya karena pola makan buruk harian selama puluhan tahun...
Untuk mengatasinya memang tidak gampang apalagi kalo telah divonis ga berumur panjang dan memasuki stadium 3 saja, bakal bikin panik...
Pengobatan dg jalan operasi, kemo dsb mungkin bisa membantu sembuh "sementara", tetapi kalau pola makan buruknya tidak diubah, jangan harap bisa sehat... sel kanker akan balik lagi bahkan membuat pasien lebih parah dan...
Mengubah pola pikir dan berdisiplin dg pola makan sehat bukan jalan instan, butuh waktu dan usaha.
Tetapi fakta berbicara, sudah banyak yang akhirnya bisa kembali sehat, sehat yang berkualitas tentunya bukan sekedar sembuh...
Note :
Perencanaan pembangunan bisa memulai dengan memasukkan cara-cara ini di perencanaan pembangunan jangka menengah...
Sunday, October 11, 2015
Antara Korban dan Pelaku Kekerasan
Semakin maraknya pemberitaan kasus kekerasan terhadap anak, membuat saya ingin menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman selama menjadi relawan di youth centre CMR-PKBI Daerah Kal-Sel, juga berbagai hal yang saya lihat dan dapati ntah sengaja atau tidak sengaja.
Fokus di YC memang terhadap remaja, tapi tentang kekerasan polanya berlaku sama baik terhadap anak-anak, remaja dan perempuan.
Kasus-kasus kekerasan sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, tetapi terbatasnya media sehingga tidak terekspos seperti sekarang ini
Ketika kita ingin mengatasi suatu masalah, maka yang pertama harus diketahui dulu apa penyebabnya, sehingga yang ideal adalah pencegahan agar jangan sampai terjadi.
Sudah banyak para pakar menyampaikan berbagai cara untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan, tetapi ternyata kasus kekerasan tidak berkurang juga.
Tidak tepatkah cara pencegahan tersebut? Tentu saja bagus sekali cara-cara pencegahan yang mereka sampaikan.
Tetapi digunakan atau tidak, disanalah masalahnya, sebatas dibaca atau didengarkan, tetapi pengaplikasiannya masih minim.
Saya ambil contoh, kurang harmonisnya komunikasi antara orang tua dengan anak adalah salah satu penyebab.
Para pakarpun menyampaikan agar orangtua lebih baik lagi dalam berkomunikasi dengan anak-anak mereka, harus menyenangkan, harus benar, komunikatif, dsb
Terbangunkah sudah komunikasi tersebut? Kemungkinan besar masih banyak yang belum terbangun.
Padahal komunikasi yang baik sangat berdampak signifikan.
Bagaimana anak mau bercerita tentang kesehariannya, teman-temannya, kegembiraannya, kesedihannya, dsb, apabila orangtua tidak mampu membuat anak bercerita, atau ketika anak bercerita malah dicuekin... akhirnya anak lebih senang bercerita ke " orang lain" yang bisa jadi salah satu "pelaku" nantinya.
Sebagian orang tua yang saya lihat, lebih sering mendikte anaknya, bahkan cenderung sering menyalahkan. Kamu tidak boleh ini, kamu tidak boleh itu, jangan begitu, jangan begini.
Dari sudut pandang saya, pencegahan awal dan utama harus dari dalam rumah (keluarga). Tetapi kalau dalam keluarga sendiri penyebabnya, bagaimana bisa mencegah?
Berarti tarik kebelakang, kenapa sebuah keluarga malah menjadi penyebab kekerasan terhadap anak?
Banyak kemungkinan, dari belum siapnya secara lahir batin untuk berumah tangga, sampai memang belum memahami makna berumah tangga, serta pemahaman memiliki anak karena status penerus keturunan saja.
Menikah karena dipaksa atau terpaksa, berdampak juga akhirnya terhadap anak-anak mereka.
Jadi, bagaimana orang tua mau mengajarkan agar anak bisa asertif, kalo orang tuanya sendiri tidak paham apa itu asertif.
Bagaimana anak bisa diberi pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga diri serta kemampuan berfikir kritis. Kalau setiap anak berpendapat tidak didengarkan.
Bagaimana bisa membuat anak merasa berharga dengan dirinya, kalau orang tuanya sendiri sering menyalahkan mereka.
Ini baru satu contoh lho, masih tentang komunikasi.
Bagaimana dengan cara pencegahan lainnya...????!!!!
TENTANG KEKERASAN
Kata kekerasan terjemahan kata violence, artinya suatu serangan terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang.
Kekerasan itu banyak bentuknya, dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, kekerasan psikis, dsb.
Saya ambil contoh kembali, yang sedang hangat sekarang berawal dari kekerasan seksual, sampai berujung pembunuhan
Saya bahas dari sisi pelaku, dampak dari dorongan seksual yang tidak bisa dikontrol juga dampak pemakaian narkoba, membuat pelaku begitu tega memperkosa dan membunuh karena si korban yang tidak bisa dikendalikan.
Berbeda dengan korban sebelumnya, yang tidak sampai dibunuh, yang bisa jadi si korban masih bisa dikendalikan pelaku.
MENGAPA SAMPAI BISA TERJADI PEMERKOSAAN?
Sejak zaman dulu pelecehan seksual dan pemerkosaan sudah sering terjadi. Faktor penyebabnya ditengarai adalah rasa dorongan seksual yang tidak dikendalikan dengan baik, dan kuatnya budaya patriarkhi yang beranggapan bahwa laki-laki lebih berkuasa, sehingga perempuan dianggap sebagai kaum lemah, harus patuh nurut.
Sekarang ini, kasus tersebut semakin banyak terjadi ditengarai selain hal-hal tersebut, juga sebagai akibat pengaruh tontonan dan bacaan yang penuh kekerasan dan relasi timpang.
Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi membuat seseorang tidak dapat mengelola dorongan seksnya dengan baik, maka hal ini menimbulkan perilaku yang salah sebagai cara penyaluran dorongan seksualnya.
BAGAIMANA MENCEGAH KEKERASAN?
Pencegahan tindak #Kekerasan menurut saya bisa dilakukan agar tidak terjadi korban dan juga pencegahan agar tidak bertambahnya para pelaku".
Disini saya lebih fokus pada kurangnya bahkan tidak didapatkannya pengetahuan #KesehatanReproduksi, #PendidikanSeks, #SexEducation, yang baik dan benar sehingga berdampak besar " melahirkan" korban & pelaku.
Banyak pakar menyampaikan, para pelaku kekerasan sebenarnya dulunya juga adalah "korban". Karena tidak atau kurang maksimalnya penanganan terhadap "mereka" akhirnya berbalik arah "mereka" menjadi "pelaku".
Yaaa, pada dasarnya semua manusia itu memang baik, dilahirkan masih suci tanpa sehelai benangpun, yang membedakan hanya pada perbedaan biologis (alat kelamin)
Orang tua nya lah yang pertama akan mencoretkan tinta berwarna apa kepada anak-anaknya. Sehingga konsep awal anak akan seperti apa dan menjadi apa, (ekstrimnya, korban atau pelaku atau bukan keduanya) akan tergambar.
Tugas orang tua bukan hanya sebatas fisik (mencukupi kebutuhan makan, pakaian, mainan), tetapi juga orang tua harus memberikan kasih sayang tulus, membekali anak-anaknya dengan pengetahuan, keterampilan menjaga diri, memberikan ruang berfikir kritis, dan juga membuat anak merasa berharga.
Berat sekali kah tugas orang tua!?
Harusnya tidak, kalau sebelumnya sudah memahami dan membekali diri, juga terus memperkaya diri dengan pengetahuan.
Apa yang akan terjadi pada seorang anak kecil polos tidak berdosa, ketika setiap hari "mereka" melihat orang tua nya bertengkar, bahkan terjadi kekerasan dihadapan mata mereka?! (Kemungkinan menjadi korban atau pelaku?!)
Apa yang akan terjadi pada anak kecil polos tidak berdosa, kalau sering kali "mereka" terutama perempuan diberitahu untuk slalu nurut manut, tidak boleh membantah, tidak boleh kritis, tidak boleh berkembang diluar sana, tinggal dirumah saja, dsb, intinya jangan "neko-neko"
(Menjadi korban atau pelaku?!)
1 contoh kasus ;
seorang remaja putri kelas 1 SMA, telah beberapa kali mengalami aborsi. Anak ini sangat pendiam, terlihat santun, berjilbab, dan sangat penurut.
Tetapi dibalik itu, dia tidak bisa bersikap aserti ketika dipaksa berhubungan seksual oleh pacarnya.
Contoh kasus lain ;
seorang anak yang telah dilecehkan pamannya sendiri, mengadukan ke orang tuanya, tetapi malah tidak ditanggapi dan dianggap bohong, sampai akhirnya si anak menjadi stress.
Dan banyak kasus lainnya.
Pengalaman saya beberapa tahun silam di Youth Centre CMR-PKBI Daerah Kalimantan Selatan, diantara banyaknya konseling yang masuk, rata-rata remaja yang konseling, kebingungan masalah kespro karena malu bertanya pada orang tua mereka dan kalaupun ada yang bertanya, orang tua mereka malah menjawab ”tabu” untuk dibicarakan (bisa jadi karena orang tua mereka sendiri tidak paham tentang kespro). Jadi apa yang mau dijelaskan?
Bertanya pada gurupun juga lebih malu lagi dan ketika ada guru yang mereka suka dan percayai, guru tersebut juga belum tentu tahu betul tentang kespro.
Akhirnya teman sebayalah tempat mereka curhat, yang belum tentu juga lebih paham dari orang tua dan guru mereka.
Hasilnya adalah kesalahpahaman informasi, membuka situs-situs porno dsb, dan mencoba hal-hal yang belum saatnya, dan juga melakukan tindak kekerasan lainnya.
Penyampaian informasi mengenai kesehatan reproduksi hendaknya diberikan mulai dari rumah oleh orang tua.
Orang tua hendaknya menciptakan suasana hormat, keakraban dan keterbukaan bukan ketakutan. Sehingga tercipta dialog yang baik antara orang tua dan anak-anaknya.
Setiap orang membutuhkan pendidikan seks karena akan memberikan bekal pengetahuan pada seseorang agar lebih memahami dirinya sendiri, sehingga mampu menjaga kesehatannya dengan lebih baik. Dan mengambil keputusan yang terbaik untuk hal-hal yang dengan seksualitasnya.
Akan lebih baik jika pendidikan seks diintegrasikan dalam kurikulum. Sebab kenyataannya, tanpa disadari setiap orang perlu memahami segi seksualitasnya.
Bagi orang tua, pendidikan seks sangat perlu karena jika orang tua kurang memamahami pengetahuan ini maka ia tidak dapat menjelaskan atau tidak tahu bagaimana cara mengkomunikasikan kepada anak-anaknya.
Bagi anak & remaja membutuhkan pengetahuan tentang seksualitas karena mereka memerlukan informasi yang baik dan tepat agar mampu mengambil keputusan yang tepat yang berkaitan dengan seksualitas.
Diambil dari modul Kesehatan Reproduksi PKBI Pusat dan berbagai sumber lainnya
#KesehatanReproduksi #SexEducation #KekerasanSeksual #KorbanKekerasan #MeToo
Sunday, October 4, 2015
Barometer Kesehatan adalah "Perut yang Lapar"
Ada beberapa pertanyaan masuk ;
Tentang porsi yang benar itu seperti apa di Food Combining?
Apakah sepiring? 2 piring? 3 piring? sebaskom? atau segelas? 2 gelas? sebotol? Atau seberapa?
Jam berapa baiknya makan ini? Jam berapa boleh makan itu? Bisa ga makan ini setelah jam itu?
Kenapa dalam FC makannya harus diatur-atur gitu?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, dalam penjelasan seputar juklak FC, sebenarnya sudah tersurat & tersirat.
Dalam FC tidak ada hitung-hitungan porsi maupun kalori. Makanlah ketika perut kosong atau lapar, berhentilah ketika kenyang.
Ketika tubuh memberi sinyal lapar, segera beri asupan sesuai ritme sirkadian, jangan ditunda apalagi dicuekin...
Ketika tubuh memberi sinyal kenyang, berhentilah, jangan teruskan.
Karna hal-hal tersebut akan menyiksa pencernaan kita...
Kalo menurut dokter Shinya, Barometer Kesehatan adalah "Perut yang Lapar"
Memilih bahan makanan yang baik, dan sekaligus juga berhati-hati untuk menjaga " kebiasaan makan teratur", sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan.
Kebanyakan orang berusaha makan dg menetapkan waktu, misal sarapan jam 7 pagi, maksi jam 12 siang, lalu jam 3 sore kudapan, serta sekitar jam 6 makmal.
Usaha seperti ini pun tidak bisa dinilai buruk, tetapi yang lebih penting adalah " makan setelah betul-betul merasa lapar". Makan meskipun masih belum lapar - tapi hanya karena sudah waktunya - sama sekali bukanlah cara yang bagus.
Jika organ pencernaan sehat, dalam jangka 3-4 jam setelah makan, makanan akan tercerna, dan kita merasakan "perut lapar" . Karena itu, orang yang sehat, bukan orang yang makan dengan mematok jam-jam tertentu, melainkan orang yang merespon rasa laparnya dan langsung makan, dan sebagai hasilnya, ia makan pada jam-jam yang hampir sama setiap harinya, atau dengan kata lain menjalani pola makan teratur.
Andaikata anda tidak merasakan lapar saat lambung mestinya kosong, tandanya organ pencernaan sudah melemah, atau dengan kata lain, anda harus memikirkan sebagai akibat kekurangan enzim. Terutama bagi anda yang tidak merasa lapar ketika bangun pagi, anda boleh yakin bahwa jumlah enzim tubuh anda tidak mencukupi.
Perasaan lapar itu sesungguhnya barometer kesehatan.
Sebaliknya, bagi anda yang meskipun makan melulu dan terus-menerus merasa lapar, sehingga terlalu banyak makan, anda pun sedang mengalami kekurangan enzim.
Bagi orang-orang yang bermasalah seperti ini, tindakan yang paling efektif adalah " banyak-banyak mengunyah".
Orang yang tidak merasakan perutnya lapar, dg cara ini dapat mengurangi beban lambung dan ususnya sehingga bermanfaat untuk menghemat enzim tubuh
Pun orang yang terlalu banyak makan, dg cara ini maka pencernaan dan penyerapan akan membaik, sehingga unsur gizi yang tidak bisa diproses dg baik selama ini menjadi dapat diserap tubuh.
Sebagai patokan jumlah kunyahan, minimal 30 - 50 kali, untuk makanan alot dan sulit cerna kira-kira 70 kali. Idealnya sampai makanan menjadi sangat lunak, tidak bisa digigit oleh gigi dan dengan sendirinya tertelan ke kerongkongan.
Mengenai jam makan, satu hal yang hendaknya anda perhatikan, yaitu menyelesaikan makan saat matahari masih ada. Terutama perhatikan jam makan malam.
Apabila makanan masih tersisa didalam perut saat tertidur, bisa-bisa terjadi arus balik, dan berisiko terkena radang paru-paru dan sindrom apnea tidur.
Meskipun tidak menjadi seserius itu, bila tidur dengan makanan tersisa dalam lambung, lambung jadi tidak enak, kualitas tidur pun terganggu, dan karena keletihan tubuh tidak hilang seluruhnya, dan menjadi rasa lelah yang tak kunjung pergi.
Dikutip dari buku Terapi Enzim, Prof. Dr. Hiromi Shinya, MD
Sempat dan sengaja berdiskusi dg pakar Food Combining Erikar Lebang seputar hal ini, karena ini cukup meresahkan saya...
Saya copaskan dimari...
Seperti sering beliau kulwitkan, Hidup sehat itu basisnya rutinitas sesuai aturan
Misal ada pertanyaan, habis cheating nih, mau netralisir, boleh ga ngejus sayur diluar waktu cerna aka sudah masuk waktu serap?
Ngejus sayuran dg tujuan netralisir cheating ya jelas ngawur, Itu kan tindakan sesekali
Kemudian, ada lagi pertanyaan, perutku sudah kenyang nih, tapi blom konsumsi jus sayur untuk malam ini, ga ketabung dong enzim saya, gmn nih?
Tujuan ngejus sayur untuk nabung enzim, sedangkan saat itu perut sudah kenyang...
Alasan nabung enzim juga sesuatu yang berlebihan, apa yang mau ditabung kalau pencernaannya disiksa duluan?
Sebaik apapun itu, malah akan menyebabkan rusaknya keseimbangan secara keseluruhan.
Konsumsi berlebihan dan ketimpangan pada satu hal saja, sama buruknya dengan kekurangan hal yang diperlukan.
#FoodCombiningItuGampang #FoodCombining #Lapar
Happy SaBu All :D
Gambar diambil dari PP Suhu EL
Subscribe to:
Posts (Atom)





