Wednesday, July 22, 2015

Rokok = Bunuh Diri Pelan-Pelan



Tulisan ini saya buat sehari setelah peringatan HANI 2015, dan sudah saya posting di grup Food Combining Indonesia. 

Karna kemaren ada bilang rokok tidak "berbahaya", saya jadi ingin memuat tulisan ini di blog juga.

Rokok = Bunuh Diri Pelan-Pelan

Baru ingat kemaren adalah Hari Anti NAPZA Internasional (HANI), jadi kepengen posting thread terkait tapi lebih spesifik bicara tentang "Rokok"
NAPZA = Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Zat kimiawi yang dimasukkan ke tubuh manusia. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya).

"Merokok adalah menghisap narkoba," jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau saat ditemui dalam acara Seminar IDI dengan tema 'Gangguan Kesehatan dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Manhattan Jl Prof. Dr. Satrio Casablanca, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Menurut dr Hakim, narkoba merupakan nama kelompok besar atau familia, yang genusnya adalah narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Rokok adalah zat yang sangat adiktif, bahkan tingkat kecanduannya mengalahkan morfin, heroin dan marijuana alias ganja.

Dalam kesempatan berbeda, dr Hakim menjelaskan bahwa ada 6 tingkatan zat adiksi (kecanduan) berdasarkan ilmu kedokteran, yaitu adiksi kopi yang merupakan adiksi paling ringan, adiksi marijuana atau ganja, adiksi alkohol, adiksi heroin, adiksi morfin dan adiksi nikotin.

Hal ini sering tidak disadari masyarakat karena banyak yang menyangka adiksi rokok adalah adiksi yang paling ringan, padahal justru nikotin adalah raja dari raja zat yang bikin candu. Maka tak heran bila banyak perokok yang sangat berat untuk dapat berhenti merokok.

Bila dibandingkan dengan narkotika dan psikotropika yang juga membuat candu, nikotin adalah satu-satunya zat adiktif yang tetap berbahaya walaupun digunakan dengan cara pemakaian yang benar.

"Kalau narkotik digunakan dengan cara yang benar, maka bisa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit misal saat orang akan operasi. Psikotropik juga demikian, bisa meredakan orang gangguang jiwa yang ngamuk-ngamuk. Tapi kalau nikotin, walaupun digunakan dengan cara yang benar, dibakar ujungnya yang diluar mulut bukan di dalam, lalu dihisap, itu kan sudah cara pemakaian yang benar, tapi tetap berbahaya," jelas dr Hakim.

Dikutip dari : 

Dr Hakim menjelaskan di Indonesia kematian akibat rokok angkanya mencapai 239 ribu per tahun. Ini lebih besar dibandingkan kematian ibu akibat kehamilan, persalinan dan nifas, yang sekarang menjadi perhatian pemerintah dan dunia.

Beberapa hari yang lalu juga pakar Food Combining Erikar Lebang ada mengulas tentang Rokok dan Hidup Sehat di twitter, berikut saya lampirkan :

Sedih mendengar cerita salah satu aktivis kampanye anti rokok yang meninggal. Di bagian cerita terselip kalimat yang sangat tidak cerdas

"Merokok mati, tidak merokok mati, ya lebih baik merokok sampai mati" Menghela nafas sambil merasa kesal mendengar kalimat satu ini

Gak ada yang baru dengan kalimat tadi dengan apa yang sudah berulang kali saya sampaikan, semua sama secara garis besar

Jarang sekali, garis bawahi ini, orang meninggal mendadak karena sakit! Mayoritas sakit mampus perlahan, menderita, menyusahkan sekitar

Penyakit karena gaya hidup, mau penyakit degeneratif, penurunan fungsi, atau kerusakan yang struktural seperti kanker, deritanya panjang

Kalau biasanya saya bicara dari sisi pola makan-minum, sekarang saya bicara dari hal yang paling malas dibicarakan sebenarnya, rokok

Ngerokok rutin, sih sama saja seperti bunuh diri pelan-pelan. Gak usah dibahas dan gak usah dicari kompensasinya. Sama aja menggarami lautan

Hampir semua orang tahu, rokok mengandung: Nikotin, Tar, Karbon Monoksida, 3 unsur yang sangat berbahaya bagi tubuh. Itu saja? Tentu tidak

Di US pernah dikeluarkan izin unsur pembentuk rokok yang berisi 500-an nama. Dianggap aman? Gak juga. Unsur itu tidak dalam keadaan dibakar

Yang diketahui mayoritas unsur tadi dalam keadaan dipanaskan miliki efek buruk bagi kesehatan. Bahkan ada yang jadi unsur pembentuk senjata

Kerusakan akumulatif ditimbulkan rokok bisa dibilang ada dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dari mulai rambut rontok hingga kanker kulit

Dari sekedar batuk-batuk sampai hak bersuara dicabut. Arti harfiah! Karena pita suaranya diambil. Dari mata kabur akibat asap, hingga buta

Dari kulit gatal-gatal sampai jadi kanker kulit. Lengkaplah pokoknya. Dan biasanya, mayoritas perokok tidak peduli makan sehat
Ya gak aneh

Ngerokok yang bahaya itu aja dikerjain, apalagi cuma sekedar menghindari makanan yang buruk bagi kesehatan?
Ya lebih gak mau lagi!

Memang ada sih segelintir perokok yang bisa hidup panjang dan meninggal di usia lanjut walau tergolong perokok berat. Tapi berapa persen?

Saya pernah kultwit tentang Winston Churcill, perokok berat yang meninggal di usia 90 tahun. Banyak perokok menjadikan beliau acuan

Tapi mereka gak tahu dan pasti ogah tahu bagaimana kondisi Churchill saat meninggal. Dia mengalami kemunduran mental parah juga alzheimer

Dia pun berulang kali diserang stroke. Praktis beberapa tahun terakhir hidupnya Churchill hidup dengan sangat menderita. Tua tapi sengsara

Umur di tangan Tuhan, tapi kualitas hidup ada di tangan kita. Sehat adalah elemen utama kualitas hidup. Merokok jelas merampas elemen itu

Demikian kibulan ini suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Suka ngerokok? Coba nyalain rokok di buntutnya pesawat jet mau terbang

Mari hidup sehat dan ini sejalan dengan tema peringatan HANI 2015 : Let's Develop Our Lives, Our Communities, Our Identities, Without Drug.


Gambar diambil dari berbagai sumber

Tuesday, July 21, 2015

Penyebab Stroke dan Pencegahannya



Sekarang kalo liat film tokohnya sedang berjuang menghadapi penyakitnya semisal kanker, jantung, Stroke, dsb, ga ada rasa sedih lagi... lebih pada kesian... pindah channel atau matiin tv ajah...

Sadis?! Ga lah, karena sekarang sudah paham penyebab sakitnya seseorang itu berasal dari pola makan buruk hariannya. (Bagai berkaca)

Kalo pola makan buruk tersebut ga diubah, pengobatan semahal apapun ga bikin sehat. Sembuh mungkin iya, tapi bersifat sementara, kemudian kambuh lagi dan kemungkinan semakin parah.

Uang terkuras iya, sehat ga...

Kali ini, kembali saya lampirkan kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang tentang :

Penyebab Stroke dan Pencegahannya

Semalam jenguk sahabat yang sakit, "gue light stroke" katanya singkat. Saya cuma nyengir gak banyak bicara, karena memang gak ditanya

Beliau ceritanya memanjang sampai ke bagian dokter cerita ada penyumbatan di pembuluh darahnya, "jadi gini.." ia memperagakan dengan tangan

Ia membulatkan jari-jari sebelah tangannya, "tadinya segini, terus begini" katanya. Saya?

Masih gak komen

Ia menyempitkan lingkaran yang dibentuk jari tangannya "..jadi sempit, gara-gara itu darahnya susah lewat". Reaksi saya?

Gak ada ekspresi

"Tapi tenang aja, kata dokternya tinggal pake obat *sebut merk* masalah itu bisa diatasi" dia tutup penjelasannya. Saya?

Ketawa ngakak

Dia terusik melihat saya tertawa. "Emang gak bener ya?". Hihi, kalau saja benar apa yang didengar dari dokternya. Dunia sudah steril stroke

Tapi apa lacur? Berapa banyak penderita stroke menghiasi tajuk berita lisan harian yang beredar diantara kita? Saya jamin kian meningkat

Kesimpulannya apa? Gak ada obat yang bisa membuat stroke menghilang sesederhana itu. Mengurangi gejala ya, memanjangkan jeda bencana ya

Tapi hilangkan stroke semudah membuang upil dari hidung, jelas tidak. "Iya sih, kata dokternya kalau nanti ada serangan ke 2-3, baru parah"

Nah! Dari penjelasan itu aja, dokternya sudah tumpang tindih, antara "gampang ada obat anu" dengan akan adanya serangan stroke lanjutan

Plus diembel-embeli kata serangan yang selanjutnya 'baru akan parah'. Indikasi apa yang dilakukan sekarang tidak menyelesaikan masalah

Dijelaskan begini, baru teman saya panik. "Jadi gue harus ngapain dong?" Tanya dia. Saya balik bertanya, "Emang gak dikasih tau?"

Dia menggeleng. Saya ketawa. Dia sebel. Saya tambah ketawa. "Terus, kenapa sih gue bisa begini? Saya ketawa lagi. Lebih keras

Dia ngambek

"Terus terang disini saya merasa sedih" #eaaa

Etapi serius. Mosok dokternya gak meluangkan waktu menjelaskan pada teman saya, why and how?

Dia pasien VIP lho. Bayar gak sedikit untuk rawat inap di RS terkenal ini. Mosok gak ada penjelasan kenapa dan bagaimana menghadapi stroke?

Gimana yang gak mampu bayar mahal?

Setelah puas tertawa dan sebelum teman saya tambah ngambek. Baru saya jelaskan perlahan, apa stroke? kenapa 'pembuluh' bisa menyempit?

Dia ternganga saat tahu kalau yang dimakan selama ini turut andil dalam membuat pembuluh darahnya rapuh. #Eh bukan turut ding, sangat besar!

Karena pembuluh darah rapuh, tubuh harus melapisi, supaya gak mudah pecah. Nah pelapisan itu sayangnya berlangsung terus menerus. Mengecil!

Kalau pipa pembuluh darahnya kecil, gimana darahnya mau lewat? Sementara semua penjuru tubuh perlu aliran darah. Karena hidupnya dari itu

"Jadi kalau otak gue kekurangan darah, kondisi gue kayak sekarang ini". Nah, gak susah kan buat seseorang paham? Gak harus detil, simpel aja

"Terus ngilangin pelapis yang nyumbat itu gimana? Pake obat? Bisa ilang?" Tanya dia lagi. Nah logikanya mulai jalan. Sekalian aja dijelasin

Obat bisa jadi meluruhkan pelapis penyumbat tadi, tapi fakta utamanya apa? Dinding pembuluh darah yang rapuh bukan? Ya akan dilapis lagi

Dengan kata lain, percuma minum obat, kalau sebab rapuhnya tidak diatasi. Jangan lupa, obat itu prinsipnya racun. Makin sering makin buruk

Minum obat rutin, apalagi seumur hidup, pasti akan memberikan kompensasi kerusakan pada bagian tubuh tertentu. Makanya jangan diandalkan

Obat itu pintu darurat. Gak ada orang keluar gedung secara rutin lewat pintu darurat? Pasti lewat pintu normal

Sahabat saya ini bengong waktu saya beberkan sejumlah fakta pembuat dinding pembuluh darah rapuh.. Makanan minim antioksidan, radikal bebas

Kekurangan cairan tubuh akibat kurang air putih berkualitas, rutin minum kopi dan teh. Lebih buruk lagi saat makanan sumber pelapis melimpah

Protein hewani!

Mau rendah lemak kek, direbus, dikukus. Kalau pembuluh darahnya rapuh, pasti dimanfaatkan tubuh untuk melapis!

Dari sini baru sahabat saya sadar, masalah ini melulu masalah gaya hidup. Bukan sesederhana "penyakit turunan" atau "kutukan Tuhan". Simpel

Demikian kibulan ini. Suka sukur gak suka unfollow. Pembuluh darah tersumbat? Sodok aja yang bikin mampetnya

Pake sumpit!

#KibulanSehat #Stroke

Gambar diambil dari berbagai sumber

Detoksifikasi Ringan Sehabis Hari Raya



Food Combining itu bertujuan Sehat Berkualitas, ranahnya lebih kepada pencegahan & perawatan, bukan pengobatan seperti konsep kesehatan kuratif...

Memang pada kenyataannya, banyak sekali orang-orang yang terbantu sembuh dari berbagai "penyakit" padahal "mereka" telah lepas dari "obat-obatan" termasuk saya sendiri.

Bukan hanya "sakit fisik", yang bersifat "psikis" pun bisa terkontrol.

Food Combining mengajarkan kedisiplinan & konsistensi serta kebahagiaan. Mereka yang bisa memaknai dan menjalankan sesuai "aturan", secara sadar & ga sadar telah mengontrol emosinya.

Mulai dari sikap sabar mengubah perilaku makan ngawur menjadi berpola makan sehat berkualitas, sabar ketika banyak cemoohan sekitar & banyaknya mitos yang berseliweran, sabar & menikmati setiap proses tanpa terburu-buru mengharapkan hasil instan, sabar mengontrol nafsu ketika dihidangkan makanan gak sehat tapi enak, dsb...

Senengnya telah berkenalan dg Food Combining sampai akhirnya menjadi pegangan dalam hal "kesehatan" & mantab berkomitmen untuk seumur hidup

Setelah puas menyantap menu lebaran, yuk kita bersihkan tubuh kita kembali...

Disini saya lampirkan tulisan Pakar Food Combining Erikar Lebang tentang :

Detoksifikasi Ringan Sehabis Hari Raya
By @erikarlebang

Pasca Ramadhan yang ‘menyehatkan’ dengan ‪#‎FoodCombining‬, 2 hari lebaran acap berubah jadi hari ‘penumpukan sampah’ tubuh, bersihkan yok!

Mari kerjakan detoksifikasi ringan. Bukan detoksifikasi beneran yang membutuhkan konsentrasi serius dan alokasi waktu khusus #FoodCombining

Sediakan waktu 2 hari saja, lebih 3 hari lebih baik. Disambi mengerjakan puasa syawalan juga bisa, asal perhatikan juklak #FoodCombining

Pertama, pastikan 2 hari berturut jadwal Anda kosong dari kegiatan melelahkan. Kedua, singkirkan hidangan lebaran ragam rupa #FoodCombining

Ketiga, penuhi lemari es Anda kembali dengan buah-sayur segar, idealnya organik. Cuci bersih-bersih bila tidak. Simpan baik #FoodCombining

Siapkan hanya air putih, lebih baik bila ‪#‎AirKangen‬. Donasikan minuman soda, sirup susu sisa lebaran. Simpan, kopi-teh-susu #FoodCombining

Terakhir, manjakan diri Anda dengan beragam hiburan tanpa kuras tenaga. Bacaan, tontonan, musik, sesi pijat, meni-pedi apalah #FoodCombining

Prinsipnya sederhana, hemat energi tubuh yang biasa terkonsentrasi di sistem cerna, agar bisa dialokasikan ‘membersihkan’ #FoodCombining

Bagi pelaku puasa syawalan, konsep #FoodCombining saat Ramadhan bisa tetap berlaku dengan mengeliminir menu tidak diperlukan #FoodCombining

Konsentrasikan pada makanan buah di saat sahur. Susul kira-kira 15 menit ke menu karbohidrat (nasi-sayur) bila tidak pede #FoodCombining

Berbuka pun dengan menu-menu sama, awali buah, lanjutkan menu karbo-sayur pasca beraktifitas lain, semisal shalat maghrib #FoodCombining

Perhatikan konsumsi air putih, berkala. Tapi hindari berlebihan saat santap sahur dan berbuka juga makan malam. Jauhi non air #FoodCombining

Jauhi makanan berat selama malam hari setidaknya selama masa detoks ringan ini. Juga pilih saat puasa masih dalam sesi libur #FoodCombining

Bagi yang tidak berpuasa syawal, berhati-hati dengan godaan menikmati makanan ringan waktu senggang, kadang itu tantangannya #FoodCombining

Siapkan beragam kudapan ringan, seperti jus buah, salad segar atau belajar varian kuliner berbasis buah atau sayur segar #FoodCombining

Konsumsi di jam-jam krusial keinginan mengudap makanan ringan, pukul 10.00, 14-17.00 atau jelang dan pasca makan malam #FoodCombining

Ingat, karena ini adalah fase detoksifikasi ringan, tubuh Anda tetap harus merasakan ‘lapar’ agar regenerasi sel berlangsung #FoodCombining

Jangan makan terlalu kenyang, sekalipun menu buah atau sayur. Pelihara dan kendalikan kondisi ‘lapar’ ringan tersebut #FoodCombining

Bagi yang telah terbiasa melakukan sesi #FoodCombining selama puasa, melakukan detoksifikasi ringan ini tergolong mudah #FoodCombining

Efek samping pembuangan toksin via aliran darah, tidak dirasa terlalu signifikan. Tapi buat yang belum terbiasa, bersiap! #FoodCombining

Efek itu bervariasi pada setiap individu. Bisa: sakit kepala ringan, sedikit demam, menggigil, sakit sendi-otot dan lainnya #FoodCombining

Bila terjadi, santai saja. Tidak perlu panik, pastikan terus ada dalam program. Perhatikan asupan air putih, minum berkala #FoodCombining

Jangan konsumsi obat pereda rasa sakit tadi. Obat flu, demam atau apapun. Bila Anda lakukan itu, sesi detoks berakhir #FoodCombining

Anda bisa akhiri sesi detoks dihari ketiga atau empat, sesukanya. Pastikan untuk tidak kembali ‘ngamuk’ mengkonsumsi makanan #FoodCombining

Bagi pelaku puasa syawal, akhiri sesi detoks ini dengan berakhirnya masa puasa Anda. Dengan catatan selama dilakukan berurutan #FoodCombining

Demikian kibulan siang ini. Suka ok, gak suka unfollow! Gak follow berisik? Baiknya coba puasa di tengah gurun pasir tanpa bawa bekal buka!

Gambar diambil dari berbagai sumber

Diare ! Penyebab dan Penanganan yang Benar




Seputar Diare dan Pola Makan Sehat




Diare (bahasa Inggris: diarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.[1] Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya. (Wikipedia)

Sedangkan menurut menurut Depkes RI (2005), pengertian diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga  kali atau lebih dalam sehari.


Nah, kali ini saya lampirkan kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang membahas mengenai diare, lebih kesisi yang ternyata belum banyak diketahui umum, sehingga menghasilkan kekeliruan penanganan dan juga menjadi mitos menyesatkan...

Yuk simak dan baca perlahan, semoga menambah wawasan dan berguna bagi yang membutuhkan...



Diare! Ini kondisi masalah pencernaan yang paling umum dialami oleh banyak orang, terutama mereka yang tinggal di daerah miskin sanitasi

Apa sih diare? Sebenarnya lebih ke kondisi buang air, diluar kemampuan normal kita mengontrol. Cair dan muncul dalam frekeuensi banyak

Kalau cuma sekedar lunak, sedikit cair, tapi masih dalam batas kontrol kita, namanya sebenarnya bukan diare. Lebih ke BAB kurang bagus saja

Kalau sekedar bahas definisi diare, mungkin tinggal browse di google, kelar! Mari kita ungkap sisi diare yang gak banyak diketahui orang

Diare sering disikapi salah secara umum. Baik oleh awam maupun ahli kesehatan sekalipun. Prinsip dasar diare, mekanisme pertahanan tubuh

Secara garis besar, diare adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengembalikan harmoni dalam sistem cerna, apapun masalah dihadapi

Diare upaya radikal tubuh mengeluarkan 'masalah' apapun yang terjadi dalam sistem cerna. Itu sebab penyebab populernya 'invasi' mahluk asing

Diare umum dikaitkan dengan serangan virus maupun bakteri. Walau dalam beberapa kasus, ada diare yang dilhasilkan makanan-minuman buruk

Semisal makanan terlalu pedas dan minuman tinggi alkohol. Atau makanan normal yang dimakan salah, seperti buah dikonsumsi pasca makan

Tapi secara logika, ground rule-nya tetap sama, "sesuatu yang ingin dibuang oleh tubuh", kalau bisa secepat mungkin. Makanya dia cair

Kembali ke masalah kesalahan umum terjadi saat diare muncul. Rata-rata, ingin menyetopnya begitu saja! Dibuat mampet, dan ini jadi merk, ugh

Saya punya rekan, yang sampai 2 minggu dirawat di rumah sakit. Padahal penyebab awalnya sepele sekali, dia diare! Sebenarnya sih ini rutin

Karena dia penggila susu. Buat yang gak tau hubungan susu dan diare, kasian deh lo, #eh baca aja #kibulansusu biar agak melek sedikit

Pun dia merutinkan diri minum yoghurt setiap pagi. Ya sudahlah ya. Balik lagi, dia diare lah habis-habisan, tapi sebenarnya biasa saja

Kondisi itu tidak terlalu menyakitkan buat dia. Problemnya beliau orang sibuk. Pas dia punya jadwal meeting penting. Gak bisa keganggu

Pergilah dia ke ahli kesehatan langganan, minta dihentikan diarenya. Diberi obat 'pemampat' diare. Apa yang terjadi? Diarenya berhenti

Tapi tubuhnya benar-benar bagai dihantam badai! Terutama di sistem cerna. Dia bilang, seperti ada sesuatu yang berputar-putar di dalam perut

Malamnya dilarikan lah dia ke rumah sakit. Disana dia bercokol sampai berhari-hari. Contoh sederhana dari masalah sederhana yang jadi rumit

Ini baru satu sudut pandang yang salah tentang diare. Sisi lain? Makanan! Salah satu kesalahan klasik tapi populer tentang diare, serat!

Sering kita mendengar, hindari makanan berserat saat diare. Bahkan dari mulut seorang ahli kesehatan sekalipun. Walhasil buah-sayur? Haram!

Tapi lucunya kalau ditanya kenapa serat dilarang bagi mereka yang diare? Jawabannya gak ada yang konsisten. Umumnya "supaya gak berat"

Sila baca ini tentang serat https://t.co/T4z9UcGxpg dan pahami kenapa pendapat itu salah total! Serat tidak memperberat kerja sistem cerna!

Ada lagi yang mengatakan "makanan berserat akan memperlancar diare, jadi bisa lebih parah lagi". Ini jawaban kombinasi benar dan ngaco

Makanan berserat justru akan memperbaiki kondisi sistem cerna, sila baca link yang tadi saya berikan, memperlancar pembuangan? Lebih baik!

Tubuh jadi punya 'bala bantuan' untuk membuang apapun yang sedang berusaha dibuangnya. Tapi kita bicara serat alami ya, bukan pabrikan!

Penderita diare, umum diberikan bubur, follower lama pasti tahu kenapa makanan ini sebenarnya mimpi buruk sistem cerna, apalagi pas diare

Penderita diare diberikan makanan padat miskin serat, seperti protein hewani, produk pabrikan, susu & turunannya, makin tersiksa sebenarnya

Karena makanan itu semua, sulit dicerna dan miskin kegunaan, terutama untuk sistem cerna yang sedang bermasalah. Ibarat jatuh ditimpa tangga

Satu lagi kesalahan umum, penderita diare justru rutin diberikan teh. Logikanya untuk meredakan frekuensi BAB. Saya sudah sering kultwit ini

keburukan minum teh dan kopi rutin

Fakta dibalik teh : http://deaedensor.blogspot.co.id/2015/09/fakta-dibalik-teh.html?m=1

Fakta dibalik Kopi :
http://deaedensor.blogspot.co.id/2015/08/seputar-fakta-tentang-bahaya-kopi.html?m=1



Jadi saat diare menyerang, apa yang harus dilakukan. Bukannya menghambat proses mekanisme pertahanan tubuh, kita harus memfasilitasinya

Tubuh mengalokasikan banyak cairan untuk membantu sistem cerna 'membuang' masalah yang sedang dihadapi. Untuk itu banyak yang hilang

Kita harus menjaga cairan yang hilang tersebut, agar selalu terjaga dalam tubuh kita. Minumlah air putih berkualitas dalam jumlah banyak

Tapi jangan sekaligus diglegek! Pernah ada kasus, mentang-mentang diare, dia sekaligus menenggak 1 liter air, yang ada beser tingkat dewa!

Minum berkala. Tiap 1-2 jam, segelas besar, sekitar 250-300 ml. Minum oralit sebenarnya logika yang cukup baik. Mengatasi defisiensi mineral

Tapi sebenarnya mengkonsumsi buah dan sayuran segar yang kaya akan mineral sebenarnya bisa mengatasi masalah yang sama. Lebih efektif malah

Kalau mengacu ke teknologi, produk handal seperti #AirKangen yang kaya akan mineral dan bermolekul kecil, menolong sekali. Kalau ini ok-lah

Satu lagi, sebenarnya serangan virus, bakteri seperti disentri, kolera yang amat ditakuti terkait diare, tidak mempan terhadap tubuh sehat

Biasanya tubuh yang rentan terhadap serangan E-Coli, Salmonella, Vibrio Cholerae atau spora Clostridium Botulinum, adalah tubuh yang lemah

Tubuh yang lemah, memiliki sistem pertahanan berlapis yang rapuh dan kehilangan berfungsi di sana-sini. Kenapa? Gaya hidup yang buruk!

Pola makan buruk, dehidrasi, istirahat tidak teratur, malas beraktivitas fisik, adalah akumulasi masalah yang melemahkan tubuh, penyakitan!

Pola makan sih di era modern ini, biang kerok paling besar. Karena ini yang paling sering jadi masalah. Makan #GakSehatTapiEnak terutama

Jadi percuma Anda parno masalah sanitasi, gak mau makan bakso di pinggir jalan. Kalau makanan keseharian Anda sebenarnya melemahkan tubuh

Bakteri, virus dan parasit itu ada dimana-mana. Kalau tubuh lemah, memegang sesuatu, lupa cuci tangan, makanan masuk mulut, sudah terserang!

Intinya, jalani hidup sehat. Bukan karena lagi trend, bukan karena gebetan Anda sedang into hidup sehat, tapi karena memang itu kebutuhan!

Diare, influenza, sakit lambung, panuan eh ini masalah lain ya? Atau penyakit apapun, sebenarnya bisa diatasi oleh tubuh yang sehat dan kuat

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka ya unfollow. Gak follow bawel? Diare? Mau mampet? Sumbat aja pake tutup bak mandi!

Copas kulwit suhu EL lain yang masih terkait ;

Diare! Penyebab & Penanganan yang Benar :
https://m.facebook.com/groups/466855680080631?view=permalink&id=677267052372825&ref=m_notif&notif_t=like

Serat bagi sistem cerna :
http://www.erykar.com/serat-bagi-sistem-cerna/


Guna serat (thypus, dsb) :
https://mobile.facebook.com/groups/466855680080631?view=permalink&id=496836900415842

#FoodCombining #FoodCombiningItuGampang #Diare #Serat



Penyebab dan Penanganan yang Benar Terhadap Diare



Barusan dengar berita, disalah satu RS banyak menerima pasien dengan keluhan diare, terutama pasien usia anak-anak, dari sejak Ramadhan sampai dengan sekarang...

Mereka menengarai kondisi ini akibat pancaroba... hhmmm...

Tubuh yang dijaga & dirawat dengan baik akan punya daya tahan baik & kuat, ga akan semudah itu jatuh sakit hanya akibat perubahan musim...

Diare adalah salah satu bentuk alarm tubuh ketika ada "sesuatu" yang salah masuk ke tubuh seseorang... sering kali orang salah memahami karena pengetahuan "terbatas" juga salah dalam penanganannya yang berakibat semakin menyiksa tubuh.

Berikut saya lampirkan kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang tentang :

Diare ! Penyebab dan Penanganan yang Benar
Paling sebel kalau denger masalah kesehatan sistem cerna, selalu saran yang diberikan kebanyakan ahli kesehatan adalah diet serat

Yang dimaksud adalah "jangan makan apa-apa yang tinggi seratnya, nanti pencernaannya bermasalah". Sumpah ini saran ngawur berat

Saran yang lahir bukan dari pengetahuan canggih tentang fisiologi tubuh manusia seperti yang disangkakan keluar dari ahli kesehatan

Tapi lucunya dari tebak-tebakan dari ketidak tahuan terhadap ilmu fisiologi tubuh manusia sesungguhnya, terutama seluk beluk sistem cerna

Maksudnya apa? Saran ini lahir salah satunya dari logika bahwa sembelit/konstipasi itu lahir akibat "makanan yang dikonsumsi kurang serat"

Karena ketidak pahaman fisiologi cerna, hukum tadi diterjemahkan, bila sedang diare jangan makan yang berserat nanti diarenya gak berhenti

Saya punya teman ahli kesehatan muda yang senyum-senyum waktu ditodong menjelaskan logika kerja sistem cerna terkait serat. Dia gak paham

Yang masih muda dan baru lululs, ilmunya masih fresh aja senyum-senyum gak tau? Gimana yang sudah senior? Yang sudah lama waktu belajarnya?

Sudah jadi rahasia umum sih, kalau ahli kesehatan konvensional itu pemahaman pola makan sehatnya memprihatinkan, bukan bidang dikuasai

Karena konsentrasi mereka lebih ke sisi pengobatan, kuratif, sementara makan sehat dan logika sistem cerna kaitannya ke perawatan kesehatan

Sayangnya diikuti ilmu gizi konvensional yang pula melenceng konsepnya, lebih banyak membahas hal yang jauh dari perawatan kesehatan

Bukannya membahas makanan yang memenuhi logika kerja sistem cerna, ilmu gizi membahas lebih ke sisi kalori, kandungan makanan dan higienitas

Mari kita bahas logika sesungguhnya tentang serat. Apa sih? Umumnya serpihan sisa makanan dicerna tubuh dalam bentuk terlihat atau tidak

Ada dua jenis serat, larut dan tidak larut. Penjelasan singkat: serat larut punya sifat seperti gel, mengentalkan, mengembang, penuhkan usus

Saat ia masuk darah, serat larut punya fungsi lain, ia mirip dengan karet spons, mampu menyerap mencegah melonjaknya gula darah dari makanan

Sementara serat tidak larut, dia punya fungsi yang lebih spesifik dalam membuat usus menjadi 'penuh' menggembung. Memudahkan proses cerna

Mudahnya gimana? Begini, usus punya gerakan memijat supaya apa yang kita makan bisa bergerak dari ujung ke ujung, 'masuk' hingga 'keluar'

Kenapa yang penuh mudah bergerak? Pake logika pasta gigi aja. Mana yang lebih mudah kita keluarkan isinya? Yang penuh atau yang kosong?

Makin penuh pasta giginya, ya makin mudah isinya didorong keluar. Nah makanan kaya serat membuat usus kita mudah 'memijit' isinya

Itu sebabnya makanan miskin serat membuat kita sembelit, karena usus kita tidak 'penuh' dan gerakan peristaltik susah payah memijit

Jadi blo'on banget pendapat yang mengatakan kalau kita diare, makan makanan berserat malah akan membuat diarenya makin parah. Super blo'on!

Makan kaya serat dalam artian benar, tidak akan pernah susahkan sistem cerna. Sebaliknya malah membuat terjaga terus fungsi dan kondisinya

Makanan kaya serat itu harus benar sumbernya. Buah, sayuran segar, biji-bijian yang dimakan dengan cara benar. Selain itu cairan harus cukup

Makan kaya serat, tapi kurang minum, sistem cerna juga gak leluasa bekerja baik. Minumlah air putih berkualitas dalam jumlah yang cukup

Kopi, teh dan susu tidak termasuk. Mereka malah menyusahkan kerja sistem cerna. Banyak yang tertipu, karena sering terpicu BAB pas minum ini

Tapi terpicunya semu, BAB-nya gak pernah tuntas. Bahkan kopi-teh membuat kerja peristaltik terlemahkan. Apalagi substansi kayak teh hijau

Coba aja andalkan teh hijau untuk BAB, kebutuhan akan menjadi seperti kecanduan, dosisnya nambah terus dan sekali absen, jadi susah BAB

Nantinya ujung-ujungnya substansi yang ada dalam teh, tanin, akan merusak dinding sistem cerna. Rusak total

Balik ke diare. Satu hal lagi yang harus dijelaskan tentang diare, ini mekanisme pertahanan tubuh untuk keluarkan sesuatu yang jadi masalah

Jadi logika kalau lagi diare, langkah pertamanya bukan membuatnya 'mampet' atau mengubahnya menjadi solid. Itu mengganggu sistem pertahanan

Mengkonsumsi makanan non serat dengan harapan diarenya akan berubah menjadi solid, itu langkah blo'on lain lagi. Sama super blo'onnya

Diare harus dibiarkan normal. Fasilitasi tubuh dengan bahan dasar, air putih yang cukup dan makanan yang benar, agar tidak kekurangan unsur

Teman saya pernah lagi diare, karena merasa terganggu dan sedang ada proyek besar, dia pergi ke dokter minta 'dimampatkan' diarenya

Memang sih diarenya mampet. Tapi apa lacur? Dua hari kemudian malah ambruk. Sakit sekali. Dia bilang "seperti ada yang terjebak dalem perut"

Jadilah dia malah diopname selama berhari-hari dan proyeknya terbengkalai total. Salah satu logika sederhana bila kita mengganggu hukum alam

Tapi ya kalau diare, jangan tenang-tenang saja. Koreksi pola makan harian, kok ya bisa diare? Observasi. Jangan take it for granted

Makanya pelaku ‪#‎Foodcombining‬ dan ‪#‎RawFood‬atau pola makan sehat lain seperti diet alkali, jarang sekali diare, karena mereka cermat makan

Cermat makan akan membuat daya tahan tubuh kuat. Sesekali makan jorok, atau kemasukan bakteri penyebab diare seperti e-coli, gak masalah

Daya tahan tubuh yang kuat akan 'menyapu bersih' bakteri tersebut. Jadi kita sehat-sehat saja, selama pola makan harian kita sehat dan baik

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Diare? Lalu diet serat biar mampet? Sekalian aja mampetin pake semen

Monday, July 20, 2015

Belajar Dari Kesalahan





Mau berbagi pengalaman dalam penanganan "sakit" nih...

Sering saya bilang setelah menjalani Food Combining, Alhamdulillah ga sakit lagi seperti "dulu". Sudah beberapa tahun ini ga pernah minum "obat-obatan" lagi.

Tapi, kalo cheating (konsumsi diluar juklak) biasanya alarm kecil tetap bunyi. Bisa berupa perut mules, pusing dan diare. Biasanya ini terjadi karna cheating yg ga direncanakan. Jadi ga sempat melimpahi tubuh dg pembentuk basa sebelumnya. Atau cheating kesurupan, hajar bleh :p.

Setelah dikasih pembentuk basa (jus sayur, salad sayur, sayuran seger deh pokoke), biasanya langsung enak aja. Ini konsep tubuh menyembuhkan sendiri sakitnya.

Setelah lupa gimana rasanya sakit, April kemaren ketika sedang di Hongkong, saya jatuh sakit yang bener-bener parah abis... dimulai dg muntah setelah jeniperan, badan demam tinggi, batuk, pusing, lemes... sakitttt bangetttt... (ga keren sakit kok di negeri orang, hiks)

Kok bisa?!
Padahal setiap hari belanja dan nyetok buah dan sayuran. Sarapan tetep buah-buahan seger.

Saya cek food diary selama 5 hari, dari KL, Hongkong, Shenzen, Macau dan balik lagi ke Hongkong.

Tubuh akhirnya teriak kencang akibat 4 hari cheating makanan junkfood dan telat makan, jam penyerapan bukannya tidur tapi masih makan dan begadang, kurang minum air putih dan ga berkualitas lagi airnya, juga karena tubuh diporsir terlalu berlebihan, trus perbedaan cuaca di 4 negara serta makin drop karna lagi menstruasi...

Walau sudah berusaha tetep sarapan buah dan kunyah sayuran segar di tiap maksi dan makmal tapi itu ga cukup akibat keteledoran diatas.

Ketika sakit kemaren, saya tetep bertahan ga minum obat. Akhirnya selama satu hari rehat total di apartement (rugi banget ke negeri orang cuma numpang tidur). Kencengin FC dan olah tubuh ringan serta ga begadang lagi.

Alhamdulillah, besoknya agak seger dan masih bisa menikmati Hongkong sebelum malamnya pulang ke Indonesia.

Ada yang komentar, susahkan kalo terlalu jaga makan, salah sedikit langsung sakit?

Ini komentar ga berdasar, bukan salah sedikit tapi memang salah banyak, karna sewaktu alarm kecil nyala saya ga terlalu respon karna "keasikan" dg perjalanan...

Seharusnya ketika saya sudah merasakan kaki sangat pegel dan mulai bersin, tubuh secepatnya diajak rehat dan dikasih konsumsi makanan pembentuk basa. Bukan dipaksa terus berjalan dan berjalan serta kekurangan asupan sehat, sehingga daya tahan tubuhpun menurun yang berakibat bagai magnet penyakitpun menyerang satu persatu.

Sampai akhirnya tubuh marah lalu menyalakan alarm dengan kencangnya.

Kebanyakan orang ketika dikasih sakit lalu nyari obat ini itu, karna dianggap cepat dalam penyembuhan. Padahal obat adalah racun buat tubuh, obat mematikan alarm tubuh sebagai pengingat ketika "penjahat" tubuh menggerogoti fungsi tubuh...

Kalo melihat sepintas pengobatan dianggap cepat, iya keliatan cepat sembuh tapi habis itu sakit lagi obati lagi, begitu seterusnya sampai nambah berbagai macam penyakit.

Kesehatan konvensional lebih mengajarkan kuratif bukan preventif maupun perawatan, ga dikenal konsep tubuh itu sembuh karena kemampuannya sendiri menyembuhkan.

Tubuh yang sudah terbiasa dirawat dengan baik, ga begitu mudah sakit, ketika sakitpun akan mudah sembuh tanpa "obat-obatan"

Thursday, June 11, 2015

Pemberdayaan Pasien, Komersialisasi dan Kompetisi

Perberdayaan Pasien, Komersialisasi dan Kompetisi

Habis nonton salah satu drakor yang berjudul Docter Stranger, ada satu episode yang sangat menegangkan, pertaruhan seorang pasien apakah benar-benar perlu dioperasi atau tidak?

Apabila si pasien melakukan operasi maka dia akan kehilangan kesempatan untuk hamil dan menjadi seorang ibu. Kalo menolak operasi dia akan kehilangan kesempatan "hidup lama".

Si pasien telah mendatangi 10 RS berbeda hanya untuk mendapat sedikit kemungkinan agar dia tidak perlu operasi, karena bulan depan dia akan menikah dg belahan jiwanya dan juga sudah memimpikan kehadiran buah hati.

RS terakhir yang dia datangipun sudah menjadwalkan untuk melakukan operasi ditangani seorang dokter yang sedang berkompetisi untuk suatu ambisi. Tapi di RS itulah akhirnya dia bertemu seorang Dokter lain, yang setelah melihat rekaman "sakitnya" operasi tersebut ternyata bisa ditunda... disini rasa kemanusiaan dipertaruhkan...

Ada lagi Film lain judulnya Patch Adams, film ini diangkat berdasarkan kisah nyata seorang Dokter yang berbagi "ilmunya" dengan ketulusan sehingga dia dianggap menyalahi prosedur kaku dan harus berjuang keras untuk bertahan dan mencapai tujuan hidupnya.

Metode pengobatan yang dilakukan Patch sangat ditentang oleh para dokter dan profesor yang merasa Patch mengabaikan metode yang biasa mereka jalankan.
Film yang mengambarkan pertentangan antara rasa kemanusiaan, kepentingan pribadi, dan komersialisasi di "dunia kesehatan".

Ada kalimat yang diucapkan Arthur Mandelson “Berfokus pada masalah maka tidak akan ada solusi. Dengan membuka mata dan melihat seluruh dunia yang baru setiap hari akan membuat berpikir untuk menemukan jawaban atas semua permasalahan yang terjadi.” dari sinilah Patch Adam mulai memahami tujuan hidupnya.

Trus apa hubungannya dengan #FoodCombining?

Kita yang telah mengenal #FoodCombining ini, telah diberi kesempatan oleh Sang Pencipta untuk memperbaiki "kesehatan" sebelum terlambat...

Bagi yang telah "divonis", mendapat wawasan baru tentang bagaimana menjadi "pasien yang cerdas".
Pasien yang memahami kebutuhan mereka sendiri dan dapat memberdayakan dirinya dalam proses penyembuhannya.



Berikut saya lampirkan juga tulisan pakar Food Combining Erikar Lebang tentang pola pikir kita dalam memandang sakit.

Perbaiki Pola Pikir Memandang Sakit - by @erikarlebang

Salah satu komentar terburuk dari upaya pola hidup sehat adalah "Jangan makan sehat, nanti kalau makan ngaco sedikit, langsung jatuh sakit"


"Saking sehatnya tubuh jadi lemah, kena makanan ngaco, badannya langsung sakit". Ini terus terang statement gebleg tapi banyak yang percaya


Ini lebih disebabkan pemahaman yang salah tentang 'sakit' itu apa? Setidaknya ketidak tahuan bahwa sakti punya makna berjenjang, gradual


Salah satu hal yang sering didefinisikan sakit, sebenarnya acap kali alarm tubuh terhadap satu hal yang berjalan diluar pakem seharusnya


Amandel Anda membengkak semisal. Sakit menelan. Anda memang sakit, tapi itu pertanda bahwa pertahanan terdepan tubuh berfungsi baik

Jadi langkah selanjutnya adalah memperkuat barisan pertahanan tubuh, beristirahat, mengkonsumsi makanan yang menguatkan, menghindari pelemah


Bukannya malah sibuk mencari obat 'mengkempeskan' amandel, atau malah berpikir untuk 'mengenyahkan' amandel karena bolak-balik meradang


Hindari juga makanan-minuman yang memicu masalah amandel. Susu, semisal, adalah salah satu pemciu peradangan amandel paling populer


Salah makan lalu diare, semisal. Paham sederhana sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk 'mengenyahkan' masalah yang masuk tadi


Jadi bukan lantas diartikan sebagai terkena 'penyakit diare'. Sehingga langkah pertama yang diambil adalah upaya 'memampatkan' diare


Bila hal ini terjadi, Anda malah mematikan mekanisme pertahanan tubuh yang sebenarnya berjalan sempurna. Bukannya memfasilitasi


Minum substansi yang tepat serta cukup, mengkonsumsi makanan yang baik dan benar. Cukup untuk membantu proses diare berjalan sesuai fungsi


Demam, contoh lain yang juga umum. Ini adalah upaya tubuh untuk mengantisipasi berbagai macam masalah yang sedang terjadi di dalamnya


Bisa penanganan infeksi, mengantisipasi serangan virus, bakteri dan lainnya. Kerja enzym yang aktif di suhu tinggi tubuh salah satu penjelas


Tubuh mensintesis cadangan enzym untuk dirubah menjadi substansi yang aktif atasi masalah kesehatan penyebab demam. Ini alasan suhu naik


Jadi sibuk menurunkan demam, karena dianggap penyakit, bukan jalan untuk keluar sesungguhnya untuk mengatasi masalah. Malah memperburuk


Bagaimana bila sakit salah diartikan? Secara akumulatif jelas akan memperburuk keadaan. Karena alarm-alarm kecil berulang kali dimatikan


Akhirnya alarm besar akan menyala. Dan saat itu terjadi, kesehatan sudah ada di ujung jurang. Terpaksa langkah penanganan darurat dilakukan


Bisa operasi, kemoterapi, masuk ICU atau apa lah. Yang sebenarnya acap bukan jalan keluar, tapi sekedar upaya putus asa memperpanjang usia


Pola pikir kita tentang memandang 'sakit' memang harus diperbaiki. Dan juga pemahaman kita akan tindakan pengobatan harus direvisi


Demikian kibulan ini. Suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Turun demam? Kejar gerobak es krim lewat depan rumah masuk ke boxnya!

Wednesday, June 10, 2015

Puasa Ramadhan & Sunat dengan Food Combining

Kali ini saya mau berbagi pengalaman  melakukan #FoodCombining selama Puasa, karna banyak juga yang tanya kuat ga puasa ala FC dg "cuma" sahur buah.

Ya kuat banget, malah ini yang terbaik karena waktu sahur itu masuk Ritme Sirkadian Pembuangan, jangan bebani sistem cerna pada waktu tersebut dengan makanan berat & ga sehat.

Sudah saya jawab dan posting thread di FB, masih juga ditanyakan berulang-ulang seakan ga percaya... ini serius lah, sejak memahami FC, sudah 2x puasa Ramadhan plus puasa Sunat saya melakukan sahur dan buka dg juklak FC.

Alhamdulillah selama puasa, kondisi saya tetep sehat krn perut tidak begah melilit, badanpun tetap segar utk beraktivitas, baik di lapangan, kantor dan ketika ada pelatihan selama berhari-hari tetep seger ga loyo apalagi ngantuk...

Mengenai menu selama puasa, biasanya bangun tidur langsung nyiapin segelas air hangat ditambah perasan jeruk nipis, minum perlahan-lahan.
Setelah itu minum air putih, wudhu dan sholat Sunat...

Kemudian makan sahur dg buah potong atau jus/smoothie atau campuran smuanya.. Minimal 3 sd 4 macam buah warna warni, manis, berair, berserat, matang pohon lebih baik lagi.

Menjelang imsak minum air putih kembali..

Untuk Buka Puasa kembali diawali makan buah potong/jus/smoothie..
Kemudian air putih.

Setelah Sholat magrib baru makan malam dg menu pati + sayuran.

Untuk di rumah saya tidak beli protein hewani lagi semenjak tau protew memberatkan sistem cerna. Tapi kalo diluar rumah dapat traktiran ga nolak #OgahRugi sesekali aja konsumsinya.


Disini saya lampirkan tulisan pakar Food Combining Erikar Lebang ttg Food Combining di Bulan Ramadhan :

Kibulan hari ini seputar sanggahan mengapa suggest saya utk bersahur minim protein hewani? Lebih antara buah dan sayur melulu

Menurut info yang diterima atau disampaikan para penyanggah, mereka menemukan bhw protein hewani lbh menghemat tenaga jg mengenyangkan puasa

Berdasar pd konsensus “protein lebih lambat dicerna oleh tubuh, tdk spt karbohidrat” sehingga ditengarai membuat waktu kenyang lbh lama

Baiklah, saya berikan fakta seputar apa yg ada di protein hewani dan apa yang ada di tubuh kita sebagai manusia, dan bgmana hubungannya?

1. Protein hewani mungkin lengkap dlm unsur, namun tubuh manusia tdk sepenuhnya bereaksi sesuai dgn jumlah kandungan disana ‪#‎foodcombining‬

2. Anda boleh mengajukan sesuatu yg sepertinya berguna dgn klasifikasi tertentu tapi tubuh juga telah punya klasifikasi sndri #foodcombining

3. Apa yg bisa diterimanya dengan baik atau tidak? Kalau sesuai dgn klasifikasi tubuh ya diterima. Kalau tidak? Mubazir! #foodcombining

4. Atau bahkan tak terpakai dan malah membuat tubuh teracuni oleh tumpukan materi yg tak terserap dan mengendap di dlmnya #foodcombining

5. Protein hewani dlm bentuk umum spt daging dan susu (utama daging merah dan susu) memerlukan usaha ekstra keras tubuh #foodcombining

6. Untuk bisa menyerap manfaatnya. Itupun mayoritas tidak bisa terfasilitasi dgn baik dan tersisa sbg masalah belaka #foodcombining

7. Terutama dlm keadaan puasa, kerja pencernaan yg ‘mulur’ akibat protein yg jauh lbh lama proses ketimbang karbo (semisal) #foodcombining

8. Sebenarnya sama sekali bukan menguntungkan. Proses cerna panjang sama sekali tdk terkonversi dgn rasa kenyang yang lama #foodcombining

9. Tapi justru menyita energi tubuh yg lbh berat dari semestinya. Akibatnya malah bkn rasa kenyang hingga wkt berbuka didapat #foodcombining

10. Tapi malah rasa mudah lelah, mengantuk dan tidak nyaman pada perut. Kenyang? Justru malah sebaliknya hal yang didapat #foodcombining

11. Krn proses panjang dan berat yg diperlukan utk cerna protein, tubuh berusaha mengganti energi ekstra yg terbuang percuma #foodcombining

12. Dengan mengkonversinya menjadi rasa lapar. Itu sebabnya pengkonsumsi protein hewani umumnya terjebak dlm lingkaran setan #foodcombining

13. Krn pengalaman merasa lapar lbh cepat, dikira konsumsi protein hewani lebih sedikit dr keperluan. Ditambahlah porsinya #foodcombining
Tinggi Protein

14. Namun protein hewani yg lebih banyak dari keharusan malah membuat tubuh menjadi lebih terbebani. Dan lapar lbh cepat lagi #foodcombining

15. Ditambah bonus rasa tidak nyaman, mudah lelah dll yg disebut tadi. Beberapa malah menambah rasa pusing atau mudah sakit #foodcombining

16. Normal karena energi tubuh terus menerus defisit. Hingga banyak terjadi malfungsi. Akhirnya puasa sehat sulit dicapai #foodcombining

17. Kembali ke protein hewani. Tidak menggeneralisir bahwa semuanya buruk dan menyetani Anda utk berubah menjadi vegetarian #foodcombining

18. Namun lebih ke sisi skala prioritas kita dlm mengkonsumsi sesuatu sesuai kebutuhan atau kapasitas sesungguhnya tubuh kita #foodcombining

19. Manusia secara fisiologis dirancang Tuhan utk menjadi Omnivora (pemakan segala) yg berat ke sisi Herbivora (tumbuhan) #foodcombining

20. Panjang usus manusia menurut Dr. Robert Young, terlalu rumit dan panjang bagi penyerapan protein dlm jumlah yang banyak. #foodcombining

21. Bandingkan dgn usus hewan karnivora yg umumnya sederhana serta lebih pendek. Bandingkan juga konstruksi gigi kita #foodcombining

22. Kita hanya punya dua pasang gigi taring utk robek daging, sementara hewan karnivora hampir seluruh gigi bersifat merobek #foodcombining

23. Sementara gigi manusia justru didominasi oleh gigi utk menggiling dan beberapa utk memotong, menunjukan bahan pangan kita #foodcombining

24. Tubuh dan pola makan manusia telah didisain indah oleh Tuhan, follow that and your life is much easier (also healthier) #foodcombining

25. Terutama saat puasa di bulan Ramadhan ini. Jadikan ia sebagai fasilitator kesehatan disamping makna spiritual di dlmnya #foodcombining

26. Terkait protein hewani, konsumsi sesekali saja. Lebih baik pilih protein dari unggas dan ikan, lbh moderat cerna bg tubuh #foodcombining

27. Jangan lupa imbangi dgn konsumsi sayur segar pada saat yang sama. Jangan cuma sbg ‘side dish’ tapi dengan porsi massive #foodcombining

28. Bila perlu lebih banyak dari konsumsi proteinnya. Juga sebisa mungkin jgn santap bersamaan bersama karbohidrat primer #foodcombining

29. Yang akhirnya akan menyulitkan kerja sistem cerna tubuh. Protein hewani juga sulut produksi zat pengantar syaraf berbeda #foodcombining

30. Dengan produksi zat pengantar syaraf dipicu oleh konsumsi karbohidrat seperti jenis yang telah disebut sebelumnya #foodcombining

31. Kalau untuk protein hewani seperti susu, wah jauh lebih buruk ketimbang daging2an, hindari konsumsi utk menu sahur/berbuka #foodcombining

Info tentang susu, sila cek di TL #kibulansusu
http://erykar.wordpress.com

Nah, tambahan kulwit lagi tentang
Sahur Buah Puasa Tetap Bugar
By @erikarlebang :

"Kenapa sahur cuma buah bisa jadi kuat begini seharian? Sementara sahur berat kemarin-kemarin, sepertiga hari udah lemes?" #Foodcombining"

Itu logika sederhana #Foodcombining, makan jangan mendikte tubuh harus seperti apa? Harus 'makan ini', 'sejumlah ini', karena 'akan begini'"

Makan itu harus mengacu dulu pada tubuh, cara kerja, dan apa yang dibutuhkan? #Foodcombinign bukan mendikte harus bagaimana, tapi menuruti"

Pelaku #Foodcombining yang baik mah sudah paham benar, jam sahur itu jam tubuh di posisi anomali, karena siklus cerna sedang transisi"

Perpindahan dari fase metabolisme besar malah hari dimana energi tubuh dihemat, makanya tidur, dan fase sisa metabolisme itu hendak dibuang"

Kedua fase ini butuh energi sangat besar. Makanya memberi makan berat disini, malah mengacaukan siklus tubuh, inefisiensi alokasi energi"

Akhirnya tubuh kebingungan, energi yang seharusnya dialokasikan untuk membuang sisa metabolisme malam tersedot untuk mencerna makanan berat"

Kekacauan siklus ini yang membuat mereka yang sahur 'berat' seakan akan tidak makan selama sebulan, malah cepat kelaparan dan lemas"

Apalagi yang sahurnya rakus"

Sementara pelaku #Foodcombining puasa ini malah 'kipas-kipas', sahur praktis cuma modal motong atau ngejus buah, bebas dari api dan minyak"

Tapi karena patuh pada siklus dan kebutuhan, tubuhnya memanjakan dengan mengalokasikan energi yang cukup untuk dia beraktivitas seharian"

Puasa tetap bugar, dan bahkan nafas pun terasa lebih segar. Ini dilaporkan oleh banyak pemula yang terbiasa sahur berat. 'Naganya' berkurang"

Agak repot jawab pertanyaan, "Gak berani ah, puasa buah doang.. Ntar lemes. Makan nasi aja gak kuat" karena logikanya memang gak nyambung"

Apalagi kalau terbiasa sahur dengan minum teh dan kopi, bahkan susu! Wah, mending jangan disaranin #Foodcombining deh, ntar kita yang kena"

Ada juga yang terpengaruh euforia, coba sahur buah, tapi karena masih terkontaminasi mitos, buahnya dimakan belakangan, "Ntar sakit perut""

Malah dia beneran sakit perut! Karena gak paham cara makan buah yang benar?"

Jadi kalau takjub dengan testimoni pelaku #Foodcombining saat Ramadan. Itu penjelasan singkatnya. Tubuh dimanjakan, dia balik manjakan kita"

Kalau kita perlakukan tubuh dengan sikap 'nyusahin', balik dia akan berlaku 'nyebelin'"

Tapi as usual, jangan asal ngikut, apalagi cuma modal nekat, denger-denger. Pelajari dulu apa itu #Foodcombining? Pahami, baru lakukan"

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Sahur makan buah takut laper? Ya udah sahur 'makan temen' aja gih!"

Sudah baca pengalaman saya dan juga 2 kulwit suhu EL tapi masih ragu-ragu, blom terbiasa dg menu tersebut di atas, (masih percaya mitos, khawatir ini itu) bisa mencoba dg menu seperti digambar (gambar diambil dari TL suhu EL berdasarkan buku Food Combining di Bulan Ramadhan).




Sehat Itu Pilihan... Met Puasa :)