Monday, January 12, 2015

Antara Labirin dan Bukit Rimpi

Aku selalu percaya setiap tempat mempunyai keunikannya masing-masing. Kali ini aku akan menuliskan perjalanan ke tempat wisata baru yang berada di kabupaten #TanahLaut Kalimantan Selatan yaitu #TamanLabirin dan #BukitRimpi atau #BukitTeletubbies.
Puncak #BukitRimpi #BukitTeletubbies angin kenceng

Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten yang berada di propinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten ini mempunyai banyak tempat wisata, baik pantai maupun pegunungan. Dari kecil sampai dewasa kami sering berlibur ke tempat-tempat wisata yang ada di Tanah Laut. Tapi 2 Tempat yang akan aku tulis ini merupakan tujuan wisata baru (menurut aku tentunya).

Okeh, kita mulai perjalanan dari Banjarmasin menuju Kota Pelaihari ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Rencana awal kami mau ke Agro Wisata Taman Labirin dulu yang terletak di Kecamatan Tambang Ulang, dari Banjarmasin sekitar 1,5 jam (mungkin sekitar 45an km) karena berada sebelum kota Pelaihari. Tetapi ternyata disana ada jam besuk eh jam berkunjung hehehe… dari jam 13.00 -17.00 wita. Ya sudah akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju Bukit Rimpi atau Bukit Teletubbies dulu.

#BukitRimpi atau #BukitTeletubbies

Kaki #BukitRimpi #BukitTeletubbies yang terkotori dengan sampah

Terus terang aku tidak pernah nonton yang namanya Teletubbies, jadi aku bener-bener ga ngerti kenapa awalnya ini bukit dikasih nama #BukitTeletubbies. Kalau menurut warga sekitar sih namanya #BukitRimpi tapi pengunjung yang datang melihatnya seperti #BukitTeletubbies, dimana katanya di film anak-anak tersebut si Teletubbies sering bermain di Bukit yang sangat mirip dengan bukit ini.
ayo kita mulai mendaki

Okelah kalo begitu…

Untuk menuju Bukit Rimpi atau Bukit Teletubbies kita akan melalui kota Pelaihari dulu, jarak dari Banjarmasin menuju Pelaihari sekitar 65 km. Kemudian Lanjut perjalanan kearah Tanah Bumbu sekitar 7 sd 8 km ketemu Desa Tampang, Bukitnya berada disebelah kanan jalan. Karena tempat wisata ini tergolong baru jadi belom ada plang nama, tetapi kita bisa mendapat petunjuk dari banyaknya warga yang merubah halaman rumahnya menjadi tempat parkir buat pengunjung bukit tersebut. Jadi, kalo sudah 7 km dari kota pelaihari kendaraan dijalankan pelan-pelan saja agar bisa melihat tulisan “tempat parkir Bukit Rimpi”. Tapi aku sarankan parkirnya di kaki bukit saja setelah bayar karcis masuk, karna cuma rp 2.500/org sudah dengan parkir. Kalo parkir di tempat warga bayar rp 5.000 blom bayar karcis trus jalan kaki lagi sekitar 200 m ke kaki bukit.
bersyukur cuaca cerah jadi jalanan ga becek

Etapi ternyata ada 2 jalan menuju bukit ini, jalan seperti aku tulis di atas yang ga ada plang nama sama jalan yang katanya ada plang nama (tapi kami ga kesana) tapi itu katanya cukup jauh menuju keatas karena melalui kebun Karet dulu. Kalau jalan yang kami ambil ini anggaplah memotong, setelah bayar karcis masuk kita akan ketemu kandang ayam dan langsung ketemu kaki bukit Rimpi/Teletubbies.

Tapi sangat disayangkan objek wisata yang baru ini sudah terkotori dengan sampah-sampah yang dibuang oleh pengunjung. Aku tu ga habis pikir Kalsel yang katanya “agamis” tapi kebersihan kotanya sungguh menyedihkan. Kebersihan adalah sebagian dari iman hanya slogan belaka, “mental” individunya mesti diperbaiki. Masa gegara melihat orang buang sampah sembarangan yang lain pada ikut nyampah sembarangan juga. Mau jadi apa bumi kita ini kalo ntar semua punya pemikiran negative seperti itu.
sampai dengkul #BukitRimpi #BukitTeletubbies lumayan nanjak

Syukurnya ketika mulai mendaki terlihat pemandangan yang begitu indah sehinggal kekesalanku melihat sampah sembarangan tertutupi.
kalo cape rehat aja dulu, sambil duduk menikmati pemandangan

Tapi kembali di atas pun ada aja yang nyampah sembarangan, terkadang malu dengan perilaku orang-orang daerahku yang seperti ini. Coba sekarang dibalik, kita mulai dari diri sendiri dulu untuk tidak nyampah sembarangan, kan kota kita tercinta ini akan terlihat lebih bersih dan tentunya sehat dan asri.
sarapan dulu sambil menikmati view, abaikan bentar sampah sekitar

Kembali ke Bukit Rimpi/Teletubbies, sesampai di dengkulnya ini Bukit kita akan menemui view yang indah, langsung deh abadikan mumpung masih terang.
sisi lain Bukit Rimpi/Teletubbies

Sampai bahu Bukit kami rehat bentar sambil duduk-duduk mengagumi keindahan karunia Ilahi, sarapan kembali dengan tidak lupa buang sampah dalam kresek yang sengaja aku bawa.
sampai bahu Bukit Rimpi/Teletubbies

Naik lagi sampai puncak Bukit Rimpi/Teletubbies… Subhanallah… sungguh mengagumkan… tapi hati-hati ya disini anginnya kenceng banget dan tentunya panas banget juga. Tapi bersyukur ketika kami naik cuaca sangat mendukung, ga ada hujan walaupun cuma gerimis. Panaspun juga ga terlalu banget, mungkin karena kami datangnya masih pagi menjelang siang.
puncak bukit Rimpi/Teletubbies anginnya sangat deras

Jadi, kalo mau kesini mending pagi atau sore sekalian, etapi sekarang kan musim hujan biasanya sore hari mulai deh turun hujan jadi jangan lupa bawa jas hujan keatas bukit ini. Oya, satu lagi bawa sandal pengganti kalo-kalo hujan jalanannya jadi becek. Disana ga ada orang yang berjualan jadi mending bawa makanan dan minuman juga.
walau sudah turun angin tetep kencang

Sudah siang, matahari makin terik khawatir juga ntar cuaca berubah akhirnya kamipun menuruni bukit untuk kembali kebawah. Ternyata makin siang makin banyak pengunjung padahal kami sengaja mencari waktu bukan hari libur.
Sebelum melanjutkan trip berikutnya, kami mampir kota Pelaihari dulu untuk makan siang dan zuhuran. Trus mampir bentar di Bukit Kayangan melihat hamparan sawit.

#Labirin #TambangUlang
depan area perkebunan

Sampai Taman Labirin atau disebut juga Agro wisata Taman Labirin atau BP3T Tambang Ulang (jangan tanya kepanjangannya, ga ingat) sudah sekitar jam 3.00 pm. Petugas menyambut dengan ramah dan memberitahukan  satu orang bayar karcis rp 2.000, untuk parkir seikhlasnya saja, duh… aku tu paling malas kalo diminta seikhlasnya.. kalo ga ikhlas gimana xixixixi… mending beri batasan jelas aja ya pak untuk lain kali, misal motor rp. 2000 dan mobil rp 5.000 kan gampang.

Tempat ini kayaknya sengaja dibuat untuk kegiatan pelatihan dan perkemahan karena ada area tersebut, juga ada area perkebunan dan perikanan makanya waktunya dibatasi ga bisa semau-maunya kecuali yang sudah nyewa ini tempat baru bisa kapan aja menjelajahi Agro wisata ini.
di tengan #Labirin

Dimulai dengan memasuki taman labirin, sempet mikir awalnya gimana ntar kalo aku nyasar, etapi ternyata di dalam Labirin malah seru, lucu dan menyenangkan.
Apalagi ketika sampai ditengah Labirin, ada semacam pos pantau gitu, cuma sayangnya ga ada tangga untuk menaiki, adanya undakan tajam dimana kita harus hati-hati naiknya.
view labirin dari atas

Nah pas sudah diatas kita bisa liat taman labirin lebih mantab, bisa liat orang-orang yang lagi nyari jalan keluar xixixixi… jeprat jepret deh…

Tapi, sekali lagi taman yang indah ini dikotori oleh sampah dimana-mana… duh, ne pengunjung bener-bener deh mental nyampah muluuuuu…
Makin banyak yang naik keatas makin sesak karena tempatnya terbatas, akhirnya kamipun turun dan berusaha keluar labirin.

Trus jalan menuju area perikanan, disini kita bisa duduk-duduk santai. Tapi sekali lagi sampah lagi sampah lagi, puyeng ngeliatnya… tolong deh pemerintah setempat atau managemen objek wisata bikin peraturan yang teges buat pengunjung yang nyampah sembarangan. Selain itu juga, tolong sediakan tempat sampah dimana-mana agar kita pengunjung bisa buang sampah ga terlalu jauh, jadi ga ada alasan nyampah sembarangan lagi.
area perikanan

Sudah jam 17.00 kita harus keluar semuanya karena mau tutup untuk umum. Sampai parkiran, diminta kembali karcis parker dan aku ditanya petugasnya gimana pendapatku tentang tempat ini.
Bagus Taman Labirinnya pak tapi sayang banyak sampah… si petugas bingung dan nanya, mana sampahnya? Yaelah banyak tuh di dalam dan juga di jalan rerumputan…
taman yang cantik telah dikotori tangan-tangan tak bertanggungjawab

Bayangin aja, 2 tempat wisata ini tergolong baru, sudah banyak sampah dimana-mana, gimana kalo semakin lama? Kalo bukan dari kita yang memulai menjaga kebersihan kota kita tercinta ini, mau sapa lagi coba…

Nikmatin setiap  perjalanan wisatamu tapi jangan nyampah sembarangan…

Monday, January 5, 2015

Kota Seribu Sungai

KOTA SERIBU SUNGAI

Aku selalu yakin setiap daerah mempunyai keunikan dan kelebihannya masing-masing, begitu juga dengan #Banjarmasin yang dijuluki #KotaSeribuSungai. Gegara julukan tersebut sempat sewaktu kuliah dulu, ketika aku dikirim mewakili kampus untuk pertemuan Nasional temen-temen luar daerah menanyakan begitu detail apakah di Banjarmasin ada daratan? Apakah ada mall? Apakah ada mobil/motor sebagai alat transportasi, (mungkin dipikiran mereka hanya sungai dan hutan belantara) dsb… duhhhhh, segitunya antara geli dan sedih…
Proses Jual Beli di PasarTerapung Siring Banjarmasin

Kali ini aku ingin menuliskan tentang kota kelahiranku tercinta #Banjarmasin #KalimantanSelatan. Dimulai dari #PasarTerapung, di Kalimantan Selatan Pasar Terapung ada 3 tempat. Pertama berada di Muara Kuin Sungai Barito Banjarmasin dan kedua Lok Baintai Sungai Martapura Kabupaten Banjar, kedua tempat ini bisa didatangin setiap hari dari shubuh hingga sekitar jam 09.an . kedua tempat ini masih sangat tradisional dan bener-bener real kegiatan jual beli layaknya pasar dari tahun 1595.
Pasat terapung menjual buah dan sayuran lokal serta makanan khas Banjar

Ketiga adalah Pasar Terapung Siring sungai Martapura Banjarmasin yang berada di tengah kota Banjarmasin tepatnya jalan Piere Tendean. Pasar Terapung ini adanya hanya di hari Minggu dari selepas sholat shubuh hingga sekitar jam 10.an.Tempat ini sengaja dibuat oleh pemerintah setempat untuk tetap melestarikan budaya Pasar Terapung dan bagi yang ingin berkunjung ke Pasar Terapung tetapi malas dan susah bangun shubuh inilah alternatifnya.
View Pasar Terapung dari atas Siring

Selain bisa menikmati Pasar Terapung, kita juga bisa menikmati alunan musik Panting yang terkadang juga disajikan. Setelah itu kita juga bisa duduk-duduk sambil ngobrol atau poto-poto narsis di #MenaraPandang dengan view yang menawan.
sarapan di Menara Pandang (sayang banget pengunjung pada buang sampah sembarangan hiks)

Menara pandang juga sering dijadikan tempat pameran dan acara-acara budaya serta festival, jadi kita bisa mendapatkan banyak hal hanya dengan sekali jalan.
narsis di belakang Menara Pandang

narsis di siring sei Martapura

tetep aja narsis walau hujan lebat hehehe

Siang hari saatnya makan siang kita bisa menyeberang ke Kawasan Wisata Kuliner Mandiri (KWKM) di Jalan Pos tepian Sungai Martapura dimana di Apit 2 jembatan yaitu Jembatan Merdeka dan Jembatan Dewi. Kita bisa memilih menu bermacam-macam dari banyak pedagang yang berkumpul disana, dari menu khas Banjar sampai menu Nasional. 
laperrrr... maksi duyu di KWKM

Tempat ini sebenarnya akan terlihat rame ketika sore hingga malam hari, kalau siang hari pedagang hanya ada sebagian sehingga pilihan makanan memang terbatas, tetapi kita tetap dapat menikmati view menawan dari tempat ini.
mau makan tetep narsis duyu...

Selepas makan siang kita bisa berlanjut sholat zuhur ke Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin (dulu merupakan Mesjid terbesar kedua di Indonesia) yang tidak begitu jauh dari KWKM maupun dari Pasar Terapung Siring.
Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin


Jadi, ga perlu jauh-jauh ke Bangkok atau ke Vietnam maupun ke Kamboja untuk melihat Pasar Terapung, karena di belahan negeri tercinta Indonesia tepatnya #Banjarmasin Kalimantan Selatan pun ada dengan menghadirkan ke khasan Daerah yang masih kental. Dengan Biaya murah meriah juga lho, bisa naik motor, mobil maupun jalan kaki (bisa dianggap keliling Merlion Park menuju Garden by the bay hehehe)

Oya, kalau masih ada waktu dan ga hujan lebat, kita bisa lanjut ke Mesjid Sultan Suriansyah dan juga makam beliau yaitu di jalan Kuin Utara. Kemudian lanjut ke Musium Wasaka di Banua Anyar dan nyebrang sedikit ke Soto Banjar Abang Amat atau Soto Bawah Jembatan yang rasanya nyummy... 

Malamnya bisa ke Pantai Jodoh atau siring kembali atau ke jagung bakar atau ke KWKM, biar bisa merasakan beda siang dan malam.

Sunday, December 28, 2014

Ceritaku tentang Kota Terbersih se Asia Tenggara


Ceritaku tentang Kota Terbersih se Asia Tenggara

Sudah lama banget pengen ke kota ini secara saudara, sahabat dan temen sering cerita betapa tertata rapi kota ini juga orang-orang nya disiplin sehingga kota ini bersih karena mereka ga buang sampah sembarangan… sampai terpilih menjadi kota terbersih se Asia Tenggara, owh… ada kota seperti itu di Indonesia????!!!  #Balikpapan bukanlah ibukota propinsi tapi malah lebih terkenal dan sering orang salah paham mengira Balikpapan ibukota propinsi Kalimantan Timur hehehe…

Dari Banjarmasin menuju Balikpapan bisa ditempuh lewat darat maupun udara, rencana awalnya pengen jalan darat karena denger-denger view nya bagus sepanjang perjalanan, tetapi hampir semua temen dan sohibku bilang lewat udara aja karena Bis biasanya perjalanan malam apa yang mau diliat trus juga lumayan lama sekitar 14 jam jarak tempuhnya berapa km ya…

Akhirnya Sabtu, 20 Desember 2014 sampailah diriku di Bandara Sepinggan Balikpapan, wah Bandaranya keren (aku lupa poto-poto, hiks), mungkin karena ini juga airport tax nya mahal rp 75.000. waktu liat bandara Changi aku juga terkagum-kagum, walau Sepinggan ga kayak Changi tapi aku paling suka kalo liat taman yang asri ada di dalam Bandara.

Sebelum ke Balikpapan aku sudah bikin list 10 tempat yang mau didatengin setelah ngubek-ngubek mbah gugel :
1.       Pantai Melawai
2.       Pantai Kemala
3.       Pantai Lamaru
4.       Penangkaran Buaya
5.       Bukit Bangkirai
6.       Hutan wanawisata
7.       Kampung atas air margasari
8.       Taman Bekapai
9.       Pasar Klandasan
1.       Pasar inpres kebun sayur

Walau nginap di rumah sohib, sebisa mungkin aku ga mau ngerepotin dia, secara dia juga punya 3 anak yang masih kecil-kecil trus juga lagi repot dengan tesisnya. Jadi kalo bisa aku jalan sendiri naik kendaraan umum itu lebih baik. Sohib sih sudah nawarin mobil dan motornya yang nganggur buat dipake jalan, cuma smua motornya matix dan daku ga bisa naik matix hiks… trus kalo nyetir takut karena jalan di Balikpapan berliku naik turun gunung beda banget dengan Banjarmasin yang berada di atas sungai jadi jalannya datar dan lempeng.

Okeh, dimulai cerita setelah sampai Balikpapan :

Sabtu, 20 Desember 2014 :
Sorean sampai Bandara trus dijemput sohib sama ponakanku menuju tempat tinggalnya yang ternyata ga begitu jauh dari bandara yaitu di Sepinggan Pratama. Malamnya diajak keliling sebagian kota Balikpapan sembari nyari makmal di Balikpapan Baru, disini komplek perumahan yang lengkap dengan pertokoan juga ada emol nya. Makan di langganannya ayam bakar yang bumbunya cocok dilidahku dan yang pasti tetep bisa minta sayur segambreng (tetep berusaha konsisten FC). Selesai makan ke mall dulu liat-liat dan belanja-belinji hehehe… sampai rumah sudah malaman, rehat buat persiapan besok #GatheringBorneo sesi 2 Food Combining Indonesia (#FCI).

Minggu, 21 desember 2014 :
Pagi-pagi Sarapan Buah yang sengaja aku bawa dari Banjarmasin, senengnya sohibku sudah tau kalo pola makanku adalah pola makan sehat #FoodCombining, jadi die ga rempong dan heboh ngeliatnya. Bahkan anak-anaknya jadi ikutan pola makan sehat daku : D.

Sekitar jam 8 am dijemput #FCIer Balikpapan menuju tempat #GathBorneo sesi 2 di Pantai Kilang Mandiri. Cuaca mendung dan agak gerimis, jadi berdoa smoga ga hujan J. Sampai tempat tujuan ternyata rame banget karena seberangnya adalah Lapangan Merdeka dimana kalo tiap hari Minggu saatnya car free day.
                                                              Pantai Kilang mandiri

Pantai Kilang Mandiri terlihat mendung tetapi tetep cakep viewnya, di sini ada café, tempat nginap dan juga sering dipake buat acara ngumpul-ngumpul, makanya tempatnya tertata dan bersih juga ada wc dan musholanya. Selain kami ada yang lagi gathering juga ternyata hari itu, tapi ga saling mengganggu karena tempatnya cukup luas, tetapi kalo mau makan disini siap-siap harganya mihil 1 biji buah naga rp 44.000 huhuhuhu….
                                                         Sarbu di Pantai kilang Mandiri

Walau peserta #GathBorneo sesi 2 FCI ga banyak karena alasan hujan dsb, tapi tetep seru karena smua pada pengen ngomong pengalaman sebelum dan sesudah #FC terjadi perubahan besar, yang dulunya sakit-sakitan sudah capek kluar masuk RS dan ngobat (bukan Narkoba ya xixixi) ga sembuh-sembuh juga, setelah FC Cuma ngerubah pola makan menjadi lebih sehat dan duitpun jadi ga banyak pengeluaran. Coba dari dulu tau FC kan duit buat berobat bisa buat jalan-jalan terus hahahaha…
                                                   Poto bareng panitia #GathBorneo sesi 2

Sudah siang saatnya bubar, tetapi narsis dulu donk jeprat jepret nyari view sana sini hehehe…
Setelah kluar dari Pantai Kilang Mandiri kita mampir ke Pantai Melawai yang ga begitu jauh tempatnya, Cuma bentar poto-pota doang dengan view Pulau Babi, ah sayang ada yang buang sampah ini pasti perbuatan bukan orang Balikpapan, duh jadi menodai imagenya donk… (nuduh).
                                                 Pantai Melawai dengan latar pulau babi

Laperrrrrr, nyari makan ke RM Pasundan (tetep ya konsisten FC) tempatnya seberang RS Pertamina, prasmanan gitu jadi bisa pilih-pilih sendiri. Ngobrol sambil makan atau makan sambil ngobrol ya hee…

Malamnya daku ngumpul lagi bareng sohib-sohib zaman kuliah sembari makmal kita ngobrol ngalor ngidul trus juga minta mereka bikinan itinary buat aku jelajah Balikpapan.


Senin, 22 Desember 2014

Hari ini aku mau jalan sendirian naik kendaraan umum setelah tadi malam sudah dikasih tau rute perjalanan yang searah aja. Oya tempat wisata yang mau aku datengin yaitu Pantai Manggar, Pantai Lamaru dan Teritip Penangkaran Buaya, semuanya satu arah aja katanya.

Dari Sepinggan Pratama aku naik angkot no. 2 menuju Balikpapan Permai (BP) terminal rp 5.000, sempet lucu karena dikasih tau angkot no. 2 ketika yang nyinggahin angkot no. 2A aku ragu salah naik, ternyata temenku yang kurang nyebutnya xixixixi…

Sampai BP naik angkot no. 7 menuju Pantai Manggar dulu, sekitar 30 menit sampailah di Pantai Manggar. Oya naik angkot buat yang bukan orang Balikpapan mending siapin duit pas, kadang ada supir yang jail, daku dikadalin bayar rp 20.000. Padahal dari BP ke Manggar rp 6.000 masuk ke Pantai cuma sekitar 600an m aja jalan kaki juga bisa tapi supir bilang jauhhhhh, pretttt…
                                                                 Pantai Manggar

Pantainya bersih dan adem karena cuaca ga begitu panas juga. Banyak aja kok disana tempat buat duduk gratis, tapi aku milih tempat duduk sewa sembari pesan maksi gado-gado Pantai Manggar. Sebenarnya sih pengen minta tolong pelayannya buat moto-moin diriku hehehehe…
di bibir Pantai Manggar 

Setelah puas-puasin jalan dan poto-poto aku mutusin ngelanjutin perjalanan ke Pantai Lamaru, awalnya mau jalan kaki aja kluar pantai nuju jalan raya (hemat ato pelit sih daku?!) tapi tetiba datang angkot no. 7 nganter penumpang. (Oya kata temenku perjalanan hari ini naik angkot no. 7 aja terus) Tanya supir apakah menuju ke Pantai Lamaru? Dia jawab yang aku pikir iya, ternyata sampai jalan raya aku diturunin, lho kok??? Ternyata aku salah paham, supir tanya ada temennya ga ke sana kalo ga ada dia balik ke BP, huhuhuhu…  syukurnya nih supir baik dia cuma minta rp 5.000 doang.

Akhirnya nyebrang jalan nunggu angkot no. 7 kembali, sebentar aja sudah datang naik dan bilang Lamaru. Aku kelupaan bilang stop Pantai lamaru jadinya kelewatan tuh Pantai, untung ga begitu jauh karena mataku yang sempet nangkep tulisan tempat wisata Pantai Lamaru.
Jalan menuju Pantai Lamaru

Masuk ke Pantai Lamaru cukup jauh sekitar 1 km, temenku bilang ada ojek ntar nego aja PP, tapi kok sunyi sepi ga ada ojek untung ga becek (Cinta Laura keless). Singgah di bengkel depan tanya-tanya gimana nyari ojek, eh si pegawainya nawarin antar dengan nego berapa aku berani bayar. Temenku bilang biasanya 1 kali jalan rp 10.000 jd PP bisa sekitar rp 25.000 (ne orang matematika kok ngitungnya gitu ya, xixixi), sebelum aku buka suara si pegawai bengkel sudah bilang kalo mba berani bayar rp 20.000 saya anterin. Lha, kurang dari perhitungan temenku donk :p…
sisi lain Pantai Lamaru

Harusnya masuk Pantai Lamaru bayar karcis gitu mungkin sekitar rp 10.000, gegara dianterin si pegawai bengkel aku dapetnya gratis cuma bayar rp 20.000 sudah dianterinnya keliling Pantai Lamaru + poto-poto sepuasnya (si pegawai ngaku potograper), yeyyyyyyy… di Pantai ini, sepanjang jalan masuk ke dalam di penuhin pohon-pohon yang rindang jadinya mata dimanjain deh, tetep pantainya bersih ada mobil sampah juga disana. Tapiiiii di sudut-sudut aku nemu sampah lagi, hiks… napa sih ne pengunjung slalu bikin jelek Indonesia ajah…
pasir bercampur kerang di pantai Lamaru

Okeh, sudah sore aja sebelum kemaleman akhirnya kita balik ke bengkel, nunggu angkot no. 7 kembali menuju Teritip Penangkaran Buaya. Ternyata ga begitu jauh dari Pantai Lamaru tempatnya, juga masuk ke dalam ga begitu jauh. Kebetulan ada warga yang mau ke dalam juga jadi jalan bareng trus dia cerita ntar bayar karcis rp 15.000 bisa liat Buaya, Gajah dan Monyet.. heh, penangkaran Buaya ada Gajah dan Monyet?
Karna ga bisa poto bareng yang asli yang tiruan juga bolehlah

Bayar karcis di loket, sebelum sampai penangkaran ngelewati pendopo, katanya disitulah Gajahnya berada tapi sudah aku datengin kok ga nemu-nemu juga? Padahal Gajah tu gede kan ya? Ya sudahlah, liat Buaya aja deh. Di Penangkaran Buaya ini ada beberapa tempat terpisah, jadi digolongkan berdasarkan besar kecilnya buaya, tempat paling ujung adalah tempat Buaya yang paling besar. Wuih, gede banget Buayanya, waktu aku datang pade tidur smua jadi kalo yang suka tidur sore Buaya donk hohoho…
Penangkaran Buaya

Sebelum pulang nyinggahin kandang Monyet bentar, sayang tempat ini kurang terawat jadi yaa nurutku agak jelek sih dibanding tempat wisata lain di Balikpapan.

Balik ke Kota tetep ya naik angkot no. 7 menuju BP, sampai BP di telpon sepupuku nyuruh mampir ke rumahnya di Klandasan, yaaa mana daku tau tempatnya. Katanya naik aja angkot no. 6 singgah di Taman Bekapai, eh ada dalam list aku tuh.
Taman Bekapai

Sampai Taman Bekapai yang cantik trus dijemput Istrinya dan kita nikmatin Taman dulu sebentar secara rumahnya ternyata deket aja dari sana pake jalan kaki doang. Malamnya jalan-jalan ke Pasar Blauran dan nikmatin Taman Bekapai yang indah di malam hari. Besok ada janji sama sohib mau jalan dan curhat-curhatan.

 Selasa, 23 Desember 2014
Hari ini cuma jalan dalam kota secara edisi kangen-kangenan dengan sohib setelah 11 tahun ga ketemu, dia ajak ke perpustakaan yang sempet bikin aku bingung masa jauh-jauh ke Balikpapan aku disuruh belajar xixixi… ternyata dia mau nunjukin perpustakaan di Balikpapan itu keren, ada tamannya, ada kolamnya pokoknya nyaman banget buat baca-baca secara salah satu hobbyku kan baca. Bisa habis waktu hanya untuk membaca.
Sarbu di Taman Perpustakaan

Kemudian makan siang Coto Makassar yang katanya enak di Pasar Klandasan, trakhir kesisi pantai yang dipenuhin café-café. Mengenang masa-masa bersama zaman kuliah, ga usah terlalu diceritain deh disini hehehe…
Coto Makassar


Rabu, 24 Desember 2014
Hari ini rencananya mau ngelilingin sisi kilo Balikpapan, Bukit Bangkirai di kilo 38, Beruang Madu di kilo 23, kilo 15, makanan khas Bugis di kilo 2, Mangrove Centre, Jalan Minyak nya Pertamina.
Tapi sebel gegara yang jemput molor bingit hampir jam 11 baru jalan, trus macet banget lagi di kilo awal Balikpapan. Hmmm, akhirnya nemu macet juga di Balikpapan setelah 3 hari lempeng dengan jalanan.

Akhirnya diputuskan ke Bukit Bangkirai dulu secara paling jauh kilo 38, trus masuk kedalam sekitar 20 km lagi berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara jalan kedalam masih ada yang rusak sekitar beberapa kilometer. Juga khawatir hujan maka akan semakin sulit masuk ke dalam dan bakal ga nikmatin viewnya.
Depan Bukit Bangkirai

Sampai depan Bukit Bangkirai suasananya seperti di Puncak Bogor, ada cottages, ruang serba guna, restaurant, tetapi bentuknya khas rumah adat Kalimantan, kalo mau mengadakan pelatihan bagus juga ne tempat atau sekedar tempat istirahat buat keluarga yang penat dengan hingar bingar kota. Trus yang mau berkemah juga bisa karena ada disediakan tanah lapang begitu.
jalan track 1

Sebelum melanjutkan jelajah Hutan Hujan Tropis Bukit Bangkirai kita beli tiket dulu untuk naik canopy bridge sekitar tiga puluh ribu rupiahan, padahal seingatku pernah baca di gugel harga domestic rp 15.000 dan mancanegara rp 30.000. (apa muka kami kayak bule jadi dimahalin ya?)

Bukit Bangkirai ini hutan yang telah ditata sedemikian rupa luasnya sekitar 1.500 hektar, disini juga bisa belajar tentang hutan dari pepohonan yang sudah ratusan tahun usianya di track 1, walau jalannya menanjak tetapi di track ini jalannya sudah dibuat seperti tangga sehingga tidak terlalu melelahkan tetapi karena habis hujan jalan tetap harus hati-hati.  
Pohon Bangkirai yang berusia sekitar 150 th

Kemudian lanjut  ke track 2 disinilah canopy bridge berada, ada sekitar 5 pohon canopy yang dihubungkan satu dengan yang lainnya tingginya  dari tanah sekitar 30 m, dan panjang tiap jembatan sekiatr 60 m. Kalo sedang nyebrang ne jembatan jangan pas angin lagi kenceng, bisa goyang ngebor ngecor ntar. Deg-degan pasti tetapi rasa puas juga terasa ketika berhasil nyebrangin jembatannya trus bisa poto-poto ketika lagi di tengah jembatan. Eh, kemaren ketika aku lagi di tengah jembatan tetiba angin bertiup, syukur ga kenceng hampir teriak deh.. eh, ga emang aku teriak sapa yang ngegoyangin xixixixi....
Canopy Bridge

Lanjut track berikutnya ada track kebun anggrek, kebun buah-buahan, apalagi ya… lupa hee, ada sekitar 6 track yang bisa kita jalanin tanpa pemandu, trus beberapa track harus ada penunjuk jalan (kita ga ambil secara bukan edisi uji nyali, pakaian ku juga ga pas, dan masih ada tujuan lain).
deg-degan

Nah, track yang lain ga ada tangga kayak track pertama tadi, jadi kalo mau kesini sebaiknya gunakan sepatu gunung ato sepatu kets karna jalan setapak juga bentar menurun bentar menanjak. Tapi tetep bisa dinikmatin kok bareng temen ato keluarga, ga kayak panjat tebing kok masih ringan inih.
Kalo punya waktu banyak mending seharian jelajahi Bukit Bangkirai aja, karena seharipun ga cukup untuk menjelajahi  1.500 hektar hutan hujan tropis ini.

Sudah sore tujuan lain masih menunggu, akhirnya kita pun balik tujuan selanjutnya Beruang Madu ato Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) di kilo 23. Padahal Bukit Bangkirai juga terdapat bermacam-macam fauna termasuk beruang madu deh (Cuma ga ketemu juga), tetapi yang namanya turis luar daerah merasa ga puas kalo ga tercapai list di tujuan.

Sampai KWPLH ternyata sudah jam 16.30 pm, duh baru tau ne tempat tutup jam 17.00 pm. Alhasil kita kayak diburu waktu karena dibatasin petugasnya untuk keliling, juga Beruangnya sudah pada masuk kandang, Beruang biasanya akan keluar ketika pagi dan siang saat makan. Oya, KWPLH ini memang dibikin semirip mungkin dengan habitat Beruang Madu yang langka, selain itu tempat ini bisa buat anak-anak belajar tentang Beruang madu karena ada pusat informasinya, juga ada rumah kucing. Tempatnya bagus, rapi dan bersih.
cuma dapet pantat Beruang

Agak trauma dengan waktu tutup KWPLH akhirnya aku putuskan ngebatalin ke Mangrove centre, kita langsung ke RM Angin Mamiri  khas bugis  di kilo 2, aku pesan Bolu Peca dan Barongko.
Barongko dan Bolu Peca

Gegara macet dan si supir juga betingkah pesan makan besar, orang sore cuma kudapan akhirnya nungguin lama baru dihidangkan tu makanannya, malam deh selesai makannya, akhirnya gelap smua tuh view ditambah gerimis huhuhuhu… yang ada ketika sampai pelabuhan lama, jalan minyak dan pertamina yang aku liat cuma gelap gulita. Hari ini cuma dapet Bukit Bangkirai sama Bolu Peca doang.
Note : kalo nyari carteran mending langsung diterminal daripada nyari dari temennya temen kita, malah nyusahin, mau marah juga ada rasa ga enak ati. Duit abis banyak tapi list ancur.

Kamis, 25 Desember 2014
Hari ini, sohib yang aku tumpangin rumahnya nanya aku mau kemana, doi tau aku kesel karena kemaren list aku ancur karena temennya temenku yang ga becus. Aku ga tau, ingatnya hari ini ada Gathering Borneo FCI Balikpapan lagi sebelum aku balik Banjarmasin tapi ntar siang.

Akhirnya pagi hari dia ngajak jalan keliling ring road ke taman 3 dimensi sama ke Taman Balikpapan Baru sembari nyari makan buat anaknya.

Siangnya aku dijemput salah satu member FCI menuju tempat gath di Cocom Cake sekitar Pandan Sari. Kembali kita ngobrol dan sharing seputar perubahan pola makan yang membuat kita sekarang makin sehat.

Pulangnya singgah di pasar inpres kebun sayur belanja sayur dan buah-buahan hehehe… kalo yang luar Kalimantan bisa nyari oleh-oleh khas Kalimantan disini, bebatuan, hasil olahan rotan, dsb.
Diantar kembali ke Sepinggan Pratama. Sohibku ngajak ke Mangrove Centre, hah… beneran… duh, senengnya… padahal kasian sama dia bawa 3 anaknya yang masih kecil-kecil, secara nyetir dia takut dan suaminya masih diluar daerah, pake motor matix aku yang ga bisa. Sayangnya memang ga ada angkot nuju kesana, jadi susah deh. Cuma dia khawatir aku pulang Banjarmasin ngedongkol karena list ga kecapai.
Mangrove Centre

Ternyata memang jalan menuju Mangrove centre adanya di Komplek Graha Ujung, kalo ga pake kendaraan sendiri susah nujunya kecuali nyarter. Tempatnya mirip kayak Pulau Kembang Banjarmasin, tapi tetep ada bedanya. Disini kita bisa menjelajahi Mangrove dengan carter klotok (kapal motor) juga untuk melihat-lihat Bakantan (Monyet khas Kalimantan). Carter klotoknya sekitar rp 300.000 nego aja trus kalo ada pengunjung lain bareng aja biayanya biar dapet murah.
Mangrove centre

Setelah puas disana, sohib ngajak ke jalan minyak pertamina dimana aku sebelumnya pernah posting di FB betapa cakepnya view disana. 
masih penasaran dengan gambar ini

Trus naik ke atas menikmati kota Balikpapan dari atas gunung, terlihatlah smuanya dari pegunungan sampai lautan.

Karena kita bedua lagi pada ‘M’ senja pun kita tetep lanjut jalan memutarin kota Balikpapan menuju warung makan khas yang ga ada di Banjarmasin (wisata kuliner) dan nyari oleh-oleh. Akhirnya puas deh list aku banyak kecapai walau ada yang ga sempat kesana, tetapi malahan ada tambahan beberapa tempat.
Jalan Minyak


Jumat, 26 Desember 2014
Siap-siap kembali pulang ke Banjarmasin, telpon RM Kepiting Dandito buat oleh-oleh dan minta anterin di bandara. Ternyata sohibku cerita ke suaminya kejadian hari Rabu, akhirnya suaminya ngajak kami jalan-jalan lagi sebelum nganterin aku ke Bandara. 
Balikpapan di pagi hari

Kali ini cuaca bener-bener ngedukung viewnya bener-bener keren di tempat beda lagi. Makasih ya sohibku dan kluarga sudah ngasih tumpangan dan juga ngajak keliling Balikpapan :D.
Jalan di perumahan pertamina dimana ada legenda pembantaian 1 keluarga


Note :
Balikpapan memang kota yang pantas mendapat penghargaan tingkat Asia Tenggara. Penghargaan tersebut didapat dalam Invitation to the for 3rd Asean Environmentally Suistainable Cities (ESC) Award and the 2nd ASEAN Certificates of Recognition with the Following Details, Acaranya berlangsung di Loa Plaza Hotel Laos, Kamis 30 Oktober 2014. Ada 3 kategori yang diraih Balikpapan yaitu clean land, clean water dan clean air.

Smoga pendatang yang tinggal di Balikpapan maupun yang cuma mampir tidak merusak tatanan yang ada di Kota ini, trus Kota lain di Indonesia bisa menjadikan Balikpapan sebagai contoh kerjasama yang harmonis antara pemerintah dan warga demi kenyamanan bersama.
I love Indonesia…